
Pagi ini,aku tidak melihat ibu di rumah.Aku yakin kalau ibu menginap lagi di kantor, syukur lah kalau ibu enggk ada di rumah,aku jadi enggak perlu mendengar perkelahian antara ibu dan ayah.Pagi ini seperti biasanya aku makan sendiri lagi,meja yang begitu panjang,kursi yang begitu banyak berjejer rapi,makanan yang banyak yang telah di sajikan,tapi aku tidak merasa senang.Rasanya suram dan hambar,sebab tak ada seorang pun yang menemani.Aku mengajak pembantu ku untuk makan bersama,namun tidak bisa lantaran pekerjaan yang menumpuk banyak.
*Pagi sayang...
a..a..ayah
Kenapa? Kamu kok terkejut begitu sih.
Tumben ayah sarapan bersama ku..
Kenapa? Kamu enggak suka ya.Kalau enggak suka,ayah makannya nanti saja kalau begitu
Enggak kok,Aina malah senang kalau ada temannya makan.
☺syukur lah kalau Aina senang..
☺iya*...
Ternyata aku salah paham,aku pikir hari ini tuh aku enggak ada teman makan.Ternyata ayah menemaniku untuk sarapan,aku merasa senang,karena untuk pertama kalinya,aku memiliki teman makan di meja makan yang panjang.
*Kamu udah selesai...
Iya...Aina berangkat sekolah dulu ya yah...
Iya hati-hati ya..
Iya*..
Entah kenapa,aku merasa kalau akhir-akhir ini aku jadi sering tersenyum.Biasanya aku selalu jutek dan pendiam,tapi belakangan ini aku jadi lebih sering tersenyum dan aku juga sering bicara.Aku tidak menjadi gadis pendiam lagi,hidup ku juga belakangan ini terasa berbeda.Ada banyak hal yang berubah, aku memiliki teman,aku bisa bicara dengan ayah bahkan aku sarapan bersama.Rasanya hidupku banyak yang berubah deh, mungkinkah semenjak aku bertemu dengannya.Entahlah...
*Eh,itu bukannya ibu ya? Iya bener itu ibu. Ngapain ibu ada di cafe,jam segini lagi, bukannya seharusnya ibu ada di kantor, kenapa ibu malah ada di sini.Pak tolong berhenti.
Ada apa non? Sekolah kan masih jauh
Aku lihat ibu,aku penasaran ibu ngapain.Ibu sama siapa? Laki-laki itu siapa,apa mungkin teman kerja ibu di kantor.Terus ngapain ketemunya di cafe,lagian kantor ibu sama cafe ini jaraknya lumayan jauh.Ibu ngapain ya, aduuh udah mau jam 7 lagi,bentar lagi aku masuk nih.Urusan ibu lain kali aja deh kayaknya,ya udah jalan pak
Oh iya non,baik.
Yaaa aku telat deh.
Aduuuh maaf ya non,non telat gara-gara bapak.
Bukan salah bapak kok.Enggak apa-apa tenang aja
Maaf ya non.
Kamu kenapa telat?
Enggk ada.
Seenteng itu ya kamu jawab.
Apa kek gitu.
.....
Nama kamu siapa?
Aina
Kelas?
XI IPA 1
Anak Ipa 1 telat.
Emang salah
Enggk sih.Kamu jutek banget ya..
....
Karena kamu telat,kamu harus di beri hukuman.Karena ini pertama kalinya kamu telat,hukuman kamu adalah membersihkan WC wanita saat jam istirahat pertama.
Saya harus membimbing pak
Kamu harus membimbing.Emang kamu bisa apa,kamu hanya anak ingusan
Bapak guru baru ya di sini
Iya,kenapa emangnya
Pantes
Pantes apa,kamu berani ya sama saya
Jangan pernah menilai orang dari penampilan mereka,karena penampilan bisa menipu.
Kamu kurang ajar ya.
Akan saya buat bapak terkejut nantinya.
Kamu berani ya sama saya.
Kalau iya
Hukuman kamu saya tambah,kamu harus membelikan saya makanan dan minuman saar jam istirahat ke dua.Kalau tidak,saya akan buat perhitungan sama kamu.
Perhitungan seperti apa?
Kamu lihat saja nantinya,kamu akan menyesal karena telah kurang ajar dan sudah membuat masalah dengan saya*