We’re Going On A Date!

We’re Going On A Date!
Sebuah Keterpaksaan



“Aku benar-benar tidak percaya akhirnya kau mengikuti acara ini,”


Hyunsoo yang baru saja menjatuhkan tubuhnya di sofa seketika mendongakkan kepalanya begitu mendengar suara Seunghwan. Pria yang menjadi leader di boybandnya itu tersenyum sekilas, menatapnya beberapa detik, kemudian kembali mengarahkan pandangannya pada layar laptopnya dan mengetik-entah-apa. Hyunsoo menebak Seunghwan sedang mengurusi masalah kontrak mereka. Sepanjang perjalanan dari acara musik tadi, ia terus saja merutuki Go Jungjin, managernya, yang berisik mengingatkannya untuk membaca syarat-syarat kontrak yang diajukan beberapa pihak televisi.


“Aku pikir kau tidak tertarik,” kata Seunghwan lagi.


Hyunsoo mengedikkan bahunya. “Aku memang tidak tertarik,” katanya acuh. Pria itu segera memposisikan tubuhnya bersandar pada sofa senyaman mungkin. Setelah menghabiskan seharian ini dengan melakukan recording di acara musik, badannya benar-benar terasa lelah dan ia benar-benar merasa butuh sandaran untuk meletakkan kepalanya yang berdenyut pelan. Untung saja hari ini adalah goodbye stage Orion, sehingga mulai besok mereka tidak perlu lagi aktif mengisi acara musik on-air.


Tapi sebagai gantinya, setumpuk acara variety show menawarkan pada mereka untuk mengisi acara. Dan kini Seunghwan benar-benar bingung memilih acara mana saja yang harus mereka ikuti.


Menjadi leader sebuah boyband yang sudah mulai naik daun itu tidak mudah. Itu yang Hyunsoo simpulkan dari kegiatan Seunghwan sehari-hari. Seunghwanlah yang setiap hari mengurusi segala urusan Orion, termasuk urusannya dan Kyungjoon. Belum lagi ia yang harus bertanggungjawab mengenai segala latihan atau kegiatan yang mereka lakukan. Ia yang akan pertama kali meminta maaf ketika mereka melakukan kesalahan, meskipun itu bukan kesalahannya. Untuk beberapa hal ini, Hyunsoo merasa beruntung ia bukanlah seorang leader. Menjadi anggota sudah cukup melelahkan, dan ia tidak berminat sedikitpun menjadi seorang leader.


“Lalu, kenapa kau mau menerimanya?”


Lagi-lagi, Hyunsoo mengedikkan bahunya. “Entahlah. Boss bilang padaku kalau banyak sekali acara-acara semacam itu yang memintaku menjadi pengisi acara, MNET Scandal, We Got Married, dan sekarang We’re Going On A Date, dan ia bilang ia tidak enak terus-menerus menolaknya, jadi ia menyuruhku memilih satu. Jungjin hyong juga terus menerus memaksaku menerimanya, katanya kapan lagi aku mendapat kesempatan berkencan jika bukan sekarang,”


“Jungjin hyong benar, hyung! Kapan lagi kau akan berkencan kalau bukan sekarang?” Kyungjoon muncul dari kamarnya dan langsung duduk menyebelahi Hyunsoo dengan tatapan ceria seperti biasanya. Hyunsoo bisa melihat si maknae sudah mengganti denim hitam yang tadi dipakainya untuk perform dengan celana pendek santai.“Kau seharusnya memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,”


“Hmm\~,” Hyunsoo menanggapi Kyungjoon tanpa minat.


“Kyungjoon iri padamu,” kata Seunghwan tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya. “Dia ingin bisa berkencan juga. Tadi dia bilang padaku ingin ikut variety We Got Married bersama Tiffany SNSD,”


“Ya\~ naega eonje?!” protes Kyungjoon cepat. Ia menatap Seunghwan dengan mata memicing sengit.


Hyunsoo terbahak. “Tiffany SNSD terlalu tua untukmu, Kyungjoona. Jika kau ingin ikut We Got Married sebaiknya memilih IU saja,” komentarnya.


Kyungjoon menoleh dengan cepat. Matanya membulat takjub menatap Hyunsoo. “Kau suka IU, hyung?”


“Tidak,” Hyunsoo menggeleng polos.


“Kau tahu, ini pertama kalinya kau menyarankan padaku seorang wanita yang sebaiknya kukencani,” Kyungjoon masih memandang Hyunsoo takjub.


“Lalu?”


Dan sebuah jitakan segera mendarat mulus di kepala Kyungjoon. “Kau pikir aku gila, hah?” sungut Hyunsoo.


“Sakit...,” Kyungjoon mengelus kepalanya yang baru saja terkena jitakan.


“Lee Kyungjoon, sebaiknya kau segera melenyapkan semua pemikiran aneh dari kepalamu,” komentar Seunghwan. Ia tergelak pelan melihat penderitaan maknaenya itu.


“Aku hanya baru saja membaca beberapa fanfiction dan para fans bilang kita cocok sebagai couple. Hyun-joon couple,” katanya pada dengan raut tanpa dosa.


Hyunsoo mendesah. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya skeptis menatap temannya yang satu ini. Entah dia terlalu polos atau apa. “Lalu kau tertarik padaku?”


“Tentu saja tidak!” bantah Kyungjoon cepat. “Aku masih suka Tiffany nuna,” tambahnya buru-buru.


Hyunsoo mengangguk-angguk. “Baiklah kalau begitu, anggap saja aku suka IU,”


“Apa maksudnya?” Kyungjoon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Sudahlah, kau tidak usah pedulikan dia, Hyunsooya,” kata Seunghwan. “Sudah kubilang, dia itu iri padamu,”


“Kau ingin ikut variety itu?” tanya Hyunsoo pada Kyungjoon.


“Tidak,” Kyungjoon menggeleng polos.


“Kalau kau ingin, aku tidak keberatan kau menggantikanku mengikuti acara itu,” kata Hyunsoo sambil beranjak dan melangkah ke kamarnya. Ia lelah dan ia benar-benar ingin tidur sekarang.


***


Note :


Nuna : panggilan adik laki-laki pada kakak perempuan


Naega eonje? : kapan aku bilang begitu?