
Setelah berminggu-minggu terapung-apung di lautan, kami memiliki beberapa kendala, yakni bahan bakar yang mulai menipis dan stok makan habis. Kami mulai menunjukan ekspresi panik di raut wajah kami, kami pun harus segera mencari solusi untuk menghadapinya, terutama soal bahan bakar, jelas di tengah lautan begini ga adakan sebuah dermaga darurat atau pom bensinkan...???.
Kami pun membagi tugas, untuk mencari makanan dan mengemudikan kapal ini, Alex memutuskan mengambil alih kemudi kapal sepenuhnya dan menyarankan kepada Jack dan Kevin untuk mencari makan, sementara perempuan satu demi satu mulai mengalami sakit, jelas terombang-ambing di tengah lautan dan angin yang besar jelas itu menjadi salah satu penyebab mereka sakit. Alex khawatir dengan kondisi perempuan, karena mereka sama sekali tidak menyediakan stok pengobatan sama sekali, ini adalah kesalahan yang cukup berakibat fatal dan dapat merenggut nyawa teman-temannya, Alex yang khawatir melihat kondisi perempuan kian hari kian memburuk.
Di malam hari, tepat hari ke 95, Jessica mengalami gejala yang cukup membuat mereka panik tak karuan, Jessica yang menggigil dan di barengi dengan wajahnya yang mulai membiru. Semua orang di kapal itu panik setelah melihat kondisi Jessica,
" Ya Tuhan...... apakah ini akhir dari kami, "" Ujar mereka, Kevin tiba-tiba marah besar kepada Alex,
" Alex....... ini semua karena kau, jika kita tidak mengambil jalur ke barat kita tidak akan seperti ini" Kevin yang menatap tajam ke Alex. Alex hanya diam setelah mendengar ucapan Kevin
" Hei... Alex jawab aku, jangan hanya diam saja" Kevin yang menghampiri Alex.
Alex pun tidak bisa lagi mengontrol emosinya, dan langsung mendorong Kevin ke dinding kapal
" Heyyy.... Dengar aku kev, kita bisa pikirkan bagaiman jalan keluarnya " Bentak Alex kepada Kevin.
Kevin pun terdiam setelah melihat ekspresi Alex yang sama sekali belum ia lihat selama ia berteman dengannya.
" Semuanya dengarkan aku..., jangan panik berlebihan, sebaiknya mencari solusi untuk menghangatkan tubuh Jessica, jangan panik karena panik, kita bisa kehilangan nyawa teman kita" Semuanya terdiam setelah mendengarkan ucapan Alex,
" Jack, ambil alih kemudi kapal, aku akan mencari sesuatu di kapal ini, barangkali disini ada P3K "
" Baiklah Lex," Jawab Jack.
Alex pun langsung pergi mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk mengurangi gejala yang terjadi pada Jessica, Sementara Alex yang sedang mencari kota P3K , Kevin masih diam saja, ia tidak tahu kalau Alex memiliki emosi yang sangat menyeramkan, selama persahabatannya, Alex yang pendiam saja dan mengikut apa yang dikatakannya, ia terus melamun dan membayangkan ekspresi Alex, Raisa pun datang menghampiri Kevin
" Hey... kev, apa kenapa kamu melamun terus " Ujar Raissa, Kevin sama sekali tidak menjawab dan diam saja seolah-olah dia di terjang dengan rasa syokk yang besar
" Kev........, Apakah kau baik-baik saja " Tanya Raissa kembali,
" Aku tidak pernah tau, jika selama ini di memiliki sosok yang emosional" Jawab Kevin, Raissa hanya diam dan mengelus-ngelus punggung Kevin,
" Selama ini, yang ku tahu kalau Alex hanya orang pendiam saja" Omongan Kevin langsung dipotong oleh Raissa
" Tidak semua orang kita dapat dipahami dengan melihat dari tingkahnya kev..., Setiap orang memiliki emosi yang sama sekali kita tidak tahu, seberapa mengerikannya emosinya, yang jelas kamu tidak bisa menilai orang dari tubuhnya saja" Kata Raissa.
Kevin pun mulai langsung memeluk Raissa
" Ya sama-sama "
Kevin pun berdiri dan kembali ke sikap semula
" Kamu mau kemana kev" Tanya Raissa
" Aku, akan minta maaf kedalam Alex, atas sikapku tadi" jawab Kevin yang mulai berjalan keluar, mengikuti Alex
" Baiklah semoga, kamu berhasil yahh" Senyum Raissa
Kevin pun tersenyum, setelah mendengarkan kata Raisa barusan.
Dibawah lantai kapal, Alex menemukan kota P3K, Alex pun senang setelah ia menemukan kota ini,
" Akhirnya ketemu, terima kasih Tuhan atas bantuanmu yang kau berikan ini, dengan kota ini mungkin aku bisa menyelamatkan temanku" Ucapnya dalam hati.
Alex pun berbalik dan melihat Kevin yang sudah ada duduk di tangga.
" Apa lagi yang ingin kau lakukan kev, apakah kau ingin mengajakku berkelahi " Tanya Alex
"hm........." Desah Kevin
" Alex ada yang ingin aku katakan kepadamu " Jawab Kevin.
" Apa yang ingin kau katakan "
" Aku ingin minta maaf atas sikapku tadi, mungkin aku seharusnya tidak bersikap seperti itu tadi, tapi rasa panik yang membuatku bersikap seperti itu " jawab Kevin, Alex pun langsung menghampiri Kevin dan memeluknya
" Tidak Kevin, aku yang seharusnya minta maaf kepadamu, mungkin aku tidak harus terpancing emosi saat itu, dan juga aku tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi, karena dengan hal seperti ini dapat merusak pertemanan kita " Jawab Alex
Suasana pun mulai haru di bawah kapal, pertemanan Alex dan Kevin bisa dikatakan pertemanan dari kecil, ayahnya Alex dan Kevin adalah sahabat sejati dan di usia dini Alex dan Kevin selalu bermain bersama dan menghabiskan masa-masa kecil bersama. Merekapun mulai kembali ke atas dan segera capat memberikan kota itu kepada Jessica. Namu suatu pemandangan membuat mereka menghentikan langkah gesit mereka, melihat sesuatu yang tinggi di balik Awan dan sebuah benda yang mereka kenal, pemandangan itu membuat mereka tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat. sebuah gedung putih menembus awan, pancaran sinar matahari dari gedung tersebut mengabarkan mereka jika daratan sudah dekat. di arah 2 KM, sebuah kota yang mereka tuju sudah tiba, yakni Singapura sudah menanti mereka.