What's Wrong With Me?!

What's Wrong With Me?!
Prolog



Stelaxia Fanny Adinda, biasa dipanggil Fanny. Anak kelas 2 jurusan IPA. Aku bingung dengan diriku sendiri, sebenarnya ada apa dengan diriku?! Semenjak saat aku terkena penyakit yang sangat tidak ku mengerti dan membawanya kepada kakekku, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dalam diriku?


Malam ini adalah malam pekat dan berkabut. Untung saja aku pergi bersama sabahatku Nanda, Rika, Rei, Putra, dan Rachel. Kami berjalan disepanjang koridor gelap itu untuk membongkar apa yang sebenarnya terjadi karena kami sudah muak mendengar gosip-gosip di sekolah yang sedang trending di sekolah kami. Hingga pada saat kami berhenti di depan pohon besar halaman belakang sekolah tersebut...


"Argh! Aku ingin segera kabur, sungguh tak tahan! Membuatku sesak," seruku ketakutan sambil berlari menjauh dari halaman belakang.


"Hey! Apa yang kalian lakukan tengah malam bengini?! Jangan membuat keributan!" teriak Pak Satpam yang tiba - tiba muncul mendekati Nanda.


"Aaaaaa!!!! Aduh pak mengagetkan saja. Maaf pak, kami tersesat. Bisa antarkan kami keluar gerbang?" tanya Nanda percaya.


"Ikuti saya saja. Harus fokus ya." ucap Pak Satpam meyakinkan.


Setelah keluar dari gerbang akhirnya satpam itu pun menutupnya dan melambaikan tangannya. Sebelumnya ia berpesan untuk segera pulang dan membersihkan diri, tak lupa ia juga berpesan untuk berdoa? Ada apa dengan satpam itu? Mengapa ia sedikit gugup tadi? Adakah sesuatu yang terjadi? Apakah ia menyembunyikan sesuatu rahasia besar?! Otakku semakin tak karuan. Badanku lelah ingin segera beristirahat. Aku tak sanggup memikirkannya lagi.


"Hmm? Sungguh tak habis pikir dengan malam ini. Mengapa sangat mengerikan ya?" tanya Rika sambil mengusap dahinya yang berkeringat.


"Hahahaha apakah kalian takut?" sahut Rei mengejek.


"Haha. Bukankah kau menempel di belakangku tadi?" balas Rachel meledek.


"Hey Putra? Antarkan kami ke rumah ya? Haha, lumayan gratis ongkir, bisa hemat donk" ucap Rei mengalihkan perhatian.


"Yooo. Mana ada yang gratis bro" balas Putra sambil menyetir.


"Hahahaha", tawa kami menembus sunyinya malam.


Setelah sampai dirumah aku segera melakukan amanah bapak satpam tadi. Yah, untuk menghindari terjadinya sesuatu lalu segera beristirahat.


"Tolong! Tolong! Tolong! Tolong aku!...." suara yang serak itu tiba-tiba muncul dan menampakkan sosok wanita dari kejauhan yang terlihat samar.


"Argh!!!!! Siapa disana?! Jangan mendekat! Aku mohon, aku hanyalah manusia biasa. Aku tak punya apa-apa. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Aku meminta maaf dari hati yang paling dalam jika aku melakukan kesalahan yang mungkin aku tak sengaja melakukannya" rengekku sambil menutup mukaku rapat-rapat dan memejamkan mata.


"Fanny!!! Fan! Bangun, udah hampir siang gini masih molor? Udah ditungguin tuh sama temen kamu didepan. Gak malu apa?" seru ibuku membangunkan ku.


"Hah? Jam berapa? Dimana? Apa?" tanyaku bingung setengah sadar dengan wajah pucat.


"Apakah kau tak mendengar alarm? Apakah kau tau pukul berapa? Lihat! Jam 6 pagi Fanny! Cepat mandi dan bersiap,temanmu menunggu", ucap ibuku sambil melihatkan jam dan beranjak pergi.


Ada apa denganku?!


"Ya! Maaf guys kesiangan. Semalem agak kurang enak gitu deh" ucapku meringis meminta maaf.


"Buru berangkat, keburu telat. Untung kita masuk agak siangan" ucap Rika sambil menatapku.


"Ahahah, hehe" cengirku.


Tolong.... Tolong... Tolong!!!!


Suara yang sama persis dengan mimpiku itu sesekali terdengar di telingaku dan mulai menari nari dipikiranku.


Why?? Apa yang akan terjadi? Mengapa!!! Argh!!