
Jam pulang pun tiba semua murid murid berhamburan keluar terkecuali ketiga teman itu yang senantiasa melakukan hal hal aneh sebelum mereka keluar dari sekolah jelas saja mereka sering sekali mengintip wanita wanita yang sedang berenang disekolah terkecuali Alex yang hanya terbawa saja oleh dua temannya Alex pun sudah mencoba untuk memperingatinya tapi dia malah terbawa oleh dua temanya, hari ini adalah hari yang apes bagi mereka karena mereka kepergok oleh salah satu perempuan yang melewat dan langsung melaporkan mereka ke kepalaku sekolah, lima menit berseng mereka langsung di panggi ke kantor kepala sekolah dan langsung memarahi mereka.
"hei hei hei apa yang barusan kalian lakukan" ujar kepala sekolah
"kita cuman kebetulan lewat saja pa, tidak melalukan apa pun " ujar Kevin
"jujur saja anak anak bandel, kamu barusan mengintip yang renang " sambil marah kepala sekolah
" hehheh tidak mengintip pak cuman melihat saja " kata Jack yang tingkah lakunya yang konyol itu
" melihat sama mengintip sama saja anak bodoh "
"hahhaa bapa yang bodoh mnegintip dan. melihat beda lah "
" Kalian ini...... benar benar membuatku....kesal saja, kalian aku skors lagi " ujar kepala sekolah yang marah.
Mereka pun harus menerima apa yang mereka perbuat, baru saja mereka terlepas dari skors mereka harus menerima skors kembali, dalam satu musim pembelajaran ini mereka sudah mendapkan lima kali surat skors dari kepala sekolah, Bukanya mereka tobat dengan skors yang kepala sekolah berikan tapi mereka malah senang karna mereka dapat memecahkan rekor skors di di sekolah mereka dulu ada orang yang pernah kena skors sebanyak tiga kali dan mereka dapat memecahkan, sebagai tanda keberhasilan Kevin pun mengajak dua temanya untuk merayakan tapi Alex menolaknya karna ia tau jika ibunya tau maka ia bakala di marahi habis habisan, Alex pun memohon kepada kepala sekolah agar mencabut skorsnya supaya ibunya tidak marah kepadanya ia berjanji kalau ia tidak akan membuat onar lagi, kepala sekolah cukup berbaik hati kepada mereka karna mereka adalah anak dari keluarga yang terpandang maka kepala sekolah mengganti hukumannya menjadi membersihkan seluruh sekolah tapi si satu lain Kevin pun kecewa apa yang dikatakan Alex barusan.
sepuluh menit berselang mereka pun keluar dari kantor kepala sekolah dan Kevin pun bertanya kepada alex.
" apa yang kamu katakan barusan" ujar Kevin yang kecewa kepada Alex
" apa yang barusan aku katakan,..heh' ujar Alex
"iya benar, jelas aku tidak tau apa yang ada di pikiranmu Lex,"
"kamu.....tidak mau berubah " Alex marah
"berubah..." Kevin
" aku sudah sejak dulu berdiam saja dan melindungimu..., apakah kalian tidak pernah berpikir bagaimana perasaan orang tua kalian...hah"
"Alex ....." Kevin dan Jack
"berhentilah kalain berkelakuan seperti anak kecil dan berubahlah,jika kalian tidak berubah aku tidak mau menjadi teman kalian lagi.."
Alex pun pergi meninggalkan Kevin dan jack.
Kevin dan jackpun hanya bisa terdiam saja setelah melihat kemarahan Alex barusan, mereka pun berpikir ada apa dengan Alex mengapa Alex berkata begitu kepada mereka, di pikiran Kevin Alex adalah kawan yang benar benar berharga dan tidak ingin kehilangan alex.
esok harinya ke tiga teman itu terpisah hanya Kevin dan Jack lah yang bersama seperti biasa sedangkan Alex menyendiri dan tidak ingin bertemu lagi dengan mereka Jika mereka tidak mau merubah sikap mereka, jam pelajaran pun berbunyi
kring....kring...kring.....
Alex pun menyendiri dan tidak mau mendengarkan apa yang Kevin lakukan saking parahnya amarah Alex saat dua temannya datang menghampirinya Alex pun pergi langsung dan tidak mau menemuinya sama sekali jelas di pikiran mereka persahabatan yang sudah dijalin sejak dahulu dapat terpisahkan hanya dengan satu kesalahan. Rasa bersalah Jack dan Kevin semaking besar kekita melihat tingkah laku Alex yang berubah drastis,
waktu pulang sekolah, Alex Kevin dan Jack biasanya suka pulang bersama dan pergi ke tempat nongkrong mereka tapi setelah kejadian barusan Alex, Kevin dan Jack tidak bersama sama kembali, hanya Kevin dan Jack lah yang masih berkumpul, di cafe tempat biasa mereka mengumpul terlihat bisu tanpa ada percakapan diantara mereka, wajah penyesalan terlukis di muka mereka, rasa kehilangan seorang teman yang berharga sangatlah terasa ujar mereka
" bagaimana yang harus kita lakukan Jack"
"entahlah kev, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang"
"jih.....lebay sekali kamu kev, tapi katamu juga ada benarnya juga sih "
"apakah kita harus merubah sikap kita agar Alex bisa kembali"
"tapi merubah sikap tidak lah mudah itu kev"
"iya sih ada banarnya juga tapi..."
"tapi apa kev"
" jika kita berusaha mungkin bisa"
"entahlah"
di tempat yang lain Alex pun merasakan hal yang sama apa yang dirasakan oleh kedua temannya, jelas baginya jika tidak bertindak keras mereka tidak akan berubah tapi....
" apakah aku terlalu keras kepada mereka" ujar Alex yang berkata sendiri dikamarnya sambil melihat langit langit kamarnya, "tapi jika aku tidak bertindak tagas maka mereka tidak akan berubah sama sekali, tapi..... apakah mereka akan menerimanya, aku takut jika mereka tidak menerimanya" tiba tiba suara ponsel berbunyi
Tring.....
suara notifikasi ponsel alex, Alex senang jika temanya mengirimkan chat kepadanya untuk meminta maaf kepadanya tapi apa yang di bayangkan Alex bukanlah teman melainkan pesan dari Raisa teman sebangkunya, Alex pun bingung kenapa Raisa mengirimkan chat apakah Raisa ingin menanyakan pelajaran yang belum mengerti, sebuah pesan dari Raisa yang cukup mengejutkan Alex.
"*hii... Alex ini aku Raisa, apakah kamu ada waktu kali ini*".
Percakapan pun terjadi antara Alex dan Raisa
*ouh kamu Raisa ya..
heheh ia ini aku
kebetulan sekali ada
benarkah !!!
iya benar
klo begitu kita ketemu di cafe
boleh, cafe mana !!
star sky
baiklah klo begitu aku
berangkat seakrang
baiklah aku tunggu*
Alex pun pergi menuju tempat yang di katakan oleh Raisa barusan, sembari mengobati rasa risau di hatinya.