
“Pagi mom!” tiba tiba dengan girang Viona berlari dari kamar kedapur dan langsung memeluk sang mama yang sedang memasak.
“Ada apa lagi sih Vi, pagi pagi udah bikin momy jantungan aja.” Gerutu Raina yang kaget ketika Viona memeluk Raina dengan kuat.
“tau tuh pagi pagi udah teriak teriak ajah. hari ini seneng banget sih?” tanya Sean penasaran kemudian meminum kopi nya.
“Hehehe, iya nih dad Vio lagi seneng.” Ucap Vio sambil masih terus memeluk Raina dari belakang. ‘lagi seneng mau ketemu Riona ded.’ Lanjut Vio dalam hati.
“Ecieee, lagi seneng. Mau di ajak kencan ya sama cowok kemarin sore.” Celetuk Raina ketika melihat penampilan Vio yang rapi membuat Sean yang sedang duduk di sofa menoleh kepada anak dan istri nya.
“Ih momy sotoy deh. Orang mau jalan sama Akira kok.” Ucap Vio kesel Membuat Raina tertawa geli.
“Cowok kemarin sore?” ucap Sean sambil menatap Vio dengan berbinar.
“Iya, pa. Kemarin sore Vio di anterin pulang sama cowok. Tapi cowok nya rapet banget pake masker sama topi.” Ucap Raina.
“Tumben deket sama cowok, Biasa nya aja jutek sama cowok. Terus gimana sama kevin?” ucap Sean.
“Kevin apa nya sih ded? Siapa juga yang deket sama si kunyuk itu.”
“Lah bukannya kalian pacaran ya?” ucap Sean dan Raina kompak.
“Siapa yang bilang si?! Ogah banget pacaran sama dia.”
“Tapi ini kata Akira loh.” Ucap Raina. ‘Sialan kau Akira!’ umpat Vio dalam pikiran nya. Tiba tiba handphone bergetar langsung saja Vio membuka benda kotak tersebut.
Lionel
Vi, aku udah di depan rumah kamu
To: Lionel
Ya gue mau turun nih
“Mom, Vio udah di jemput nih.”
“Eciee yang mau jalan sama pacar.” Ucap Sean menggoda anak nya. Vio memutar bola mata nya jengah.
“Yaudah ati ati, awas jangan kebablasan pacaran nya.” Ucap Raina dengan senyum geli nya.
“Udah gih buruan nanti pacar nya marah.” Sarkas Sean membuat Vio memanyunkan bibir nya sebal.
“Yaudah bye mom bye dad.”
Vio segera menghampiri mobil Levano yang ada di depan gerbang rumah nya. Vio masuk ke mobil hitam tersebut.
“Gimana Van? Lo udah ketemu lokasi nya?” tanya Vio.
“Udah, lokasih nya gak jau dari kota ini.” Vio mengangguk kemudian Lionel menjalan kan mobil nya.
**
Riona POV
“Huuuft, akhirnya aku bisa istirahat.” Gumam ku ketika mendapat jam istirahat nya setelah lama berdiri di meja kasir , toko roti milik ibu.
Aku akan gunain waktu istirahat ini ke cafe, aku penasaran sekali dengan orang yang mengirim pesan semalam.
Aku menghampiri ibu yang sedang memanggang roti setelah sebelum nya menarik nafas agar dapat di izin kan.
“Bu, Riri mau keluar sebentar?” ucap Riona.
“Kemana.”
“emm itu.. Menemui teman ada urusan penting.”
“Pergi saja, tapi jangan lama lama kalo masih ingin aku gaji.” aku menghembuskan nafas ku lega. Aku mengangguk paham.
Kemudian Aku mengganti seragam ini dengan baju biasa, lalu mengambil tas selempang ku dan keluar melewati pintu belalang toko.
Aku turun dari bus ketika sudah sampai di halte dekat sekolah. Aku mengayun kan langkah ku dengan riang menuju cafe.
Aku membuka pintu cafe tersebut. Ternyata masih sepi mungkin baru buka. Aku memutus kan untuk menunggu saja.
TBC