
Keesokan paginya kina dan jin berangkat ke sekolah bersama kina yang sampai duluan di sekolahnya..
"jin hati hati yah, kalau ada apa apa telpon kakak" ucap kina mencubit pipi jin
"sakit kak, pipi ku bisa bengkak" ucap jin mengelus pipinya yang merah
"hahaha iya iya maaf" ucap kina
"bye~" ucap kina
Jin pun berangkat kesekolahnya kina juga kembali ke kelasnya..
"kina kamu udah gak apa?" tanya haruka khawatir
"ah, aku gak apa" jawab kina sambil duduk dibangkunya
"kazune maaf yah semalam aku gak sempat ke rumahmu" ucap kina
"tidak apa apa lagi pula kau semalam sedang tidak sehat" ucap kazune sambil tersenyum manis
(blushh)"ha..hari ini aku akan kerumahmu" ucap kina gagap
"oke" jawab kazune sambil membaca buku
"apa apaan senyumnya itu" ucap kina dalam hati
Haruka dan kina yang asik berbincang hingga guru datang dan memulai pelajaran hingga istirahat tiba..
"haruka kantin yok" ucap kina
"gak ah, aku belum siap pr matematika aku mau ngerjain dulu kamu sendiri aja" ucap haruka sambil membuka bukunya
"kina ada yang nyariin kamu dia di depan kelas kita" ucap salah satu teman kelas kina
"ah..iya" ucap kina berjalan ke depan kelas
"apa apaan ini perasaan deja vu apa ini" ucap kina dalam hati
(di depan kelas)
"kina kamu udah gak apa?" tanya kevin
"gak kok udah baik baik aja" jawab kina
"kamu udah makan?" tanya kevin lagi
"belom" jawab kina
"kita makan sama yok di kantin" ucap kevin
"ah..oke" ucap kina
"hmm, dia masih belum menjauhi kina, dia pikir aku tidak tau tujuannya" ucap kazune dalam hati
Kina dam kevin yang pergi ke kantin untuk makan bersama...
"kau benar benar sudah baikakan?" tanya kevin sambil melahap makanannya
"iyah aku sudah baik bain aaja
"kau benar benar sudah baikakan?" tanya kevin sambil melahap makanannya
"iyah aku sudah baik baik saja" ucap kina lesu
"aku sangat ingin bertanya pada kevin apa yang terjadi semalam, tapi.. aku takut dia tidak percaya" ucap kina dalam hati
"ada apa apa yang sedang kau pikirkan?" tanya kevin
"anu..kavin aku mau tanya tapi aku takut pertanyaan ini mengada ada" jawab kina
"tanya saja apapun yang ingin kau tanyakan aku akan menjawabnya" ucap kevin dengan senyum manis
"i...itu apa kau percaya iblis itu ada?" tanya kina menatap kevin
(deg!)"uhuk..uhuk...uhuk" batuk kevin terkejut
"ahh..., ini minum dulu, betulkan aku mengada ada kau saja sampai terkejut" ucap kina memalingkan wajahnya
"ahh... tidak kok aku tadi keselek makannya gak pelan" ucap kevin mengelap mulutnya
"hmmm"
"tadi kau bertanyakan apa aku percaya iblis itu ada atau tidak, aku percaya iblis itu ada karena kita di dunia ini yang tinggal bukan hanya manusia tapi iblis,siluman dan mahluk lainya yang belum kita ketahui" ucap kevin dengan senyum
"upps, aku keceplosan" ucap kevin dalam hati
"kau tau banyak yah kevin, kau tau darimana semua itu?" tanya kina polos
"aku tau darimana?, kalau kau sangat ingin tahu aku tau darimana tentang itu, maka kau akan tahu besok" ucap kevin yang tiba tiba menjadi dingin
(glek)"kenapa di sekitar kevin menjadi dingin dan samgat mengecam, bahkan dia tidak seperti biasa yang selalu tersenyum manis dia sekarang dia seperti kazune saat pertama kali bertemu" ucap kina dalam hati
"anu maksudnya besok ada apa yah?" tanya kina yang sedikit canggung
"besok kau akan tahu sendi-" ucap kevin yang berhenti mendengar bell berbunyi
Kring...Kring...Kring... Bunyi bell masuk
"aduh udah bell, aku masuk dulu yah guru killer masuk nih" ucap kina yang pergi meninggalkan kevin
"hmmm.." senyum kevin sinis
Kina kembali ke kelasnya dan memulai pelajaran hingga bell pulang berbunyi...
"aku luan yah kina" ucap haruka pergi
"kau sudah siap ayo kita pergi" ucap kazune yang juga pergi
kazune dan kina pun pergi menuju rumah kazune..
"kalau gitu aku mulai yah bersih bersihnya" ucap kina yang mulai membersihkan rumahnya
"ya, aku mau mandi dulu" ucap kazune yang masuk ke kamar mandi
"mana penyedot debunya" ucap kina mencari penyedot debu
"gak ada dimana mana, hemmm" ucap kina melihat ke kamar kazune
"itu dia" ucap kina melihat penyedot debu di kamar kazune
kina masuk ke kamar kazune saat ia ingin mengambil penyedot debu tiba tiba kazune keluar dari kamar mandi dengan tubuh basah yang hanya menggunakan handuk...
(blushh)"KYAAA, mesum!!!!!" ucap kina sambil menutup matanya
"a...apa mesum!!, seharusnya aku yang bilang begitu kenapa kau ke kamarku" ucap kazune
"aku hanya ingin mengambil penyedot debu, kalau gitu aku pergi dulu" ucap kina sembari berjalan pergi dengan penyedot debu
"tunggu!" ucap kazune
Kina yang mendengar kata itu berhenti di depan pintu, kazune yang menghampiri kina dan menutup pintu kazune yang mendekatkan tubuhnya dengan kina lalu ia meletakkan satu tangannya di pintu dan satu tangannya lagi mengakat wajah kina menghadap wajahnya...
(blushh)"a...apa yang kau lakukan?!" ucap kina
"menurutmu~, kau sudah datang ke kamarku dan menggodaku bukannya kau harus bertanggung jawab~~" ucap kazune menggoda kina
(blussh)"be....bertanggung jawab apa?" ucap kina yang mulai binggung dan tak tau harus berbuat apa
"hmm~, rasakan saja" ucap kazune yang mengangkat wajah kina lebih tinggi dan mendekatkan bibirnya dan bibir kina
Kina yang benar benar binggung dan tidak tau harus berbuat apa membuatnya seperti meledak dan matanya berputar putar...
Kazune belum sempat menciumnya...
"pfffft, hahahahahahaha" tawa kazune
"kina lihatlah wajahmu sangat lucu aku tak percaya kau membuat wajah yang seperti itu..
Kau percaya aku akan menciummu, hahahaha" ucap kazune yang terus tertawa
"haha, sangat lucu bukan, mempermainkan orang, kau pikir ini sangat lucu kazune" ucap kina yang tidak menatap kazune sama sekali
"eh, ki...kina maaf aku kelewatan yah" ucap kazune
"sebaiknya kau cepat pakai baju aku akan memasak dulu (BRAK!!)" ucap kina yang membanting pintu dan pergi ke dapur
"ah... gila aku kenapa tanpa sadar aku ingin menciumnya jika aku tidak sadar tepat waktu dan tidak bisa mengendalikan suasana mati aku!!!, sekarang dia marah aku benar benar sudah kelewatan" ucap kazune dalam hati
(disisi lain kina)
(deg!!)"tadi kenapa aku merasa marah dan kecewa, bukanya bagus dia hanya bercanda" ucap kina yang kepikiran
"aku pasti sudah gila, ahhhh!!" ucap kina sambil menampar wajahnya
Kina yang sudah selesai memasak dan kazune yang sudah menunggu di meja makan...
"ki...kina ada apa dengan wajahmu apa kau habis berperang" ucap kazune yang terkejut meliha wajah kina yang bengkak
"tidak, aku habis olahraga wajah" ucap kina yang ikut duduk dan makan
"gitu yah, kina soal tadi aku minta maa-" ucap kazune yang berhenti tiba tiba karena melihat isyarat kina yang menyuruhnya berhenti
"apa kau membuatku olahraga wajah lagi hah?!, yang tadi aku sudah melupakannya
(mata berkaca kaca)" kina...kau baik sekali" ucap kazune
"aku tak sebaik itu kazune aku akan membalasmu" ucap kina dengan wajah seram
(merinding)"hahaha" tawa paksa
Kina dan kazune yang makan bersama dan menghilangkan kecanggungan mereka karena kejadian tadi, selesai makan kazune mengantar kina pulang ke rumahnya...
"kina tunggi ada yang ingin aku katakan!!" ucap kazune keluar dari mobil
"hmm.., apa?" ucap kina yang berhenti berjalan
"sebelum itu aku tau ini bukan urusanku dan aku tak punya hak mencampuri siapa orang yang harus kau dekati atau jauhi, tapi... ini demi kebaikanmu aku taku kau akan menyesal suatu hari nanti, aku katakan padamu tolong kau jauhi kevin!!!!, sebelum kau benar benar menyesal" ucap kazune serius
"ke..kenapa?!, kenapa aku harus menjauhinya?!" tanya kina
"aku belum bisa mengatakan alasannya, akan ku katakan saat waktunya tepat" ucap kazune sembari masuk kembali ke mobil
"ta..tapi kazune..." ucap kina
"ini sudah malam, kalau gitu bye" ucap kazune pergi
"dia pergi, besok saja aku tanya lagi" ucap kina pergi ke rumahnya
"aku pulang" ucap kina membuka pintu
"jin sudah tidur yah, aku juga tidur ah" ucap kina pergi kamarnya
•
•
•
*tunggu kelanjutannya yh😊*
jangan lupa like and comment