
Reona
hanya ilustrasi bukan cast
Reona POV
Aku sedang memberaskan buku-buku yang ada di perpustakaan. Aku memang selalu seperti ini, saat jam istirahat ke dua aku selalu pergi ke perpustakaan untuk membersihkan buku-buku dan sesekali membaca. Hanya di tempat ini saja aku merasa aman.
Bel berbunyi, yang berarti waktu istirahat sudah habis. Aku segera merapikan pakaian ku dan pergi menuju ke kelas.
“Mba Risa, Aku ke kelas dulu.” Pamit ku pada mba Risa, si penjaga perpus.
“Iya, makasih ya Ri udah bersiin perpus.” Ucap nya. Aku pun mengangguk kemudian pergi menuju kelasku, 11 mipa 2.
Aku melangkah melewati lorong demi lorong untuk sampai ke kelas ku. Bangunan sekolah ini memang sangat luas dan elit. SMA Alberic nama sekolahnya. Sekolah yang cukup terkenal di kota ini. Aku sangat beruntung bisa mendapatkan biaya siswa di sekolah ini.
Saat aku sedang asik berjalan, seseorang menyentuh bahu ku dan memutar balikan tubuh ku dengan kasar.
‘Sial.. Genk nya vanya, kenapa aku harus bertemu mereka sih.” Rutuk ku dalam hati sambil menunduk. Entah kenapa aku selalu takut melawan vanya cs. Padahal aku tidak melakukan kesalahan. Tiba-tiba vanya menumpahkan air minum nya ke wajah ku. Aku hanya diam ketakutan.
“Kemana lo waktu istirahat tadi?” ucap Vanya sambil menjambak rambut ku membuat aku mendongak menatap nya. Aku hanya diam.
“Sembunyi dari kami hah?” ucap Rena. Sekali lagi aku hanya diam.
“Ssst.. .” ringis ku merasakan jambakan Vanya menguat.
Kemudian Vanya menarik rambutku dan menyeret ku menuju suatu tempat. Aku tidak tau.
Vanya membawa ku menuju rooftop. Aku tidak tau apa lagi yang akan dia lakukan pada ku.
Vanya mendorong ku hingga aku terjatuh ke lantai. Kemudian vanya berjongkok menyeimbangkan tinggi badannya dengan posisi ku.
Vanya menampar nampar kecil pipi kanan ku. Lambat laun tamparan itu semakin keras. Sakit sekali pipi ku.
“Sudah puas menggoda Lionel hah!!” bentak Vanya tepat di wajah ku. Itu lagi yang ia bahas.
Lionel Alberic most wanted sekolah ini. Siswa yang bernama Lionel yang biasa di panggil Lio ini adalah siswa tertampan di sekolah ini. Bukan hanya tampan, Lio juga sangat berbakat dan merupakan penyumbang terbesar di sekolah ini.
“Tapi aku tidak menggoda Lio va.. .” lirih ku.
“Kalo gak ngeggoda kenapa Lio lebih sering dekat sama lo hah!!” bentak kyra.
Tanpa di duga Vanya menyiram ku menggunakan air bekas pel. Kemudian Rena mengeluarkan sepidol permanen dan mencoret-coret wajah ku.
“Cukup guys kita cabut.. .” Vanya mengintrupsi. Sebelum pergi Vanya mendekatiku dan berkata.
“Denger ya nerd.. Kalo sampe gue ngliat lo jalan bareng Lio lagi.. Lo akan dapet lebih yang dari ini.” Kemudian Vanya meninggalkan ku.
Aku menangis merutuki hidup ku sendiri.
***
Viona
hanya ilustrasi bukan cast
normal POV
“Ya ampun Vio..!! Gue gak nyangka segampang itu lo dapetin peringat pertama!” pekik Akira antusias.
“Berisik banget sih lo.. Gak konsen nih.”kesal Viona yang sedang bermain game online di handphone nya.
“Kadang suka heran si gue.. Padahal kerjaan lo main game teruas, males-males san, tapi bisa segampang itu dapetin peringkat pertama.” Ucap Natali.
“Apa sih yang gak bisa gue dapet! Gue itu kan seorang Viona yang bisa dapetin apapun yang gue mau.”ucap Viona dengan senyum smirk nya.
“Gimana kalo kita ke club aja untuk ngrayain hari istimewa nya Vio.” Ucap Akira.
“Wah bagus tuh ide lo.. Gimana vi?” tanya Natali.
“Gue sih oke ajah.”
“Ya udah.. Nanti malem kita ke club A.” Ucap Natali.
***
gambar di atas sumbernya dari Pinterest.
di lanjut next eps
jangan lupa like ya:)