When You Here

When You Here
Apakah Aku Memang Merindu?



Keesokan harinya,aku pun ikut berlomba. Lomba kali ini,aku rasa akan menjadi lomba-lomba seperti biasanya.Lomba yang sama sekali tidak menantang bagiku,lomba yang sama saja seperti tahun sebelumnya dan lomba yang tidak pernah sulit untuk aku hadapi.Aku yakin di lomba kali ini,aku juha akan mendapat juara lagi.Itu memang sudah takdirnya aku tidak pernah tidak mendapatkan juara,dan mendapatkan juara sudah biasa dan tidak asing lagi bagi ku.Lomba di mulai pada pukul 09.00am,dan pengumuman juaranya pada keesokan harinya.Aku menginap bersama siswa siswi sekolahku yang mengikuti lomba yang serupa denganku, meskipun kami bersama.Ya kau tau,aku pasti sendiri dan itulah aku,i don't care.Memang sendiri adalah yang aku inginkan,memiliki teman bagiku hanya merisihkan saja.Aku menginap di hotel,dan 1 kamar teman ber5. Aku merasa risih,mereka sangat berisik sekali,aku tidak bisa berbuat apa-apa. Berbicara dengan mereka tidak berguna, mereka mendengarkan tapi tidak melaksanakan,masuk telinga kiri keluar telinga kanan.Aku mengeraskan volume headphone sambil membaca buku,karena mereka aku tidak bisa tidur dengan cepat. Biasanya aku tidur pada pukul 10.00pm,itu pun paling telat,tapi karena mereka yang berisik,aku jadi tidur jam 01.00am.Besoknya aku sangat mengantuk sekali,tidak biasanya aku tidur pada pukul segitu.Meskipun aku mengikuti lomba,aku tetap tidur pada pukul 10.00pm.Pengumuman juara adalah pukul 10.00am dan kami pulang pada pukul 14.00pm, tapi karena siswi yang cerewetnya minya ampun,kami jadi pulang pada pukul 16.00pm.Awalnya guru pembimbing tidak mau,tapi karena kami mendapat piala yaitu piala ku juara 1,dan piala yang lain 2,guru pun menuruti kemauan siswi itu.Mereka pergi berjalan jalan,tapi aku lebih baik di mobil saja. Lalu aku tiba-tiba teringat suatu kejadian,aku di fitnah mencuri.Jadi aku mengikuti mereka, meskipun aku mengikuti mereka,aku menunggu di salah satu kafe di mall.Akhirnya kami pulang dan sesampainya di rumah,aku sangat lelah,aku mandi, berganti pakaian, makan lalu istirahat.Entah kenapa aku tiba-tiba memimpikan anak konyol itu,aku bermimpi kalau dia tengah sakit,dia begitu lemah dan tak berdaya.Banyak sekali yang menemaninya,namun dia hanya menyebut namaku dan ingin diriku yang menemaninya. Keesokan harinya aku berangkat kesekolah, hari ini aku agak terlambat datang ke sekolah, aku datang sedikit lebih lama dari biasanya. Aku melihat kekiri dan kekanan,aku memastikan dia bersekolah hari ini,mungkin aku begini karena mimpiku tadi malam. Setelah pelajaran usai,aku di minta untuk pergi ke ruang guru untuk menemui bapak kepala sekolah.Ternyata aku diminta untuk menjadi guru pembimbing bagi salah satu siswa di sekolah,awalnya aku menolak dengan alasan aku tidak bisa mengajari siapa pun karena aku merasa risih jika bersama dengan orang lain.Bapak kepala sekolah agak terkejut mendengar kalau aku risih jika aku bersama dengan orang lain,tapi beliau meyakinkanku agar aku mau menjadi guru pembimbing.Dan ya,aku setuju dengan permintaan beliau,dengan syarat kalau aku tidak bisa mengajarinya karena aku merasa risih,aku akan meninggalkan bimbinganku untuknya,dan beliau pun setuju dengan hal itu,beliau bilang kalau orang yang akan aku bimbing sekarang sedang menungguku di perpustakaan,maka aku pun menyusulinya ke perpustakaan.Sesampainya disana aku tidak menemukan siapa-siapa,aku berpikir kalau dia mungkin sedang pergi ke toilet,jadi aku pun menunggunya sambil membaca buku.Beberapa saat tiba-tiba ada kertas origami berbentuk burung yang menghampiriku,dan ternyata yang ada di belakangku dan yang akan aku bimbing ternyata adalah.....


Hai cantik,lama ya kita tidak bertemu,kamu pasti kangen ya sama aku.Maaf ya belakangan ini aku tidak mengabarimu, soalnya aku agak sibuk.Jadi aku enggak bisa deh mengabarimu.


Aku menggerutu dalam hati,apa dia bilang belakangan ini.Padahal dia enggak ada kabar hampir 1 bulan dan dia bilang belakangan ini, aku memang selalu heran dengan anak konyol seperti dia.Tapi aku juga merasa lega karena ternyata dia baik-baik saja,syukur lah.


Semenjak dia pergi,aku memang beberapa kali memikirkannya,itu memang aneh tapi itulah kenyataannya.


Aku boleh duduk di sini kan,tak ada jawaban berarti iya.Kamu disini sedang menunggu siapa? Kamu nungguin aku ya,tak ada jawaban berarti iya.Waaaah kamu pasti benar-benar rindu kan sama aku,tapi kamu malu-malu.Jangan malu-malu lah,kamu lagi nungguin siap sih? Aku serius lo ini bertanya


Lagi nunggu seseorang


Seseorang,masa kamu nunggu seseorang di dalam perpustakaan,enggak romantis banget sih.Aku juga lagi nunggu seseorang sih,tapi dia udah datang.Kamu ngapain nunggu seseorang?


Aku mau membimbing,jadi mau mengajari dia.


Ooooh gitu toh,emang pak kepsek enggak bilang ya kamu mau mengajari siapa?


Enggak


Oalaaah,pantesan aja.Kamu akan membimbing aku tauuuuuu


O


Hah,O aja.Kamu enggak terkejut kalau kamu mau membimbing aku


Nah sekarang kamu paling enggak ngerti pelajaran apa? Biar kita mulai dari pelajaran yang sulit kamu pahami.


Aku serius


Iya aku juga serius,kita enggak perlu terlalu serius dalam hidup.Nanti cepet tua loooo


Daaaaan bisa enggak kalau hari pertama itu kita kenalan aja dan bicara-bicara aja dulu,oke


Kita udah saling kenal


Ya sih,tapi kan kita belum bicara


Terus tadi yang kita lakukan dan yang sekarang kita lakukan itu enggak saling bicara emang.


Sini,denger ya nona cantik,kamu ituuu


Itu bel masuk,aku harus ke kelas


Weeeee barengan ya


Enggak


Ya udah deh aku paksa


Hari itu aku merasa lega dan senang melihatnya yang baik-baik saja,mungkin nanti aku bisa tanyakan padanya,kenapa dia pernah hilang kabar,atau aku harus menyimpan pertanyaanku itu.