
Arden menengadah kelangit, mata coklat hazelnya mengarah ke arah bulan. Bentuk bulat sempurna menandakan fase full moon telah dimulai, selain fase ini menandai bahwa sudah saatnya bagi para pack Alarick untuk menyerang kerajaan Alegria, fase full moon memberikan keuntungan tersendiri bagi para werewolves, peningkatan defense, stamina, dan physical attack menjadi kesempatan emas yang seharusnya tidak disia-siakan. Arden segera menuju ke kamp tempat pack Alarick bersiap-siap, udara malam yang dingin menusuk tidak sedikitpun membuat Arden mengurungkan niatnya untuk bertempur. Sesampainya di kamp, para pack Alarick telah berbaris rapi menunggu komando dari Arden. Arden segera berdiri diatas batu yang tidak terlalu besar kemudian menghadap ke seluruh kawanannya.
“ Bulan sudah memasuki fase full moon, sudah saatnya kita berangkat, jika ada yang ingin mengundurkan diri segera keluar dari barisan ”. Ucap Arden sembari melihat seluruh anggota pack.
Tidak ada satupun anggota pack yang bergeming, tidak ada satupun dari mereka yang menggerakan kakinya untuk keluar dari barisan, ini menandakan bahwa mereka memang siap dan ingin bertempur.
“ Bagus, kita berangkat sekarang “. Perintah Arden kepada seluruh anggota pack Alarick.
“ May moon goddess be with us ! “. Teriak Victor, kemudian mematikan api pertanda bahwa perundingan telah selesai.
“ May moon goddess be with us ! “. Ucap seluruh anggota pack Alarick secara serempak.
Mereka segera melangkahkan kaki secara cepat meninggalkan kamp mereka dihutan Black Montana. Nafas mereka berderu secara cepat, tatapan mereka sangat bernafsu untuk membunuh, terlebih lagi apa yang mereka lawan adalah ras manusia, musuh favorit mereka. Adapun Arden mengikuti mereka dari belakang bersamaan dengan Victor.
“ Sejak kapan kau menggunakan kalimat itu ”. Tanya Arden kepada Victor
“ Ah, entahlah, kata kata itu langsung terbesit dipikiranku saja, mungkin karena kau sangat membenci moon goddess. Aku heran, kenapa kau sangat membencinya, bukankah dia banyak memberi kemenangan kepada kita? Atau jangan-jangan karena moon goddess tidak memberimu seorang Luna, huh? “. Balas Victor dengan nada mengejek.
Dua orang sahabat sedari kecil ini memang berbeda sifat, Victor merupakan orang yang ceria dan jail, hal menyenangkan baginya adalah mengejek dan membuat kesal Arden. Victor juga orang yang ramah, mudah bergaul dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sosial sekitarnya. Berbeda 180° dengan Arden
“ Jangan asal bicara, lebih baik kau diam. Dan kemenangan yang telah kita raih bukan karena moon goddess, namun karena kekuatanku “. Jawab Arden dengan angkuhnya.
“ Hei bagaimana mungkin, seandainya tidak ada aku disampingmu, kemenangan adalah hal yang sulit diraih “. Timpal Victor sembari merangkul pundak Arden.
“ Terserah kau saja ”. Balas Arden yang malas menanggapi ucapan Victor
“ Haha, sudah kuduga, memang akulah kunci kemenangan disetiap pertempuran ”. Ucap Victor dengan bangganya
“ Sejak kapan? “. Tanya Arden, seperti tidak terima dengan ucapan Victor.
“ Sejak awal kita menaklukan kerajaan kerajaan di pesisir Eropa, atau begini saja untuk membuktikan ucapanku mau kah kau bertaruh, huh? “. Tanya Victor.
“ Tch, untuk apa, bukankah sudah terlihat dengan jelas, siapa yang paling kuat diantara kita? ”. Sahut Arden, yang sepertinya mulai terpancing dengan pembicaraan Victor
“ Ah tidak berani ya? Sepertinya siapa yang pengecut disini “. Pancing Victor
Sambil menyingkirkan secara kasar tangan Victor yang merangkulnya, Arden yang sudah terpancing menjawab “ Apa maumu? ”.
“ Begini, saat pertempuran nanti kau tidak usah ikut maju terlebih dahulu, biarkan aku menghadapi seluruh pasukan dan peluru peluru itu SEN DI RI AN (ucap Victor penuh penekanan kata tersebut), aku takut peluru itu akan mengenai wajahmu dan merusak ketampananmu ini, sehingga tidak akan ada gadis gadis dari ras lain yang tertarik denganmu hahah, bagaimana? Kau berani? “. Balas Victor menyampaikan keinginannya sambil terkekeh kecil karena ucapan terakhirnya
“ Hanya itu? Silahkan saja, tidak sampai 5 menit kau akan meminta pertolonganku ”. Jawab Arden datar
“ Oke, siapa takut “ Timpal Victor.
“ Jiwa dan raga kita, bagaimana huh?. Apabila perkataanku terbukti kau akan menuruti semua keinginanku, kau akan kujadikan budak ku selama 1 tahun penuh HAHAHA”. Ucap Victor yang ternyata merealisasikan keinginannya sedari dulu untuk memperbudak Arden, sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
“ Kalau kau salah, kau akan menuruti semua keinginanku, Deal? “. Balas Arden sembari bersalaman dengan Victor, menandakan sahnya perjanjian diantara mereka.
“ Deal haha, persiapakan dirimu untuk menjadi budak ku selama 1 tahun penuh, jangan sampai kau menyesal.” Ejek Victor dengan penuh percaya diri.
“ Tidak akan ”. Timpal Arden, entah kenapa dia tidak takut akan taruhan itu, yang tentu saja jika perkataan Victor terbukti, hal tersebut akan benar-benar menjadi petaka baginya, seorang Arden yang memiliki harga diri tinggi, akan menjatuhkan harga dirinya sendiri untuk menjadi budak Victor.
“ Oke ”. Ucap Victor sambil tersenyum dan kemudian berlari menuju kawanan pack Alarick yang sudah berada didepan berjarak 20 meter jauhnya, menyusul dengan cepat, Victor sudah berada didepan kawanan itu lalu berkata “ Perhatian semuanya ! ”. Seluruh kawanan itu seketika berhenti untuk mendengarkan perkataan Victor. “ Perubahan rencana, Arden akan bersama kalian menunggu aba-abaku”. “ Kau akan maju sendirian Victor? ”. Tanya Carius. “ Ya, aku dan Arden sedang bertaruh, bahwa aku saja sudah cukup untuk menghadang serangan dan menghancurkan pertahanan kerajaan Alegria, sehingga kalian tinggal membantai sesuka kalian, Apa yang dipertaruhkan disini adalah jiwa dan raga, apabila perkataanku terbukti benar, maka Arden akan menjadi budakku selama 1 tahun penuh, dan kalian akan menjadi saksi pertaruhan ini, oke, oh atau kalian ingin menambah taruhan juga boleh ”. Jawab Victor, memberi penjelasan panjang lebar.
“ Apa kau serius dengan ucapanmu Victor? ”. Tanya Sam heran dengan ucapan Victor yang sepertinya meremehkan senjata terbaru ras manusia, dan terlalu percaya diri.
“ Tentu saja ”. Balas Victor dengan senyum percaya dirinya.
“ Kau bertindak ceroboh Victor “. Kata Billy menanggapi ucapan Victor
“ Benar, akan lebih baik jika kau menurunkan egomu, apalagi dimedan pertempuran nanti, tentu kau harus mengontrol ego dan emosimu sendiri, jangan sampai gara-gara kecerobohanmu mengakibatkan hal yang fatal kepada dirimu ”. Saut Paul kepada Victor
“ Hahaha tentu tidak akan terjadi, dengan kekuatan dan bantuan dari moon goddess, aku tidak akan terkalahkan dengan hal remeh seperti itu ”. Balas Victor sambil melihat kearah Arden. Sepertinya Victor ingin memancing Arden dengan menggunakan kata moon goddes secara terus menerus. Entah kenapa Victor juga merasa ada sesuatu yang aneh, kenapa dibenaknya selalu terlintas moon goddess.
“ Aku bertaruh 100.000 gold dan jiwa raga ku, bahwa Victor tidak akan bisa menyentuh pertahanan kerajaan Alegria sendirian ”. Ucap Baron, disusul juga dengan Alejandro, Alston, Darke, Edward, Billy, Paul, Carius dan Sam yang menyatakan hal sama seperti yang diucapkan Baron. Mereka semua sepakat bahwa Victor tidak akan bisa menembus pertahanan kerajaan Alegria seorang diri
“ Wow wow, kalian semua tidak mempercayaiku Huh?, wah sangat disayangkan sekali, kalian semua akan kehilangan 100.000 gold dan akan menjadi budak ku Haha ”. Seru Victor menanggapi santai ucapan mereka. “ Bagaimana denganmu Ren? ”. Tambah Victor bertanya
“ Entahlah ” sahut Ren, dia lalu berbalik badan menghadap Arden dan bertanya “ Arden, apakah yang diucapkan Victor benar adanya? ”.
“ Ya ”. Balas Arden seadanya.
“ Oke, taruhanku sama dengan lainnya ”. timpal Ren kepada Victor.
“ Yang benar saja, tidak ada satupun dari kalian yang bertaruh untukku huh, baiklah jangan menyesal kalian ”. Ucap Victor, sedikit kecewa dengan pernyataan yang didapat.
“ Kupikir itu pilihan yang tepat, tidak mungkin kami menyesal hahaha ”. Kata Alejandro dsambut gelak tawa para kawanan Pack Alarick. Terkecuali Arden yang hanya tersenyum tipis, meskipun dia terkesan sebagai seorang yang dingin dan cuek, namun dalam hati Arden, dia merasa sangat beruntung memiliki seorang sahabat dari kecil yang tingkahnya tidak bisa ditebak, meskipun terkadang tingkahnya membuatnya kesal, namun itu tidak mempengaruhinya sedikitpun untuk timbul rasa benci, apalagi anggota packnya yang saling menghormati, saling peduli, dan saling menjaga satu sama lain.
Tak terasa, perjalanan selama 50 menit yang diiringi dengan obrolan tersebut akhirnya tiba di wilayah kerajaan Alegria.
...****************...
Happy reading!