
*Suara seseorang membuka kunci pintu
Pintu kayu dengan engsel karatan terbuka disertai suara berderit yang kemudian disusul suara seorang remaja laki-laki.
"Aku pulang.."
"Bayu..? Uhuk uhuk uhuk" suara seorang wanita lemas yang disertai dengan batuk-batuk
"Ibu? Bu..." Bayu yang baru pulang langsung bergegas menuju sumber suara.
"Ibu gapapa?" tanya Bayu lalu menghampiri ibunya yang sedang berbaring di kasur.
"Gapapa nak.. gimana kerjaan kamu" ucap sang ibu sambil tersenyum lemas memegang tangan Bayu.
"Lancar Bu..", "Ibu udah minum obat?"
Ibu Bayu menggeleng pelan.
"Uhuk uhuk uhuk"
Bayu panik, lalu bergegas mengambil air dan obat untuk sang ibu.
- -
*Suara langkah kaki
"Akses diberikan" suara sistem pengaman pintu
*Pintu terbuka
*Suara seseorang mencolokkan flashdisk
"Warning Warning" suara alarm peringatan
*Suara alarm berhenti
*Suara sistem mati
*Muncul hologram notifikasi. "Rekaman berhasil dihapus"
- -
*Brukkk, Gedebug.
“Aw... Awwh...” Suara seorang perempuan yang terjatuh akibat menabrak sesuatu karena asik bermain handphonenya.
*Suara sirine alarm diikuti suara robot "Awas. Awas. Anda berada di jalur pembersihan"
"Dasar robot gak tau etika, bukannya minta maaf, malah nyelonong aja" Umpat perempuan tersebut kepada robot berbentuk seperti tempurung kura-kura yang tingginya sekitar setengah meter.
Dari lobby, Bayu melihat seorang perempuan terjatuh, dengan segera ia bergegas menghampirinya.
"Kamu gapapa?" Bayu mengulurkan tangannya ke perempuan tersebut.
Perempuan tersebut seketika menoleh ke atas ketika sedang membereskan barang bawaannya yang berserakan.
"Eh... gapapa gapapa. Makasih ya" ucap perempuan tersebut setelah berdiri ditolong Bayu.
"Lain kali hati-hati ya.. soalnya disini sering lewat robot pembersih jalan setiap pagi" Bayu menunjuk ke robot yang belum jauh dari situ.
"Oalahh hehe... maaf aku gak tau" ucap perempuan tersebut tertunduk malu sambil membersihkan kacamatanya yang tadi ikut terjatuh.
"Kamu baru disini kah?"
"Iya, aku baru merantau buat kuliah disini...", "...Btw, makasih ya. Aku Nadia" Nadia mengulurkan tangannya.
"Aku Bayu" Bayu membalas jabat tangan Nadia sambil tersenyum.
Melihat Nadia yang seumuran dengannya, Bayu jadi teringat masa-masa saat dia baru lulus SMA namun harus mengubur dalam-dalam impiannya untuk bisa kuliah.
Bulan depan di bulan September, tepat satu tahun dia bekerja di kantor Zen.
- -
"Sabar, sabar... Akhir tahun nanti, kita akan mulai. Kamu sekarang siapkan aja semuanya dengan matang selama 4 bulan kedepan"
"Baik Bos"
"Good boy*..."
*Panggilan diakhiri
- -
Seberkas cahaya menyelinap cepat diantara kepulan awan kelabu yang kemudian disusul dengan suara gemuruh kencang beberapa detik setelahnya.
"Duh, kayaknya mau ujan deres nih.." ucap seorang perempuan dengan wajah khawatir yang segera mempercepat jalannya.
Dari kejauhan Bayu yang baru saja pulang bekerja melihat seseorang seperti Nadia yang sedang berjalan di trotoar dengan terburu-buru ke arah berlawanan. Bayu kemudian memutar arah untuk menemui perempuan tersebut.
"Nadia?" Bayu menyapa wanita tersebut dari belakang.
Menyadari ada suara seseorang di belakangnya, perempuan tersebut lantas memutar badannya ke belakang untuk membuktikan pendengarannya.
"Eh... maaf mbak, saya kira teman saya" ucap bayu sedikit terkejut sambil mengangguk pelan dengan memegang tengkuk lehernya.
(Perasaan tadi kayak Nadia deh, tapi kok gak mirip ya..)
“Orang kalo lagi naksir seseorang, kadang siapa aja sering dibilang mirip” Seketika bayu teringat dengan ucapan teman sekelasnya dulu.
*Tiiinnnnn. Suara klakson yang memekikan telinga sontak menyadarkan bayu yang sedang melamun di atas motornya.
"Mas, jangan berhenti di pinggir jalan dong!" tegur seorang pengendara motor yang langsung berlalu.
Bayu kemudian segera menyalakan motornya dan beranjak pergi.
-
Tetesan air jatuh dari kepulan awan yang gelap mendarat di permukaan kulit tangan Bayu yang sedang mengendarai motor menuju rumah. Beberapa menit kemudian ribuan tetesan air lainnya menyusul jatuh serentak menghujam daerah tersebut. Sontak Bayu segera menepi ke tempat meneduh terdekat. Terlihat disana pengendara motor lainnya juga ikut meneduh.
"Duh deres banget ujannya" ucap Bayu yang telah berada di tempat berteduh.
Tak jauh dari tempat Bayu berdiri meneduh, ada seorang perempuan yang berlari menuju ke tempat tersebut.
Setelah berhasil mencapai tempat berteduh, perempuan tadi segera mengelap kacamata bulatnya yang dipenuhi tetesan air hujan.
"Bayu...?" Panggil si perempuan tersebut ketika melihat seseorang yang tak jauh darinya sesaat setelah memakai kembali kacamatanya.
Mendengar ada yang memanggil namanya, Bayu seketika memutar lehernya ke samping kanan untuk melihat sumber suara.
"Eh... Nadia?" ucap Bayu yang kemudian
menghampiri perempuan tersebut.
"Loh Bayu, kamu ngapain disini?"
"Aku lupa gak bawa jas ujan hehe" balas Bayu sambil memegang tengkuk lehernya
"Kaget ya tiba-tiba ujan gede hahaha" Ucap Nadia dengan tawa kecil sambil menutup mulutnya
"iya haha, bukan musim ujan soalnya sekarang tuh, jadinya aku gak siapin"
"Tapi wajar sih, kan dikit lagi bulan September"
"Hm iya sih, cepet banget ya, perasaan baru kemaren tahun baru"
Mereka berdua kemudian larut dalam obrolan hingga hujan reda. Setelah reda, mereka berdua bersiap untuk pulang. Bayu menawarkan Nadia untuk mengantarnya pulang. Nadia menyetujuinya. Lalu mereka berdua naik motor bersama sambil melanjutkan bincang-bincangnya di sepanjang jalan.
- - -