
Hari ini adalah hari yang sama seperti setiap harinya.Sunyi,sepi,dan senyap.Seperti itu lah hari-hari yang kurasa dalam hidupku.Dalam hidupku,aku hampir tak pernah merasa ada warna dalam setiap hari-hari yang ku jalani selama ini.Rumahku besar dan mewah,aku memiliki apa saja di rumahku,aku bisa memiliki barang apa saja yang aku inginkan, semuanya sempurna,namun satu yang tidak pernah aku bisa dapatkan,kasih sayang.Aku memang memiliki segalanya kecuali kasih sayang dan perhatian dari orang tuaku.Ibu ku tidak pernah ada waktu untukku karena ibu ku selalu bekerja tanpa henti,ibu sering pergi keluar kota bahkan luar negeri.Ibu bisa tidak pulang ke rumah karena banyak pekerjaan yang harus di tangani,ibu biasanya menginap di kantornya.Sedangkan ayah ku,hanya sibuk dengan laptopnya dan pebelitiannya yang menurutku sama sekali tidak berguna. Semenjak ayah tidak bekerja di kantornya karena kantornya di ambil alih oleh selingkuhannya,ayah jadi tiba-tiba suka mengotak atik barang elektronik.Ayah tiba-tiba jadi seorang penemu barang aneh yang tidak ada gunanya menurutku.Karena penemuannya yang tidak bermanfaat itu lah ayah sering menghabiskan uang ibu untuk membeli barang-barang konyol yang entah nantinya akan di buat jadi barang tidak berguna apa lagi.Hari ini aku akan berangkat ke sekolah,aku selalu sarapan di rumah.Meja makan yang panjang,kursi yang banyak dan makanan yang selalu tersedia pagi,siang, dan malam selalu tersisa.Makanan yang mewah tak ada artinya,tidak banyak yang bisa di makan.Ruang makan yang interiornya sangat indah dan hidup terasa suram dan mati karena tak ada kehidupan yang terasa.Hari ini seperti biasa aku sarapan sendiri di meja makan yang panjang tanpa ada yang menemani.Tapi aku sudah biasa,sebab sejak kecil aku selalu merasakan hal ini.Hidupku yang sepi terasa semakin mendalam karena rintikan hujan yang mengenai semua benda yang terkena.Ayunan rintik-rintik hujan yang membuat alunan melodi nan indah,terasa biasa.Dari kaca jendela mobilku,aku bisa melihat orang-orang tengah berteduh dari hujan,kendaraan yang melaju tidak terlalu kencang karena licin,lalu lintas yang tidak terlalu padat.Setiap hari yang ku lalui selalu sama,hari yang sunyi bagai waktu,tak pernah lekang untuk berhenti.Beberapa waktu,aku pun sampai ke sekolah.Aku langsung masuk ke dalam kelas,aku tidak memiliki teman di sekolah,aku pun tidak pernah mengharapkan ada seseorang yang hadir dalam hidupku.Aku sudah biasa hidup dengan kesendirian,aku tidak membutuhkan teman.Aku tidak tahu harus menafsirkan hidupku saat ini,apakah aku senang dengan kesendirian,atau malah aku memang membutuhkan teman. Bagaimana aku mengatakan senang,aku saja tidak pernah tahu apa makna rasa senang itu. Aku pernah membaca dan mencari di internet maksud kata senang,aku menemukan bahwa senang adalah saat di mana kau merasa bahagia dengan apa yang kau dapatkan dan rasakan,saat seseorang merasa senang biasanya dia akan tersenyum bahkan tertawa dan senang juga bisa membuat orang salah tingkah.Aku memahami konsep itu,tapi aku tidak pernah bisa menerapknnya dalam hidupku.Mungkin karena kesedihan dan kesepian itu,aku jadi tidak bisa merasakan tang namanya senang.