
Vio memoleskan wajah nya dengan sedikit bedak agar kulitnya tidak terlalu pucat, selesai. Ia segera keluar kamar untuk meminta izin.
Ia berjalan menuruni tangga menuju ruang keluarga. Di sana sudah ada dady dan momy nya.
“Hi dady, hi momy.” Sapa nya.
“Hi princess nya dedy.” Jawab Sean, papa Viona.
“Hi sayang.” Ucap Raina, mama Vio. Kemudian Vio memeluk Sean.
“Tumben rapi, mau kemana.” Tanya Sean.
“Ded Vio mau hangout sama temen.” Ucap Vio.
“Baiklah.. Tapi jangan pulang terlalu malam.” Ucap sean.
“Oke ded.” Vio mencium pipi Sean dan Raina bergantian.
Vio melangkah menuju bagasinya. Ia memilih mobil yang hendak ia kendarai . akhirnya pilihan nya jatuh pada mobil sport merah pemberian papanya.
Ia mengendarai mobilnya menuju club A. Sesampainya di sana Vio memarkirkan mobilnya dengan baik. Kemudian ia memasuki club tersebut.
Pandangan semua orang kini terpusat pada Vio. Tapi Vio tak menghiraukan pandangan Semua orang. Ia berjalan menghampiri meja sahabatnya.
“Apa gue telat?” Tanya nya ketika sudah sampai di hadapan Akira dan Natali.
“Telat lima menit sih.. Tapi yang penting lo udah di sini.” Ucap Akira.
“Seperti biasa lo selalu menjadi pusat perhatian.” Ucap natali merangkul Vio agar duduk di sebelahnya. Vio mengangkat pundak nya, tak perduli. Vio memang terkenal cuek dan jutek pada siapa pun selain keluarga dan sahabatnya. Namun itu tak menyurutkan kecantikan dan aura Vio.
“Btw, lo udah minta izin kan sama Kevin?” tanya Akira.
“hah? Buat apa gue minta izin cowok tengil itu.” Ucap Vio jijik.
“Terus kenapa dia ada di aini.” Akira menunjuk jari nya ke arah kanan dan di sana Kevin sedang berkumpul juga bersama teman-teman nya.
“Seperti kata orang, jodoh tuh gak bakal kemana-mana.” Ucap Natali sambil melirik Vio.
“Maksud lo.. Gue jodoh sama Kevin si cowok tengil itu.” Ucap Vio tak terima.
“Gue kan gak nyebutin lo.. Apa jangan-jangan lo pengen jodoh sama Kevin ya.. .” ucap Natali menggoda Vio. Vio mencebikan bibirnya jijik.
“KEV! LO DI PANGGIL VIO!” teriak Raina membuat Kevin menoleh ke arah nya. Vio melotot kesal ke arah sahabatnya itu. Kevin menghampiri bangku Vio.
“Well, tumben lo panggil gue? Apa lo udah jatuh cinta sama gue.” Kevin menyeringai.
“Najis, jangan gr lo.., lagian kenapa sih lo dateng ke sini juga.” Kesal Vio.
“Suka-suka gue lah.. Hidup hidup gue kok lo yang repot.”
“Enek tapi suka kan lo.”
“Suka dong dan saking suka nya pengen gue tonjok tuh muka.”
“Stooop it, kalian kalo di deketin kok gak ada akur-akurnya kayak anjing sama kucing. Damai dulu lah bosen gue ngliat kalian debat terus.” Kesal Natali melihat kelakuan sahabat nya. Memang Vio dan Kevin jika di dekatkan selalu saja bertengkar, mendebatkan hal-hal yang menurut mereka tidak penting. Sebenarnya mereka adalah taman sejak kecil dan tumbuh bersama. Jadi jangan heran melihat kelakuan mereka.
“Bosen gak usah di liat dodol!” ucap Vio dan Kevin kompak.
“Gue sumpahin ya kalian jodoh.” Ucap Natali.
“Najis.” Kesal Vio.
Kevin Deandra cowok tampan pemilik sekolah. Bukan hanya tampan, sifatnya bedboy merupakan ketua team basket di sekolahnya. Dan membuat ia menjadi rebutan di antara kaum hawa. Tapi ia tak pernah perduli.
Di tengah bercanda ria nya mereka, tiba-tiba Vio berdiri membuat mereka bertanya-tanya.
“Kenapa Vi?” tanya Akira.
“Gue pulang, ini udah terlalu malam gue takut ibu negara gue ngomel.” Ucap Vio.
“Yahh gak seru dong Vi.” Ucap Natali.
“Lo taukan kalo ibu negara gue udah marah?” ucap Vio kemudian ia segera pamit pada Kevin dan yang lain.
Ia melangkah menuju mobilnya dan segera menjalan kan mobilnya. Sesampainya di depan gerbang rumahnya ia membunyikan klakson dan satpam penjaga rumah Vio membuka gerbangnya. Vio segera memasukan mobilnya ke bagasi.
Vio melangkah menuju kamar nya. Namun, sebelum sampai di kamarnya ia melihat ruangan dengan pintu berwarna coklat terbuka.
Sebuah ruangan yang bahkan Vio di larang masuk oleh dedy dan momy nya.
Seketika rasa penasaran Vio memuncak. Ia melangkah dengan perlahan menuju ruangan tersebut. Kemudian Vio membuka pintu itu sedikit lebih lebar lagi. Vio masuk kedalam nya.
Ruangan itu seperti ruangan galeri. Banyak foto-foto Vio saat masih kecil dulu. Namun, yang membuat ia terkejut dan shok adalah sebuah foto dirinya saat usianya dua tahun sedang bersama anak yang seumuran Vio juga waktu itu dan wajah nya benar-benar sangat mirip ralat wajah itu memang sama.
Vio benar-benar shok. Ia mengambil foto itu ketika telinga nya mendengar seseorang melangkah. Ia keluar dari ruangan itu sambil mendekap foto tersebut kemudian ia bersembunyi di balik tembok dan sedikit mengintip. Ternyata itu Raina.
Raina mengunci ruangan tersebut lalu kemudian kembali menuju kamar.
Vio mengendap-endap menuju kamarnya dan mengunci kamarnya.
Vio duduk di kasur nya sambil terus memandangi foto tersebut. kalau dilihat lebih detail lagi, foto ini memang bukan editan. foto ini benar-benar nyata.
'Beneran.. gue punya saudara kembar, tapi dimana kok gue gak pernah liat?' Batinnya.
***
Jangan lupa like:)