What Is Married?

What Is Married?
Setia



Apa artinya kata setia?. Apa arti sebuah setia, untuk sebuah ikatan hubungan. Dari dulu, setia menurutku hanya kata dongeng pujangga. Dongeng anak anak yang berakhir dengan happy forever after. Bahagia selamanya ketika menemukan pasangan yang ia impikan. Yaitu pangeran yang memakaikan sepatu kaca. Atau pangeran yang menciumnya setelah memakan apel beracun


Hm.... yah dongeng, dongeng itu bernama kesetiaan.


Sudahlah, Bulshit setia itu ada? Bulshit, jika memang setia itu ada dalam sebuah hubungan percintaan. Buktinya apa yang ada dihadapan ku sekarang.


Wanita, lelaki, sama aja busuknya, Jika dihadapkan dengan rasa setia.


Pagi ini aku bangun sempoyongan. maklum tidurku tidak harmonis lagi setelah drama adikku Dila. Banyak pikiran dan rasa amarah dalam batinku yang meluap tak tersalurkan. Itu membuat tidurku ku apa adanya dan tak kata nyenyak sama sekali.


"Kamu gak sarapan, nak?"Tanya ibu yang saat itu menyiapkan nasi goreng, sementara itu Dila masih sibuk menyuapi buah hatinya.


"Nggak Bu, aku mau langsung berangkat"Jawabku lesu, karena jujur selera makan ku sudah hilang rasanya dengan berbagai masalah di hadapanku kini.


Gak, keluarga, Gak sahabat-sahabat lamaku, membuatku stress gak karuan.


hah!!? rasanya aku ingin ke dalam hutan dan tinggal disana. Menyepi sendiri tak menemukan berbagai kerumitan mereka. Bukan aku jahat, karena tak peduli, tapi karena aku merasa sama sekali gak berfungsi sedikitpun untuk memperbaiki kehidupan mereka.


"Hah!!! sudahlah!!!"


Ku langkahkan kaki masuk mobil dan mulai berkendara ke kantor. Satu-satunya yang bisa kulakukan sekarang, hanya beraktifitas seperti biasa. Anggap saja tak terjadi apapun.


Tapi sebelum ke kantor, aku putuskan sejenak mampir ke kedai kopi langganan ku. Niat ku sejenak ingin bersantai dan menyeruput secangkir kopi, menikmati aromanya serta menghilangkan kegaduhan pikiranku dengan suasana kafe yang bergaya klasik tahun delapan puluhan tersebut.


Letaknya tak seberapa jauh, dari kantor, cukup 10 menit saja, jarak kantor propertiku, dengan kafe langganan ku.


Aku masuk tanpa basa-basi, memesan secangkir kopi hitam sumatra, dan sepotong blackforest mini, lalu duduk di pojok tempat mobil klasik merah, yang menjadi hiasan dekorasi khas tersebut.


Seketika seorang lelaki yang tak lain waiter di kafe itu membawa pesananku.


"Pesanannya mbak"Ucapnya menyajikan.


"Hm.. iya"Jawabku singkat menekan handphone dan bermain media sosial.


"Selamat menikmati"Ucapnya tersenyum dan berlalu.


"Ya"Jawabku singkat masih membolak balik laman instagramku.


"Hm... Yuli"sebutku melihat foto Yuli yang nampak tersenyum bersama suaminya.


"Syukur deh, dia bahagia, cuman dia temanku yang gak ada masalah sama sekali". Ucapku lalu menyeruput kopi hangat dihadapkan ku.


"Om, makasih ya belanjaannya" u


Ucap manja seorang wanita dan aku tidak sekalipun memperdulikannya. aku masih sibuk menggeser handphoneku lesu, sembari merunduk menutup wajahku dengan buku menu.


"Ya, sayang, asal kamu bahagia, kita duduk sebelah sana aja yuk"dengarku jelas dan ku mulai melirik dua manusia dihadapan ku, seorang lelaki uzur berambut putih dengan kemeja kotak-kotak biru dan seorang wanita seksi dengan tangtop merah seksi duduk membelakangi ku. Ia sibuk merapikan tas belanjaannya yang berserakan di atas meja.


"Hm... peduli amat"Cuekku dalam hati.


"Om, aku belum punya tas hermes warna merah maroon ini lo"Manjanya jelas sekali.


"Hm.. pasti dia simpanan"Tebakku memperhatikannya sesekali.


"Hm.. gampang nanti kita beli, o..ya om ketoilet dulu."Izin lelaki tua itu bangun. Ia lalu bergegas pergi.


"Trinkkkk... trinkkk" suara handphone berbunyi. Dan jelas itu bukan handphone ku.


"Ya sayang, aku lagi sama bosku"suaranya berubah, ini seperti gak asing, tapi ah gak mungkin.


"Ya mas Jono, Yuli bentar lagi pulang, pak Rohyan, minta diselesein berkasnya sebentar lagi"


"Yuli..."sebutku dalam hatiku curiga.


"Yul, om mau balik dulu nih"izin lelaki tua itu seketika menghampiri meja tempatnya duduk tadi.


"Kok, cepet amet sayang, kita kan belum beli tas"suaranya berubah manja.


"Kamu beli sendiri aja, ini kartu om, kamu boleh beli apa yang kamu mau". Serahkanya Blackcard, unlimited di atas meja.


"Ya deh sayang, makasih banyak, I love you"manjanya mengambil Blackcard tersebut tanpa basa basi.


"Ya udah, aku pergi dulu ya sayang"Izinnya lembut lalu mengecup kening wanita itu lembut. Ia lalu berlalu dan memainkan jempol jemarinya menandakan.


"Nanti ku telpon"


"Dasar tua tua keladi"umpatku dalam hati.


"Jijik banget"Sambungku menyeruput kopiku yg masih hangat.


"Trink-trink"Handphone kembali berbunyi.


"Ya sayang, Aku PU....."angkatnya terperangah berbalik melihat keberadaan ku di belakang.


"Iya dia..."


"Yuli.."Sebutku dalam hati


"eh, Me.. Li... sa"sapanya terbata-bata. Ia menyimpan handphonenya di tasnya seketika.


"Kamu, apa kabar, kamu sudah lama disini"Tanyanya basa-basi dengan wajah ketakutan


"Lumayan lama"senyumku terpaksa


"Oh..em... aku"Bingungnya menghampiri mejaku.


"Aku gak mau ikut campur, itu urusanmu"Jelasku to de point. Ya aku paham, Dia wanita bersuami yang sekarang selingkuh dengan om-om. up to you deh. terserah kamu. Males juga nanti dituduh mencampuri urusan orang.


"Thanks ya Mel, kamu pengertian banget, jujur aku gak mau ngelakuin semua ini, kalau, keadaan ekonomiku bagus. kamu tahu kan, gaya hidupku gimana?, aku gak bisa hidup pas-pasan, Aku pikir nikah dengan mas Jono, buat aku bahagia, karena dia tajir, tapi kenyataannya sekarang dia lagi jatuh, usahanya bangkrut, jadi aku terpaksa cari uang begini"


"Demi uang kamu selingkuh"ungkapku tersenyum lalu menyeruput kopiku kembali. Aku kemudian menyendok satu sendok penuh kue blackforest yang ku pesan tadi dan menyuapinya.


"Apa maksudmu, Mel?"tanyanya bingung.


"Makan"Perintahku singkat dan ia membuka mulut lalu menyambut suapanku.


"enak?"


"m...."Angguknya mengunyah.


"ya udah, nikmati aja"


"Nikmati?"bingungnya membersihkan diri dengan tisu.


"Ya, That's your choice"akhiriku lalu pergi.


Entah dia paham atau tidak maksudku. yang jelas aku tidak mau peduli dengan, apa yang ia lakukan. Mau selingkuh, atau di selingkuhi, itu urusannya.


Itu pilihanmu, nikmatilah. Bertanggung jawablah atas pilihanmu.


Dan untuk kata "setia". sekali lagi, aku berkata "itu hanya dongeng". bukan hanya lelaki saja yang gemar selingkuh, bahkan wanita pun adalah pelaku yang sama.


"What is married?"


"Apa itu pernikahan?, jika ujung-ujungnya di jalani, dengan selingkuh dan di selingkuhi".