
KIRNGGG KRINGGGG
suara bel istirahat menggema di gedung sekolah , membuat semua murid bernafas lega , dengan cepat mereka membereskan alat tulis masing masing . Dan berhamburan menuju syurga ya kantin .
Begitu juga cyese dan Rizky berniat kekantin karna Sean bilang kalo mereka telah ada dikantin .
Tadinya Rizky akan pergi sendiri namun karena cyese pengen ikut jadi terpaksa dia mengajak nya toh cyese masih sahabat nya juga . Eh apa tadi , terpaksa ?! .
Saat sampai dikantin cyese bilang sama Rizky kalo dia yg akan memesan makanan , karna cyese sudah tau apa makanan yg disukai oleh para sahabat nya .Dia juga melihat dari kejauhan kalo meja sahabat nya masih kosong .
Tapi sayang nya nasib cyese lagi buruk hari ini , karna tiba tiba salah satu siswi menabrak nya , otomatis wadah yg dia bawa berjatuhan bahkan terkena kaki nya .
Dari terlihat dikaos kaki nya , dia meringis kesakitan tetapi tetap memaafkan orang yg menabraknya .
Karna tak kuat akhirnya dia memilih duduk dan menyuruh ibu kantin membuatkan makanan nya lagi dan diantarkan .
" Kenapa Lo " tanya Sean khawatir , melihat cyese yg pincang pincang sambil melangkah duduk dimeja nya .
Tatapan nya kini beralih kearah kaki cyese yg di penuhi darah kental , jelas bisa terlihat karna cyese mengganti sepatunya dengan sendal jepit yg dipinjam kepada teman sekelasnya .
" Darah Lo banyak banget " heboh Sean , lalu memekik meminta p3k kepada Bu kantin .
Dira dan Rizky yg tadi nya tak peduli kini mulai mendekat bagaimana juga cyese sahabat mereka dari SMP , mereka mendiami hanya untuk memberi cyese pelajaran agar tak memfitnah orang sembarangan .
" Auwshhhh " pekik cyese kesakitan saat Sean membuka kaos kaki nya .
" Yaallah cyese ini dalem banget ! Lo harus ke rumah sakit ini harus dijahit " perintah Sean , semua menutup mulut kesian . Karna luka cyese yg begitu dalam dikaki .
Muka cyese berubah pucat pasi bukan karna sakit melainkan takut bila kerumah sakit dan akan bertemu dengan sosok gaibh " gak gak gue gak mau ! Udah Lo obatin aja gak papa kok " tolak cyese cepat dengan. Kepala menggeleng cepat dan tangan yg memohon .
Sean pasrah lalu mengobati kaki cyese , seperti dugaan nya lukanya terlalu dalam dan harus dijahit makanya darah yg keluar tak berhenti .
" Udah nurut aja !! Ayo kerumah sakit " ajak Rizky final namun bukan cyese namanya kalo gak bisa menghindari .
Dengan cepat cyese mendorong bahu rizky hingga Rizky terjatuh menimpa Sean dan Dira . Disitu ada kesempatan dan disini lah cyese dapat kesempitan dia berdiri dan berlari walau kakinya pincang dan terasa sakit tapi dia tak peduli ini tak sebanding jika nanti dia bertemu mahkluk gaib itu lagi.
" WOY CECE BERHENTI " teriak sean , sejenak cyese berhenti mendengar nama Cece entah kenapa hatinya merasa ini panggilan terakhir . Tapi akibat terlalu ketakutan dia melanjutkan lagi langkah nya melewati tatapan iba dari orang orang .
Sampai nya dia dimotor dengan cepat menekan gas nya melaju pesat , pergi dari sekolah itu . Melupakan tas yg masih berada di kelas yg terpenting nyampe rumah .
Sedangkan dikanting sahabat nya melongo tak percaya , setakut itukah cyese dengan rumah sakit ?!
Disana juga banyak anggota kebersihan yg membersihkan darah cyese yg berceceran .
Darah nya masih berceceran hingga di rumah nya , tapi cyese tak menyadari itu .
Dia masuk kekamar lalu duduk di sofa , kakinya diangkat sedikit untuk melihat luka nya . Ternyata benar lukanya dalam dia sampe ngilu melihat nya .
Sekarang cyese harus bagaimana?!
Cyese berinisiatif untuk memainkan hp nya , mungkin dengan melupakan itu rasa sakit nya akan hilang walau dia sedikit ragu .
Di depan pintu rumah " eh ini apaan ?! " Tanya Rizal pada dirinya sendiri . Di cuil nya cairan itu lalu diperhatikan dengan seksama tercium bau amis . Rizal langsung tau kalo itu Adalah cairan , darah .
Mata nya melotot lebar , takut orang tua nya kenapa Napa , karna tak mungkin cyese kan tuh bocil lagi sekolah . Pikir nya .
Diikuti kemana arah tetesan darah itu , kini mata nya tambah melotot dan hampir loncat dari tempatnya saat darah itu berhenti tepat didepan pintu kamar adik nya .
Ceklek
Pintu itu terbuka , pandang cyese yg tadi nya di hp sekarang berbalik ke arah pintu . Lalu tersenyum saat tau siapa yg masuk , ternyata Abang nya toh dia kira siapa.
Bukan nya menanggapi senyuman cyese , mata Rizal malah beralih di kaki cyese . Kini dia melotot bercampur air mata ..
Dia sedih melihat kaki adik kesayangannya .
Segera dia tenteng tas kerja yg berisi obat dan alat itu . Diangkat nya kaki adiknya lalu diobati dengan cara dijahit .
Cyese meringis dengan mata terpejam menikmati rasa sakit yg indah , gila ! Alias meringis kesakitan .
" Lo kenapa Hah ?! " Lirih Rizal sambil menjahit luka cyese . Dia tak peduli walau seragam kerja nya kotor oleh bercak darah .
Yg dia pedulikan adalah kenapa adik nya bisa seperti ini apalgi lukanya sanagt dalam.
" Enggak ! Ini tadi cuma kena pecahan mangkok aja kok " ucap cyese lembut .
Rizal yg mendengar berdecak tak suka , cuma katanya ?! Ini kalo didiamkan akan infeksi . Dan berakibat fatal
" Lo bilang cuma ?! Kalo infeksi gimana ara !!! " Marah Rizal masih dengan menjahit , ini jahitan yg ke 14 saking panjang dan dalam nya .
" Gak bakal kan cyese kuat " bangga cyese dengan gerakan tangan yg memperagakan otot .
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱