
Suasana kamar khusus Putra Mahkota dirumah bordil telah terlihat Pangeran Baek Hyeon,Pengawal Dam Myung-Sik,dan Kasim Hang saling menatap melihat Soo Yun yang mabuk karna minuman.
"Bagaimana aku bisa disini,Aku pasti sedang bermimpi bagaimana aku bisa disini apa aku sudah gila"Ocehnya Soo Yun yang mabuk dalam keadaan Frustasi.
Pengawal Dam Myung-Sik dan Pangeran Baek Hyeon saling menatap kebingungan.
"Yang Mulia sepertinya dari awal dia itu wanita gila"Ujarnya Pengawal Dam Myung-Sik.
"Sebenarnya"Jelasnya pangeran Baek Hyeon yang tiba-tiba terhenti karna Soo Yun memotong pembicaraannya.
Ketiga orang disana terkejut dengan Bentakan Soo Yun yang tiba-tiba sembari menunjuk kearah mereka.
"Kau...Kau..dan Kau"Panggil Soo Yun sembari menunjukan jarinya kearah mereka bertiga.
"Kasim Hang sebaiknya kau berjaga diluar "Perintah Pangeran Baek Hyeon dengan tenang.
"Baik Yang mulia"Jawab Kasim Hang dengan ragi dan khawatir melihat Soo Yun aneh.
Pangeran Baek Hyeon menatap Soo Yun yang menangis tersedu sembari menundukan kepalanya.
"Bagaimana aku bisa tersesar didunia kalian apa aku benar-benar akan menjadi wanita penghibur disini seperti yang dikatakan Pengemis itu,Tidak -Tidak jika itu terjadi aku akan mematahkan jari-jari mereka yang mencoba menyentuhku "Ucapnya Soo Yun yang tidak sadar sembari menatap Sinis Kearah Pangeran Baek Hyeon dan Pengawal Dam Myung -Sik.
Pangeran Baek Hyeon dan pengawal Dam Myung -Sik mengedipkan mata mendengar Soo Yun yang menatap mereka sinis.Entah apa yang terjadi Mereka berdua merasakan takut tanpa alasan.
"Baru masuk dan belum bercerita tentang apapun sudah mabuk,Yang mulia sebenarnya apa tujuan anda membawa wanita aneh itu"Ujarnya Pengawal Dam Myung-Sik menatap lelah.
Belum pangeran menjawab Soo Yun tiba-tiba mendorong Dam Myung -Sik menjauh dari Pangeran yang membuat mereka terkejut.
"Pergilah bawakan aku anggur yang lezat aku ingin kau yang membawakannya,Setelah itu aku akan bercerita tentang diriku"Perintah Soo Yun yang tidak sadar.
Pengawal Dam Myung -Sik yang menggigit giginya geram mulai menghela nafas remeh.Pangeran Baek Hyeon yang menjadi penengah mengisyaratkan dengan tatapan dingin agar menuruti apa yang dikatakan Soo Yun.
Pangeran Dam Myung-Sik menghela nafas dan pergi keluar ruangan itu dengan perasaan kesal melihat Soo Yun yang tersenyum remeh.
Suasana hening hanya ada Pangeran Baek Hyeon dingin dan Soo Yun yang masih dalam keadaan mabuk.
Sert...
Suara kerah Pangeran Baek Hyeon yang ditarik Soo yun dan membuat Pangeran Baek Hyeon terkejut.
"Bagaimana aku bisa terjebak diduniamu"Ujarnya Soo Yun tepat dihadapan Pangeran Baek Hyeon.
Tatapan Soo Yun yang tajam dan dekat itu membuat Pangeran Baek Hyun menatap Gugup.
Tiba-Tiba Tubuh Soo Yun terjatuh dan membuat Pangeran Baek Hyeon ikut terjatuh ditempat duduknya.
Suasana ruangan yang hanya ada mereka berdua dan Soo Yun yang tidak sadar telah terjatuh diatas tubuh Pangeran Baek Hyeon membuatnya gugup dan kebingungan memindahkan tubuh Soo Yun.
Dengan pelan Pangeran Baek Hyeon menyingkirkan tubuh Soo Yun ketenangan yang terlihat diwajahnya Membuat Pangeran Baek Hyeon sekejap menatapnya terpaku.
Disisi lain Raja Dam Ryung yang masih menunggu kepulangan putranya mulai kehilangan kesabarannya.
"Apa pangeran Belum kembali"Tanya Raja Dam Ryung menahan marah.
"Belum Yang Mulia"Jawab dayang kepercayaan Yang Mulia dengan ragu.
"Anak itu selalu membuatku khawatir ini sudah keterlaluan"Ujarnya Raja Dam Ryung yang marah.
Permaisuri Yun yang mendengar Raja Marah mulai tersenyum licik dan akan memanfaatkan kesempatan itu sembari menghampiri Raja Dam Ryung ekspresinya dalam sekejap mulai berubah cemas.
"Yang Mulia jaga amarahmu aku takut ini akan mempengaruhi kesehatanmu "Ujarnya Permaisuri Yun dengan tenang dan cemas.
"Aku tidak tahu lagi harus bagaimana membuat putra mahkota bisa mendengarkan apa yang aku katakan untuk kebaikannya."Ujarnya Raja Dam Ryung dengan nada sedih.
"Tenanglah yang mulia Putra mahkota memang keterlaluan sudah satu hari dia menghabiskan waktunya hanya untuk bersenang-senang dirumah bordil itu"Jelasnya Permaisuri Yun yang berpura -pura cemas.
"Tapi tenang yang mulia Pangeran Seok akan menyusulnya meski dia bukan anak kandung yang mulia setidaknya dia yang mengerti yang mulia"Jelasnya Permaisuri Yun dengan nada sedih.
dayang istana kepercayaan Yang mulia yang melihat permaisuri sangat licik hanya menatapnya dingin dan tidak bisa berbuat apa- apa lagi.
Tak lama kemudian Pangeran Seok datang dengan raut wajah dingin menatap ibunya.Sembari menghadap yang mulia Pangeran seok tersenyum pada Ayah angkatnya.
"Yang mulia tidak perlu khawatir hamba akan menjemput putra mahkota tolong anda tenang "Ujarnya Pangeran Seok dengan tenang.
Raja yang tersenyum kearah pangeran Seok mulai membuat permaisuri tersenyum sumringah melihatnya.
Pangeran seok yang melihat ibunya tersenyum puas mulai kehilangan ekspresi ramahnya karna tahu rencana ibunya yang sebenarnya.
"Tapi yang mulia bagaimana pun juga meski dia putra mahkota hamba yakin dia pasti bisa menjalankan kewajibannya dengan benar,jadi tolong jangan salah faham meski dia selalu datang dirumah bordil itu"Jelasnya Pangeran Seok dengan ramah.
permaiauri yang mendengar Putranya membela pangeran Baek Hyeon mulai berubah ekspresi kesal.Raja yang tersenyum kearahnya mulai menundukan kepalanya berfikir dua kali.
"Hamba permisi"Pamit Pangeran seok dengan sopan.
"Pergilah"Jawab Raja Dam Ryung sembari tersenyum.
Permaisuri yang geram dengan sikap putranya yang selalu membela putra mahkota kadang membuat rencananya gagal.
Karna bagaimanapun juga Pangeran Seok tidak akan pernah mau mengambil sesuatu yang bukan haknya seperti pemikiran ibunya.
"Dia sungguh sayang dengan kakaknya"Ujarnya Permaisuri Yun berpura-pura senang.
Disisi lain Pengawal yang masuk dengan tenang dengan membawa anggur keruangan pangeran telah melihat Soo Yun yang tidur diranjangnya.
"Sepertinya dia tertidur"Ujarnya Pangeran Baek Hyeon dengan tenang sembari meletakan bukunya.
Pengawal Dam Myung - Sik duduk dengan geram sembari meletakan piring yang berisikan anggur itu dengan kesal.
"Sebenarnya apa istimewanya wanita ini"Tanya pengawal Dam Myung - Sik dengan tenang.
Saat akan menjelaskan tiba-tiba kasim Hang datang tergesa-gesa menuju Ruangan Pangeran Baek Hyeon yang membuatnya terkejut.
"Yang mulia Pangeran Seok menuju kesini menjemput anda"Ujarnya Kasim Hang dengan tergupuh.
Pangeran Baek Hyeon saling menatap dengan pengawalnya curiga.
Disisi lain Pangeran Seok dengan para pengawal yang masuk dengan para pengawalnya membuatnya menjadi sorotan orang-orang disana.
Pangeran Baek Hyeon yang akan keluar menemui pamgeran Seok ternyata terlambat Pangeran Seok telah berada didekat lorong kamar khususnya.
Sembari menatap tenang pangeran Seok tersenyum kearah Pangeran Baek Hyeon dan menghampirinya.
"Yang Mulia mencarimu dan menyuruhku menjemputmu"Ajaknya Pangeran Seok dengan tenang sembari tersenyum.
"Baiklah ayo"Jawab Pangeran Baek Hyeon singkat.
Pangeran Seok yang menatap Pangeran Baek Hyeon yang menatap dingin menghalangi depan kamarnya mulai membuat Pangeran seok tersenyum ramah dan curiga.
"Jadi ini kamar khususmu apa aku boleh melihatnya"Ujarnya Pangeran Seok sembari ingin membuka pintu.
Pangeran Baek Hyeon memengang tangan Pangeran Seok yang akan membukanya dan menatapnya dingin membuat Pangeran Seok menatapnya semakin curiga.
Suasana hening mencekam antara saudara yang menatap tajam itu membuat ruangan disana seperti sebuah permusuhan yang terlihat jelas.
Hallo teman -teman Buat Author dan lainnya Bantu Like π and Vote yha β€πTrima kasih semoga sehat selalu.Jangan lupa sarannya to coment
πππ