
Suasana pagi yang begitu cerah terlihat Soo Yun,Putra Mahk
ota,dan Pengawal Dam Myung-Sik telah berdiri didepan tempat pelatihan dan tinggalnya para prajurit.Soo Yun yang menatap datar menghela nafas karna tempat yang didiaminya sekarang lebih buruk dari pada dunianya sebelumnya.
"Kalian serius aku akan tinggal disini,Seharusnya aku menetap dirumah para wanita itu"Gumamnya Soo Yun dengan ekspresi tenang menahan kesal.
"Ini tempat yang aman untukmu semoga kau betah tinggal disini"Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan tenang.
Pangeran Baek Hyeon sebenarnya bisa mencarikan paviliun untuk Soo Yun tapi karna kesal dengan ucapannya yang menyinggung dirumah bordil itu akhirnya dia memberikan tepat para prajurit untuknya.Pengawal Dam Myung-Sik yang melihat Pangeran Baek Hyeon terlihat dingin hanya menatapnya penuh pertannyaan.
"Baiklah Sepertinya aku harus pergi sebentar ada urusan yang harus aku selesaikan"Ujarnya Pangeran Baek Hyeon sembari pergi meninggalkan mereka.
"Hufh...Entahlah apa aku akan betah tinggal disini"Ujarnya Soo Yun dengan tenang sembari mengehela nafas Besar.
"Sebenarnya kau bisa mendapatkan salah satu Paviliun diistana ini tapi mungkin karna kau memaki putra mahkota mungkin sebaiknya untuk sementara kau tinggal disini saja "Jelasnya Pengawal Dam Myung-Sik sembari menatap Soo Yun dengan tenang.
"Aku.Memang apa salahku aku kan hanya berbicara kenyataan, lagi pula yang kubahas kemarin Raja,Permaisuri dan Putra Mahkota kenapa kalian yang menyalahkanku .apa masalah kalian aku kan tidak menyinggung kalian"Ujarnya Soo Yun dengan tenang sembari menatap aneh pengawal Dam Myung-Sik.
Pengawal Dam Myung-Sik yang menatap dingin Soo Yun berbicara dengan sangat ringan mulai tersenyum Paksa kearahnya.
"Kau Benar ,Sekarang masuklah dan nikmati hari barumu,Oh Iyha jangan keluar untuk hari ini karna aku takut jika bahaya lebih besar akan menimpamu karna kami sangat peduli denganmu"Ujarnya Dam Myung-Sik sembari tersenyum terpaksa kearah Soo Yun yang menatapnya kesal.
"Aish... Kenapa aku terjebak dengan mereka jika bukan karena itu syarat bisa kembamu keduniaku aku pasti sudah menolak masuk dalam masalah besar disini"Gumamnya Soo Yun dengan kesal.
Soo Yun berjalan menuju rumah barunya dengan ekspresi wajah kesal.Tak lama kemudian Soo Yun telah berada disebuah kamar yang sangat luas dan dihiasu senjata disana membuat Soo Yun semakin menggigit giginya geram.
"Heh .(Senyum Terkekeh Soo Yun)
"Sungguh tidak bisa dipercaya baiklah hanya untuk kali ini aku harus menahan amarahmu "Gumamnya Soo Yun dengan tenang sembari menggigit giginya geram.
Soo Yun mendekati ranjang sederhanannya dengan tenang tiba-tiba dalam sekejap Soo Yun duduk dengan kesal dan menggerutu sendiri diruangan itu kesal.
Disisi Lain Pangeran Baek Hyeon yang sedang bersantai dengan menikmati minuman tehnya bersama pengawal Dam Myung-Sik yang menatapnya tenang.
"Melihat sikap wanita itu penuh permintaan yang menyusahkan sepertinya dia sedang kesal setelah masuk kamarnya"Ujarnya Dam Myung-Sik dengan tenang.
"Mungkin itu yang terbaik aku sengaja memilihkan tempat aman untuknya"Jawab Pangeran Baek Hyeon dengan tenang.
"Benarkah apa bukan karna apa yang dikatakan wanita itu "Ujarnya Dam Myung Sik sembari menatap Pangeran Baek Hyeon yang meminum tehnya.
Pangeran Baek Hyein meletakkan cangkir tehnya dan menatap Dam Myung Sik dengan dingin kemudian tersenyum ramah padanya.
"Tentu tidak bagaimana aku marah akan ocehan wanita aneh itu"Jelasnya Pangeran Baek Hyeon yang telah dengan wajah kesal.
Pengawal Dam Myung-Sik yang melihat Putra mahkota menyembunyikan kekesalannya hanya menahan tawa dan meminum teh yang telah disiapkan.
"Sepertinya wanita itu harus berkenalan dengan para teman-teman barunya disana sekarang"Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan tenang.
"Apa sekarang .Aku baru menyuruhnya untuk tidak keluar seharian agar tidak ada yang curiga"Jawab Dam Myung-Sik yang kebingungan dan terkejut.
"Tentu Saja dia harus mengenal teman -temannya sebagai murid baru jika kita memperlakukannya dengan spesial akan ada banyak yang lebih curiga lagi"Jelasnya Pamgeran Baek Hyeon dengan nada tenang.
Suasana kamar Soo Yun yang terlihat dirinya sedang tidur dengan nyenyak terlihat langkah kaki menghampirinya dengan perlahan menuju kearahnya.
Dalam sekejap Soo Yun beranjak dari tidurnya tanpa membuka matanya yang membuat putra mahkota dan Dam Myung Sik terkejut karna telah menyadari keberadaannya.
Dalam sekejap Soo Yun membuka matanya dan menatap Mereka berdua datar.
"Ada Apa lagi"Tanya Soo Yun dengan datar.
"Srbaiknya kau berkenalan sebagai siswa baru disini agar tidak banya orang yang curiga karna kami memasukanmu diam-diam"Jelasnya Pangeran Baek Hyeon dengan tenang.
"Benarkah kau bilang aku harus mengurung diri dikamar "Ujarnya Soo Yun dengan menatap kesal putra mahkota dan Dam Myung Sik.
Tak Lama kemudian Soo Yun telah berada disebuah tempat yang penuh dengan senjata dan para pemuda yang menunggu disana sembari melihat dan mengagumi senjata disana.
"Jadi ini yang mereka inginkan aku disini bersama para pemuda disini"Gumamnya Soo Yun kesal sembari menyedekapkan tangannya.
Soo Yun berjalan dan mengamati tongkat kayu dan senjata disana dengan tatapan malas Tak lama kemudian dua pemuda datang menghampirinya sembari tersenyum ramah Soo Yun yang melihat mereka mendatanginya hanya menatapnya dingin.
"Kakak kau siswa baru"Tanya salah satu pemuda itu.
"Kakak sepertinya tidak menyukai senjata disini "Ujarnya Pemuda yang satu lagi.
"Yha kalian benar sekali entahlah sepertinya aku harus mencari cara agar bisa mendapatkan tempat yang layak disini"Jelasnya Soo Yun sembari memegang tongkat dan menatap tajam.
Tak lama mereka berbincang tiba-tiba tiga prajurit dengan jabatan tinggi datang dengan sangat angkuh semua menatap ketakutan melihat prajurit itu menghampiri Soo Yun dan membuat kedua pria disamping Soo Yun pergi meninggalkannya.
"Wah wah baru kali ini aku mendapati siswa baru yang cantik"Ujarnya Prajurit sembari tersenyum nakal.
"Who bagaimana ada bidadari cantik terjebak disini aku bisa membantumu cantik"Goda Prajurit yang Satunya dengan nada alay.
Setelah lama diam Soo Yun tersenyum kecil dan menatap mereka tenang.
"Astaga aku masih tidak percaya prajurit istana menggoda siswa baru dengan tidak sopan disini"Gumamnya Soo Yun sembari tersenyum tenang.
Para prajurit itu tertawa terbahak-bahak mendengar gumaman Soo Yun dan membuatnya kehilangan sikap ramahnya dalam sekejap.
"Tertawalah kalian sampai nyawa kalian HILANG"ujarnya Soo Yun yang tiba -tiba menggertak tegas.
Dalam sekejap semua dalam ruangan itu langsung terkejut menatap Soo Yun yang begitu tegas.
"Kau berani menggertak kami"Ujarnya Salah satu prajurit yang terkejut kesal sembari menatap terbelalak.
"Sudah Kubilang keluar dari sini atau mulut Kalian akan dirobek oleh Yang Mulia jadi sekarang PERGILAH DARI SINI jika kalian masih ingin mengatakan satu kata lagi aku akan mematahkan jari-jari kalian sampai tidak ada yang tersisa."ujarnya Soo Yun sembari menggertak dan mengancam dengan sadis.
Para Prajurit itu menatap terbelalak dengan ancaman Soo Yun yang begitu Sadis.
"HARGH ...."Teriak Soo Yun sembari menggeram dengan nada tinggi.
Para Prajurit itu terkejut dan gugup kemudian memutuskan untuk pergi tanpa menatap Soo Yun yang menatapnya kesal.
Para pemuda yang tahu Ketegasan Soo Yun hanya menatapnya terkejut dalam sekejap mereka mengalihkan pandangannya kearah senjata karna Soo Yun menatap mereka.
Tak Lama kemudian Para prajurit yang akan keluar dari ruangan itu berpapasan dengan yang mulia dengan menyapa menundukan kepala mereka dan berjalan gugup ketakutan.
Baek Hyeon dan Dam Myung Sik yang menatap Prajurit keluar dengan gugup penuh ketakutan mulai curiga dengan apa yang terjadi dalam ruangan itu.
Setelah masuk mereka menghampiri Soo Yun yang membelakangi mereka dan menyedekapkan tangannya.
"Nona Soo Yun"Panggil Dam Myung-Sik tenang.
"APA"Jawab Soo Yun dengan nada keras sembari membalikan tubuhnya.
Pangeran Baek Hyeon dan Pengawal Dam Myung-Sik menatap terbelalak dan terkejut melihat Soo Yun yang marah.Soo Yun yang menatap mereka kesal membuat Mereka hanya bisa terbelak dan mengedipkan matanya terkejut sembari menatap para pemuda yang ada diruangan itu yang ketakutan dan mengalihkan pandangannya.
"Sebaiknya kau istirahat sekarang"Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan tenang.
"Aish...Harusnya itu yang aku lakukan dari tadi"Jawab Soo Yun kesal sembari meninggalkan tempat itu.
Mereka hanya menatap Soo Yun yang pergi dari sana dengan perasaan marah.
"Entahlah sepertinya dalam fikiranku dari pada hantu dan binatang buas sekalipun sepertinya dia lebih mengerikan"Gumamnya Pengawal Dam Myung -Sik dengan tenang.
Hari berganti malam suasana kerajaan yang sangat hening dan udara masih segar dimalam hari terlihat Raja Dam Ryung keluar istana tepat ditaman dimana Raja selalu menghabiskan waktu untuk menghilangkan lelahnya.
"Udara disini sangat segar sudah lama aku tidak keluar menikmati teh disini"Ujarnya Raja Dam Ryung Sik sembari tersenyum.
"Yang mulia dayang telah menyiapkan teh herbal yang sangat spesial untuk yang mulia tapi harusnya Yang Mulia tidak berada ditempat terbuka seperti ini Hamba Khawatir jika ada sesuatu"Jelasnya Dayang Istana dengan nada khawatir.
"Tenang saja Para prajurit sangat Handal dalam melindungi istana,Sekarang biarkan aku menikmati teh ku ini sebentar saja "Jawab Raja Dam Ryung dengan tenang sembari tersenyum.
Disisi lain tak jauh dari taman itu tepat diatas pohon terlihat sosok dengan memakai pakaian serba hitam dan cadar hitam sembari membawa Busur Dan Panah telah mengintai Raja Dam Ryung.
Disisi Lain Soo Yun yang keluar dari kamarnya telah berjalan dengan tenang sembari menghirup nafas Lega.
setelah mengamati semua disana Soo Yun mulai melihat Raja Dam Ryung-Sik yang berada ditaman itu.
"Dari pakaiannya sepertinya dia yang bernama Raja Dam Ryung sepertinya wajahnya sangat polos,Bagaimana putranya yha pasti lebih parah "Gumamnya Soo Yun sembari tersenyum dan akan meninggalkan tempat itu.
Sosok yang bersembunyi diatas pohon itu mulai bersiap dengan sasaran anak panah yang menuju Raja Dam Ryung.
Disisi Lain lagi Pengawal Dam Myung-Sik yang masuk kekamar Soo Yun yang terlihat Kosong mulai mencarinya khawatir disekitar kamarnya.Sembari menatap khawatir Pengawal Dam Myung Sik segera keluar dari kamarnya dan mencarinya.
Dalam Sekejap Suasana taman yang begitu tenang itu berubah menjadi panik
Sret...
Anak Panah yang mengarah kearah Raja dan mengenai Cangkir Raja membuat semua prajurit dan dayang disana terkejut.
"Cari dari mana asal anak panah itu cepat"Perintah Dayang istana yang terlihat khawatir.
Disisi Lain Soo Yun yang berdiri dan akan melangkahkan kakinya pergi tiba-tiba terhenti dan menatap terbelalak melihat Seseorang berbaju hitam yang tiba-tiba melompat dari atas pohon telah berada didepannya.
"Oh"Ucap Soo Yun terkejut sembari menatap sosok bercadar itu.
Sosok bercadar yang melihat Soo Yun terkejut dan matanya yang menatap terbelalak membuat Soo Yun semakin menatap terpaku pada sosok yang telah berada didepannya dan sorotan mata yang sangat tak asing baginya.
Hallo teman -teman Buat Author dan lainnya Bantu Like π and Vote yha β€πTrima kasih semoga sehat selalu.Jangan lupa sarannya to coment
πππ