
Sepulang sekolah ...
" Mau kemana Lo ?! , buru buru banget kek nya ! " Tanya Sean .
" Balik lah mau kemana lagi " ujar cyese tanpa menoleh ke arah Sean , Langkah nya dipercepat supaya sampai ke parkiran . Hingga mata nya tak melihat didepan ada batu kerikil menghalangi .
Brukkk...
" Auwsss sakit sekali epribadehh " ringis cyese , kaki nya tersandung oleh batu kerikil tadi mengakibatkan dia jatoh nyusruk ke jalan aspal itu . Untung nya hanya dengkul yg lecet . Dan tak terlalu parah
" Bantuin kek , malah ngeliatin " cungur cyese pada Sean yg hanya memandang nya kasihan tanpa niat menolong . Mungkin Sean lagi berangan jika dia yg berada diposisi cyese saat itu !
" Woy aanjir " geram cyese tambah kesal .
" Eh i- iya sini " bantu Sean , Sean mengulur kan tangan nya agar cyese meraih nya . Tubuh cyese tak berat jadinya mudah untuk ditarik .
" Makanya jalan tuh pake kaki bukan mata ! " Sindir Sean setelah menarik cyese .
" Dua dua nya sama aja bego " sewot cyese tak terima .
" Eh gak sopan " sarkas Sean dengan mata melotot lebar .
" Teu paduli aing mah " tutur cyese dalam bahasa Sunda .
" Geuleh ih " Sean mengikuti bahasa cyese . Walau sedikit lebay . Cyese memutar bola jengah .
" Udah lah gue buru buru gak sempet main Ama lu , Sono balik "
*
*
*
Bandara ....
" Bang Rizal mana sih Tan , om ! " Gerutu cyese , sebal ! Dari tadi menunggu belum ada tanda Abang kesayangan nya nongol
" Pasti bentar lagi Dateng "
" Is udah bagus dijemput , ini malah kelamaan " mulut cyese masih berlanjut komat Kamit tak jelas . Cyese cape berdiri , kaki nya pegal lama menunggu .
" ARA !!! " Teriak seseorang dari depan , seseorang itu berlari menuju cyese , dengan menyeret koper berat nya . Orang yg dipanggil Ara tadi berbalik mencari sosok yg memanggil nya , sampai matanya menangkap pria bertubuh atletis tengah berlari padanya .
Cyese kenal dia sangat kenal . Sosok yg selalu cyese anggap Abang nya sekaligus ayah bagi cyese .
" EZA !!! " girang cyese , heboh.
semua orang yg ada di bandara pun memandang nya lalu berkata ' gila ' .
keduanya berpelukan layak nya pasangan kekasih , banyak cibiran dari orang sekitar .
tapi tak dipedulikan oleh cyese , rasa kesal nya terbayar kan setelah berpelukan dengan Abang nya itu .
" balik yok " ajak cyese , diangguki Rizal . tapi diperjalanan cyese melihat ada clora disana sedang berpelukan dengan seseorang pria yg sama tinggi nya dengan Rizal .
" kenapa ?! " tanya Rizal saat langkah mereka terhenti , Rizal melihat cyese yg tengah memandang kearah lain.diikuti nya juga arah pandang nya .
nafas Rizal berdetak kencang , bukan saat melihat pria itu , tetapi saat melihat gadis yg dipeluk itu .
sama hal nya dengan Tante Vera dan om Doni , pasutri itu tak menyangka akan menemukan sosok yg mereka rindu kan .
" kesana dulu yok bang " tarik nya tangan Rizal , Rizal pun hanya mengikuti walau ragu. dibelakang nya Tante dan om nya juga mengikut , mata mereka tak berkedip melihat pemandangan tersebut .
" clora ?! " panggil cyese . orang yg dipanggil menoleh lalu mengernyit kan dahi nya .
" ngapain Lo disini ?! " tanya cyese lagi .lagi lagi dia merasa bertanya pada dirinya sendiri .
" Lo ngapain disini ?! " clora balik bertanya .
" nih jemput bang Eza " senyum cyese saat menyebut nama Eza , ia langsung teringat masa kecil nya bersama Rizal.
" ouh sama , nih gue lagi jemput Abang gue " tunjuk clora pada pria tinggi tadi , yg dipeluk nya .
" kenalin , namanya Gilang Dirga Alexander " kenal clora menyuruh Gilang berjabat tangan dengan cyese .
Gilang menurut , mata nya juga tak berhenti menatap cyese .
' kok muka nya mirip Ade gue?! perasaan bonyok gak ada tuh anak kembar . trus dia siapa?! "
" cyese kak " balas cyese tersenyum .
" muka Lo kok bisa mirip ma adek gue ?! " tanya Gilang , pikiran nya penasaran seperti arwah penasaran eak .
" hehe - - gak tau juga kak , mungkin kebetulan kali ya?! " jawab cyese sekaligus bertanya pada diri sendiri.
" kebetulan ya?! " gumam Gilang , lalu matanya beralih pada pria atletis disamping cyese . dia mengenal nya , teman kuliah nya .
" eh Lo ngapain disini bukan nya pulang " seru Gilang .
" ya gue mau pulang , nih nunggu adek gue " tunjuk Rizal pada cyese yg lagi berbicara dengan clora .
" adek lu ya?! " Gilang memastikan , lalu pandangan nya beralih lagi kepada dua orang tua dibelakang Rizal . dia memastikan bahwa itu orang tua Rizal .
" yok bang , gue duluan ya anggora " pamit cyese , dengan menyebut nama clora ' anggora '
" gue clora bukan anggora " sanggah clora tak terima .
" serah gue " lalu berlalu begitu saja dengan menggandeng lengan Rizal .
" temen Lo dek ?! " tanya Gilang .
" iya kenapa , sama kan muka nya ?! "
" kok bisa gitu sih , kan lu gak ada kembaran" bingung Gilang lagi , syok saat dia melihat cyese yg mirip dengan adik nya .
" ya mana saya tau saya kan manusia " ucap clora , lalu berjalan mendahului Gilang .
Gilang terbengong ' kebetulan ' batin gilang bertanya tanya .
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
karya baru telah tiba! tinggal kan komentar mu agar menyemangati author untuk terus update!!!