Twins Girl

Twins Girl
pasangan { Dira × Fadhil } Valentine



" Sean " panggil cyese menghampiri Sean yg sedang berbicara serius dengan seseorang yg cyese kenal . lalu sean menoleh sesaat memberikan senyum hangat yg disukai cyese .


" eh ada bang ketos jelek " sapa cyese sekaligus meledek sultan , lalu meloncat ke punggung Sean meminta gendong diterima baik oleh sang pemilik punggung .


" Sean kesayangn Cece gooo " sorak cyese girang , karna sorakan nya tadi menuruti kartun Upin Ipin yg diperankan oleh rajuuuu , tau Raju ?! oke tonton film nya .


Sean menurut saja toh urusan nya telah selesai , dengan sedikit keberatan Sean melangkah dengan menggendong cyese dipunggung nya . meski cyese tak berat namun tetap saja dia kesusahan .


cyese menoleh menatap sultan dan xino yg juga tengah menatap nya dengan tatapan berbeda beda , dia tersenyum jahil .


" DADAH KETOS JELEK , DAN WAKETOS BULUK " teriak cyese dengan ledekan lalu tertawa ngakak sesekali menepuk pundak Sean akibat letih tertawa , tapi masih saja tak berhenti tawaan nya .


sedangkan yg di ledek mendengus sebal , terutama xino yg tak terima di bilang buluk cyese pikir dia bulukan apa ?! orang ganteng gini .


Sultan semakin mendatarkan wajahnya , entah mengapa dia cemburu melihat keterdekatan cyese dan Sean . ada rasa ingin mencegah namun dia sadar jika dia tidaklah berhak .


" si cyese emang Deket banget ya sama Sean kayak ada hubungan spesial gitu " bisik Rama pada lexa , lexa masih mempertahankan senyum nya walau hati nya sedikit sakit . tapi dia sadar diri sama dengan sultan , bahwa dia tidak berhak melarang Sean untuk berdekatan dengan cyese .


masih ingat Rama ?! bendahara OSIS yg kalem kalem manis itu .


" mereka layak nya adek Kaka , ram . gue juga pernah kok kayak gitu sama sahabat gue " saut lexa lalu melanjutkan langkah nya menuju ruang OSIS karena sebentar lagi akan ada rapat tentang Sean yg ingin masuk menjadi OSIS juga .


" emang segitunya ya ?! " gumam Rama , lalu mengejar lexa karena dia juga OSIS maka dia juga ikut rapat .


*


*


*


" Lo kenapa sih sin dari kemaren murung terus " tanya clora mencoba sahabat nya ini berbicara jujur agar dia mengetahui apa permasalahan nya.


" iya " timpal Fadhil , walau dia khawatir tapi dia tak menunjukan raut nya itu .


" gue --{ hisk hiks } gue gak - - bisa jelasin nya " tangis Sinta menjadi jadi , dia terluka mengingat semua nya . rasa sakit nya makin menjadi jadi , dia tak terima diperlakukan seperti itu .


" coba jelasin ke gue ! Lo pasti bisa " paksa clora sedikit kesal , sedari tadi ditanya Sinta hanya menangis dan menangis lalu kapan dia bisa mengerti permasalahan nya jika yg ditanya hanya menangis . dia juga jengkel juga penasaran siapa yg berani membuat sahabat nya ini menangis , Sinta gadis cerewed menangis ?! ini kali pertama .


" yaudah kalo Lo gak mau jelasin kita tunggu sampe Lo mau ngejelasin " finis Fadhil lalu pergi menuju kelas karna sebentar lagi bel masuk berbunyi.


sesekali memikirkan siapa yg membuat sahabat nya menangis . dia benci melihat sahabatnya bersedih bagaimana tidak?! dia saja tak pernah membuat nya bersedih sedangkan orang lain ?! enak saja . pikir Fadhil .


" Exlope tingkle Tom exlope tingkle Tom Tom Tom Tom Tom Tom Tom Tom Tom Tom Tom" nyanyi cewe yg sikap nya 11/ 12 dengan Sinta . dia Dira , menyanyi dengan berjalan ria mengelilingi koridor niat nya mencari cogan untuk pesta Valentine 2 hari lagi. yakali Valentine sendirian .


Dira terjatuh , mukanya terpentok mulus di lantai , jiwa bar bar nya muncul menghilangkan raga nya yg ceria tadi .


sedangkan pria yg menabrakkan nya meringis dan mengulur kan tangan berniat membantu gadis yg ditabrakkan nya.


sebenarnya tabrakan ini tidak sepenuhnya salah pria itu tapi tetap saja dia bersalah karena berjalan tanpa melihat melainkan melamun .


" adoooh sakit Nye muka gue " ringis Dira sewot , tangannya mengusap usap muka nya miris , padahal niat nyari pasangan eh malah dapet yg ginian .


urung sudah niatnya ingin bervalentine , mungkin sepulang nanti dia akan perawatan mengembalikan mukanya yg sedikit penyok.


saat Dira telah sepenuhnya berdiri , dia langsung berkacak pinggang menatap pria dihadapan nya dari atas sampe bawah . lumayan , batin Dira jahil .


" Lo itu ya kalo jalan liat liat " bentak Dira , ekting mulus nya tengah berjalan dengan lancar .


" sorry ini juga salah gue " ringis Fadhil , merasa teriakan gadis yg dihadapan nya terlalu kuat hingga telinganya berdengung sakit.


' sorry soryy gak cukup " tolak Dira , padahal dari hatinya dia tertawa penuh kemenangan karna sebentar lagi dia mempunyai pasangan untuk pesta Valentine day.


" yaudah ntar gue kasih Lo duit " kesal Fadhil .


" enggak bisa gitu dong verguzo " sewot Dira lagi , dengan tangan yg menggeleng .


" trus apaan "


" em -- - " Dira pura pura berfikir padahal idenya telah ada diotak nya sedari tadi hanya saja dia tak mau pria ini curiga padanya.


" Lo harus jadi pasangan gue pas pesta Valentine day 2 hari lagi " ide Dira cepat , Fadhil melongo , pasangan ?! dulu dia Valentine hanya dirumah ditemani cemilan dan game kesayangan nya dan cewe ini minta jadi pasangan pas hari Valentine ?!


" gak gak " tolak Fadhil mentah mentah. enak aja diakan disini korban juga .


" kalo gak gue mau lapor kepsek supaya Lo diskor " jahil Dira dia yakin Fadhil akan menyetujuinya , karma setahunya Fadhil ini tak mau citranya buruk hanya karena hal sepele.


" bodo! kepsek juga gak bakalan percaya sama Lo " sarkas Fadhil .


" percaya lah orang gue bisa buat faktanya dibalik jadi Lo yg sepenuhnya salah " rasanya Dira ingin melompat lompat tak menyangka dia selicik ini .


" dasar iya gue jadi pasangan Lo, cuma dihari Valentine ! titik !!! " desis Fadhil lalu melewati Dira begitu saja .


" gak papa lah , emang cuma hari Valentine" senang Dira lalu melanjutkan nyanyi nya dengan riang . dia tak harus lagi mencari pasangan karna pasangan nya sudah ditemukan .


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱