Unexpected Fate

Unexpected Fate
Penyerangan



“ Argh!! Sial, aku sangat ceroboh tidak memperhatikan sisa peluru”. Gumam Victor.


“ Kita diserang!, ada penyusup ”. Teriak prajurit yang berlawanan dengan Victor tadi. “ Apa yang menjadi musuh kita sepertinya bukan manusia, kita tidak bisa main-main menghadapinya, informasikan kepada Jendral Willem tentang hal ini, Cepat!!.” Ucapnya kepada salah satu prajurit


Victor yang mendengar teriakan prajurit itu, memutuskan untuk mencari tempat persembunyian lagi, kali ini dia berlari lumayan jauh ke sisi barat kerajaan. Tak lama kemudian, dia menemukan sebuah gubuk tua yang hampir roboh, karena tidak ada pilihan lain dia pun memasuki gubuk tersebut, keadaan didalamnya yang berantakan berisi kayu-kayu yang sudah lapuk memang tidak mendukung sebagai tempat persembunyian, namun mau bagaimana lagi, itu adalah satu-satunnya jalan untuk memikirkan rencana selanjutnya.


“ Hm, berpikir, berpikir, apa yang harus kulakukan selanjutnya “. Gumam Victor sambil berpikir keras. ‘Tztt, ngiing’ terdengar suara mendenging di dalam kepala Victor.


“ Huh, sial ”. Ucap Victor saat suara itu muncul


“ Bagaimana Victor, apakah kau membutuhkan bantuanku?. Terimalah, aku yakin kau tidak sanggup menghadapinya sendirian “. Ucap Arden menggunakan mind connectionnya kepada Victor.


Suara mendenging yang ada dikepala Victor merupakan tanda bahwa Arden menggunakan mind connectionnya untuk berhubungan dengan Victor.


Mind Connection hanya dapat dimiliki oleh mereka yang memiliki hubungan yang sangat erat, terutama hubungan kekeluargaan dan kerabat terdekat. Arden dan Victor memang bukanlah keluarga sedarah, namun mereka yang telah dipertemukan sejak kecil memiliki hubungan yang sangat dekat layaknya seorang saudara. Sehingga mereka dapat menggunakan mind connection nya.


Itulah mengapa ketika mereka menyerang kerajaan lain, meskipun dengan kondisi penyerangan terpisah, mereka tetap sesuai dengan rencana karena adanya mind connection yang memudahkan mereka untuk tetap terhubung satu sama lain dan mengkoordinasikan pack mereka dengan selaras.


“ Tidak perlu sialan, aku bisa mengatasinya, kau persiapkan dirimu saja untuk menerima aba-abaku dan menjadi budakku haha ”. Ucap Victor dalam mind connectionnya, ‘Tztt’ Victor pun langsung memutus mind connectionnya dengan Arden tanpa mau mendengarkan celotehannya.


Tak lama kemudian, ‘ Drap, Drap, Drap, Drap, Drap, Drap ’. Langkah kaki prajurit yang mencari Victor terdengar mendekat ke gubuk.


“ 2 orang segera periksa gubuk itu “. Perintah salah seorang prajuirt yang memiliki pangkat lebih tinggi.


“ Baik “. Ucap 2 prajurit yang akan mengecek gubuk tempat Victor bersembunyi.


“ Haha hanya sekelompok prajurit yang mereka kirim untuk menangkapku?. Dasar manusia selalu meremehkan ”.Ucap Victor yang tak sadar dia juga sedang meremehkan ras manusia.


‘ Bruak ‘ suara pintu ditendang prajuirt tersebut dan segera mengecek kedalam gubuk.


‘ Crackk’ Victor pun mengeluarkan cakar dan langsung membunuh kedua prajurit yang ditugaskan untuk mengecek gubuk itu dengan menusuk secara brutal.


“ Hahaha, cuma segini? mana lainnya ”. Lagak Victor setelah membunuh prajurit itu.


Ia pun langsung tercengang tatkala menyaksikan 2 legion prajurit atau sebanyak 8000 prajurit ternyata telah menantinya diluar gubuk.


“ Oh hello “. Sapa Victor kepada ribuan prajurit itu.


“ Tembak “. Tanpa babibu seorang komandan pasukan segera memerintahkan seluruh prajuritnya untuk menembak Victor.


‘ DOR!, DOR!, DOR!, DOR!, DOR!, DOR!, DOR!, DOR!, DOR!, DOR!, DOR!, DOR!, DOR!, DOR! ‘


Suara ribuan peluru dilontarkan begitu saja mengarah ke Victor secara bersamaan.


“ Geli sialan ”. Ucap Victor sambil menyeringai setelah dia beradaptasi dengan rasa sakit akibat peluru senjata itu..


Dengan gerakan yang begitu cepat dia melesat keribuan prajurit itu tanpa rasa takut, ‘ Cratt, Sringg, Scratt ’.


Victor pun berhasil menumbangkan ratusan prajurit dengan begitu cepat dan mudahnya, manakala dia mendekati satu prajurit ‘ DUARR ‘, Victor pun terpental oleh senjata salah satu prajurit itu, ternyata senjata yang digunakan oleh prajurit itu adalah senjata model shotgun dengan peluru yang dapat terpecah menjadi banyak, tipe jarak dekat, jika manusia biasa yang terkena tembakan itu, dapat dipastikan tulang tulangnya hancur dan daging dagingnya terlepas dari tulangnya.


Namun yang dia tembak adalah Victor seekor werewolf dengan kekuatan diatas para Alpha, tentu saja dia hanya terpental meskipun lumayan jauh.


“ Arggh, apa-apaan itu “. Geram Victor yang sedang terkapar tanpa luka sedikitpun


‘ Drap, Drap, Drap, Drap, Drap, Drap, Drap, Klotak, Klotak ’. Suara kedatangan 5 legion prajurit berjalan kaki dan menaiki kuda dengan dipimpin Jendral Willem menuju ke arah Victor tergeletak, berusaha mengepung Victor yang sedang terkapar.


Victor pun segera bangkit, sambil membersihkan sisa tanah di tubuhnya. Kemudian, mata Victor bertemu dengan mata Jendral Willem yang sedari tadi terdiam, mereka berdua sama-sama tercengang.


Dalam sekejap Victor pun langsung menubruk beberapa pasukan yang mengepungnya dan segera membunuhnya untuk membuka jalan supaya dia bisa meloloskan diri. Dengan kecepatan yang luar biasa Victor pun berlalri ke arah gerbang kerajaan yang tentu saja dijaga oleh ribuan prajurit bersenjata dan dengan meriam.


‘ BOOM, BOOM, BOOM ‘, suara meriam bersaut-sautan, peluru meriam tersebut mengarah ke Vicor yang berlari menuju gerbang kerajaan.


Dengan lari dan gerakan yang begitu cepat Victor berhasil menghindari tembakan meriam sambil membunuh prajurit-prajurit yang menghalangi jalannya.


Namun, ketika Victor akan berhasil mencapai gerbang kerajaan Alegria.



BOOM ‘. Salah satu meriam berhasil mengenai Victor dan membuatnya terpental kearah gerbang kerajaan ‘ BRUAK ’. Pintu gerbang yang kokoh seketika roboh saat Victor menabraknya. Victor pun terpental keluar kerajaan.


“ ARDENNN! “ Teriaknya meminta bantuan.


Arden dan seluruh anggota pack yang mendengar hal tersebut langsung mengubah formnya dari manusia biasa menjadi seekor werewolf. ‘Roargghh’


“ Tetap disini ”. Titah Arden


“ T-tapi Ar-“. Alejandro yang belum menyelesaikan ucapananya langsung dipotong oleh Arden


“ Diam, sampai ada yang membantah, kalian akan menerima konsekuensinya. Tunggu aba-abaku! ”.


Arden dengan form werewolvesnya segera menuju Victor. Surai/bulu berwarnya Light Grey terlihat bersinar ketika dia berlari menyusuri savana diwilayah kerajaan Alegria. Mata coklat hazelnya yang cerah seketika berubah menjadi coklat pekat ketika melihat Victor tersungkur ditanah karena terkena meriam.


“ Cepat bangkit ”. Ucap Arden, tanpa berhenti untuk menolong Victor, Arden terus berlari masuk menuju kerajaan Alegria.


Arden melompat menerjang meriam yang terletak ditengah kerajaan dan segera menghancurkannya, kemudian langsung membunuh prajurit yang menembakan meriam tersebut.


Dia pun lanjut menghancurkan seluruh meriam yang ada dikerajaan tersebut dengan sangat cepat dan juga karena saking cepatnya dia dapat menghindari seluruh peluru meriam yang diarahkan padanya, sehingga beberapa peluru meriam malah menjadi senjata makan tuan yang malah mengahncurkan meriam lainnya, Arden pun juga membunuh prajurit prajurit yang ditugaskan untuk menjaga dan menembakan meriam dengan sangat brutal dan keji tanpa ampun.


Teriakan prajurit pun menggema menghiasi malam itu, suara kehancuran meriam dan pertahanan kerajaan, membuat raja Aleron sedikit ketakutan.


Raja Aleron yang dilindungi 9 legion prajurit mengajak seluruh prajuritnya untuk melindunginya dengan benar sampai ia tiba ke sebuah kuil.


Setelah berhasil menghancurkan pertahanan kerajaan Alegria dan membunuh 1 legion ditangannya sendiri, Arden dengan segera menyusul Victor yang sudah berdiri dan tengah berjalan melewati pintu gerbang kerajaan yang telah hancur itu.


Sesampainya Arden di hadapan Victor


“ Ya ya, aku kalah taruhan “. Ucap Victor sambil menunduk malu


“ Setidaknya kau telah membuktikan dirimu “. Ucap Arden


“ Huh, terima kasih “. Ucap Victor sambil menatap Victor tak percaya.


“ Kau telah membuktikan dirimu bahwa kau bukanlah kunci kemenangan “. Ucap Arden sambil terkekeh kecil yang tak lama kemudian langsung kembali kewajah datarnya.


“ Yah, setidaknya kau tak akan menjadi budakku selama 1 tahun, dan apa itu?, kau terkekeh, setidaknya aku membuatmu tertawa kan? Haha. “ Ucap Victor.


‘ Drap, Drap, Drap, Drap, Drap, Drap, Drap, Klotak, Klotak’. Suara prajurit dan Jendral Willem yang terlambat menyusul untuk membantu pertahanan, karena saking cepatnya Victor meloloskan diri dan


Arden yang telah tiba.


Setelah beberapa saat, Jendral Willem dan prajuritnya tiba dihadapan Arden dan Victor. Kini giliran mata Jendral Willem yang bertemu dengan mata Arden, entah perasaan apa yang ada didalam diri Jendral Willem, seperti perasaan takut.


Mereka saling menatap tajam, beda dengan Victor yang menatap Jendral Willem dengan rasa panik dan was was yang menjalari tubuhnya. Wajah Jendral Willem telah membangkitkan memori lamanya.


“ Ternyata kalian berdua “. Ucap Jendral Willem.