
Perjalan yang baru akan segera di mulai, perjalanan yang sangat..... mempertaruhkan nyawa dan membutuhkan mentalitas yang tinggi. Kami pun segera bergegas dan memeriksa persediaan untuk perjalan ini, kami tidak ingin di tengah-tengah perjalanan stok persediaan makanan habis, karena diperjalanan ini, kami tidak akan bertemu dengan daratan lagi, yah.... tentu saja kami tidak bisa mengisi ulang persediaan makan nanti. Semua persediaan telah kami cek semuanya, kami sudah siap untuk melanjutkan lagi perjalanan ini, bahan bakar kami pun sudah full dan stoknya pun kami tidak melupakannya.
Kami mulai meninggalkan daratan, tentu sedih sekali ketika kami melihat darat, sedikit demi sedikit menjauhi kami, perjalanan dilautan ini kami hadapi dengan keyakinan diri yang tinggi, kami siap melawan apapun yang kami tempuh, meskipun badai, gelombang, ataupun itu kami siap hadapinya, karena kami yakin jika kami bisa melakukannya.
Di Speedboat kami mulai awali kisah baru, Alex, Kevin, dan Jack, bergantian mengemudikan speedboat ini, meskipun dua dari mereka tidak bisa mengendarai Speedboat tapi mereka harus bisa melakukanya, kerena tidak mungkin hanya Alex saja yang mengemudikannya, sementara para perempuan bertugas untuk menyediakan makanan. Hingga di tengah-tengah lautan Jack, pun mulai mengambil nahkoda kapal mini ini ( Speedboat ), sementara Alex, beristirahat untuk memulihkan tenaganya kembali. perjalanan dari Indonesia menuju Singapura adalah target mereka, memilih rute berputar agar tidak melewati luasnya samudera ini, tentu memilih rute ini akan memakan waktu yang cukup lama sekali, tetapi inilah yang mereka bisa lakukan, karena 70% dari bumi adalah lautan dan sisanya daratan. mereka tidak bisa mengembangkan pesawat terbang dan juga resiko tingkat kecelakaan pesawat itu sangat beresiko sekali, jadi mereka tidak mau melakukan hal-hal bodoh di saat genting seperti ini.
Hari pun menjelang malam, suhu di lautan mulai drop dan Alex, menyuruh semuanya untuk masuk kedalam, Karena ia tidak ingin sesuatu terjadi pada teman-temannya,
"Baiklah..., kawan-kawan segara masuk kedalam anginnya sudah mulai kencang, dan juga tidak baik untuk kesehatan" Ungakap Alex,
"Baiklah...." Jawab mereka, tak ada satupun yang membantah perkataan Alex, karena mereka tahu, kalau Alex, tidak ingin terjadi sesuatu pada diri mereka,
Di dalam kapal, makan sudah menanti mereka, sungguh senang rasanya, jika sudah ada makan di depan meja,
" Wah..... wah.... makan sudah menanti kita guys....." Suara lantang Jack, yang celeneh. Semuanya pun tersenyum saat melihat tingkah lucu Jack, yang langsung melompat ke meja,
" Hahahaha........ Hahahaha.... lihatlah Jack, seperti orang kelaparan saja" Kevin yang tertawan melihat Jack, yang langsung menyantap semua makanan yang ada di meja itu,
" cudahhh... edjjangan... mmmbanyak bicara ayo makan, aku, tahu jika kalian belum makan dari kita berangkat kelautankan" Jawab Jack, yang mulutnya di penuhi dengan makanan
" kalau makan jangan sambil bicara, nanti tersedak" Kata Kevin,
" Ohkkk... ohkkk...," Jack tersedak
" Hahahha.... Apa kubilang" Ujar Kevin
" Mana air... mana air" Kata Jack
" Ini air, lain kali kalau mau makan jangan lupa baca doa dulu, terus jangan sambil bicara makannya" Kata Jessica, yang mulai perhatian kepada Jack, namun sikap Jack, yang seperti bocah tidak tahu kalau seseorang sedang memendam rasa kepadanya.....
emmmm memendam rasa katanya... wkwkwkkwkwkw, Ok lanjut...
" Ouhh iya, kalian ada yang lihat Alex, tidak..." Kata Raissa, semuanya pun langsung saling melirik dan pasti di hati mereka kemana Alex,
" Coba kau tengoklah keluar...." Kata Jenni,
" Iya benar, kamu lihatlah keluar, barangkali masih diluar dia dan jangan lupa bawa makan untuk dia" Tutur Kevin, Raissa pun segera bergegas keluar dan memastikan jika tidak terjadi sesuatu pada Alex, Karena Raisaa khawatir terjadi sesuatu pada Alex, hingga diluar, Raissa melihat Alex yang sedang berdiri tegak di depan ujung Kapal,
apasih... yang di ujung tempat kapal itu yang tepat di depan muka kapal itu.... aku lupa lagi hehehehe...
Raissa pun, menghampiri Alex, yang sedang berdiri,
" Makan saja duluan, aku, masih ingin berdiri disini" Jawab Alex
" Sudah ku tebak, pasti kamu, bakalan jawab begitu" Balas Raissa,
" Ini aku, bawakan makan untukmu" Sambungnya.
" Kenapa harus repot-repot, membawakan aku, makan " Tutur Alex
" Kenapa kamu bilang repot-repot, yang jelas jika kena angin malam dengan keadaan perut kosong akan masuk angin, terus kamu sakit siapa yang repot coba" Jawab Raissa, sambil mendekat kepada Alex,
" Hehehehe..... maaf yahhh," Singkat Alex
" Iya, gapapa kok"
" Kamu sudah makan " Tanya Alex
" Belum... kan nganterin makan buat kamu jadi beluk sempat makan tadi" Muka tersipu senang karena Alex sudah mulai merespon perasaan Raissa
" ini kamu saja yang makan, "
" Engga kamu saja"
" Laki-laki kuat, beda sama perempuan"
" Kamu saja yang makan, karena kamu besok harus mengendarai kapal ini"
" Jika dari kita tidak ada yang mau mengalah, lebih baik kita makan berdua saja"
" A....aaa..apa yang kamu bilang barusan"
" Kita makan berdua"
" Baiklah" Senyum Raissa
Sambil makan, mereka ditemani dengan taburan bintang-bintang dilangit