
Kini Vio masih di cafe bersama Levano. Mereka sedang asik mengobrol.
“Van, gue ingin ketemu Riona dan lo harus temenin gue.” Ucap Vio menatap Levano.
“Levano akan selalu menuruti mu, nona.” Ucap Levano sedikit kaku karena memang Levano jarang berkomunikasi dengan orang, bisa di bilang orang yang anti sosial.
Vio memutar bola matanya malas. “Ck, gak usah panggil gue nona segala, panggil gue Vio ajah sih apa susah nya.” Kesal Vio.
“Ah ya no-- eh Vio.” Ucap Levano terbata-bata.
“Besok gue bakal minta izin sama momy. Kita akan menemui Riona dan ini masih rahasia kita berdua, jangan sampai ada seseorang yang tau kalau gue punya kembaran.” Ucap Vio dan di angguki Levano.
“Oke, gue harus pulang, pembicaraan ini berlanjut besok.” Ucap Vio seraya berdiri dari duduk nya.
“Biar aku antar pulang.” Ucap Levano dan di angguki Vio.
**
Vio turun dari mobil Levano ketika mobil itu sudah sampai di depan gerbang rumah nya.
“Makasih Van, gue masuk dulu ati-ati di jalan jangan ngebut lo.” Ucap vio.
“dont worry, aku balik dulu, bye.” Ucap nya kemudian menyalakan mesin mobilnya.
“Bye.”
Vio berjalan memasuki gerbang nya namun pandangannya tertuju pada seorang perempuan yang sedang menyiram bunga dengan memandangi nya sambil tersenyum geli. Ya perempuan itu adalah Raina. Kemudian Vio menghampiri sang mama dengan terheran heran.
“Ada apa mom?” ucap Vio bingung karena momy nya ini tersenyum senyum sendiri.
“Siapa tadi Vi?” bukannya menjawab Raina malah berbalik bertanya.
“Tadi temen Vio kok mom.” Ucap Vio.
“Yakin temen nih, gak usah malu sayang.” Goda Raina.
“Gak usah malu apa nya sih mom? Orang tadi temen Vio kok.”
“Temen apa pacar nya nih.”
“Sumpah mom! Momy kayak anak remaja deh, pake goda anak nya lagi.” Kesal Vio kemudian menghentakan kaki nya menuju kamar.
“Hahaha, kalo bawa pacar kenalin momy juga Vi, hahaha anak momy sudah besar ya.” Kata Raina yang masih bisa di denger Vio. Vio yang sudah kesal pun berlari memasuki kamar nya. ‘apasih momy tuh, bikin kesel ajah, untung sayang.’ Batin Vio.
**
Vio sedang berbaring di ranjang nya sambil mengotak atik handphone nya. Vio sedang memasukan nomor ponsel Riona. Ya nomor yang di dapat nya dari Lionel ketika meretes biodata Riona.
To: Riona
Besok siang kita ketemu di cafe depan sekolah mu
From: Riona
Siapa ini?
To: Riona
Gak penting siapa aku, kalo mau tau kita bisa ketemu siang nanti
Itulah isi pesan di handphone Vio. Ia tak sabar untuk bertemu saudara kembar nya. Berkali kali ia yakinkan untuk tak gugup bertemu dengan nya nanti.
Kemudian Vio meletakan handphone nya dan mematikan lampu. Ia segera tidur.
“Good night my twin.”
**
Riona POV
Kini aku sedang berbaring di kasur ku sambil mengerjakan pr. Aku mengambil handphone ku ketika benda kotak tersebut berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk.
unknown
Besok siang kita ketemu di cafe depan sekolah mu
Aku mengerutkan kening ku bingung. Siapa nomor gak di kenal ini? Apa jangan-jangan ini ulah Vanya and the genk?
to: unknown
Siapa ini?
Unknown
Gak penting siapa aku, kalo mau tau kita bisa ketemu siang nanti
Aku mengerutkan kening ku dalam dalam. Aku harus gimana? Apakah aku akan menemui orang ini atau tidak? Aku takut kalau orang ini akan menyakiti ku. Tapi entah kenapa pikiran ku selalu menyuruh ku untuk menemui orang ini. Ya sudah lah, toh aku juga penasaran siapa orang ini. Jadi besok aku memutuskan menemui nya.
Aku segera menyelesaikan pr ku dan segera tidur. Aku matikan lamu tidur ku. “Selamat malam.” Gumam ku pada diriku sendiri.
**