Twins Girl

Twins Girl
eskul basket



Gadis bar bar beserta kelakuan absurd nya , kini tengah melakukan pemanasan . Hari ini hari eskul basket yg dimana anggota nya harus hadir . Begitu juga cyese , dengan mengenakan pakaian olah raga khusus siswi .


Rambut yg diikat sembarangan dan wajah yg sedikit berkeringat menambah kesan cantik nya , aura nya bisa dirasakan oleh anggota lain .


Sembari menunggu anggota yg masih berganti pakaian cyese melatih diri bermain basket sendirian , gerakan lincah nya bola masuk dalam ring dari arah yg jauh .


Sean , sultan dan xino berdecak kagum , tanpa dilatih ternyata cyese telah lancar melakukan nya .


Sebagai ketos sultan harus memberitahu pihak sekolah agar cyese dimasukan tim putri basket untuk pertandingan dua bulan lagi.


Prok prok prok


Tepuk tangan dari pak Engkus selaku guru olahraga , sekaligus pembimbing eskul basket .


Semua siswa/i menatap lapangan basket yg mana hanya ada cyese disana .


Cyese terdiam dan sekilas kaget dengan tepukan tangan itu , segera dia menoleh kesekitarnya ternyata semua anak basket tengah menatap nya dengan pandangan berbeda beda . Cyese kikuk sendiri merasa canggung , ' Napa pada liatin gue sih dikira topeng kaca kali ya?! ' batin cyese mendengus .


" Bapak pilih kamu buat jadi tim basket putri yg akan bertanding sebulan lagi " ujar pak Engkus , pak Engkus mendekati cyese lalu menepukan tangan nya dibahu cyese .


" Bapak percayakan padamu " ucap guru itu lagi kali ini dengan tatapan memohon . Sesudah itu pak Engkus menatap sekeliling lalu meniup peluit tanda latihan akan dimulai .


Semua anak eskul berkumpul , lalu membungkuk hormat diangguki pak Engkus .


Sesudah itu pak Engkus mulai menjelaskan bermacam macam gerakan tapi tidak semuanya hanya separuh agar semua anak eskul basket mudah memahami .


Cyese juga dengan sekejap memahami penjelasan dari pak Engkus , sebenarnya dulu dia jarang hadir di eskul basket sewaktu SMP . Tapi terkadang dia selalu menonton pertandingan basket antar komplek katanya untuk merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus .


Eskul selesai , dengan teramat lelah cyese melangkah menggendong tas nya dibahu kiri , tanpa mengganti baju olahraga nya .


Berjalan gontai menuju parkiran sebenarnya dia malas mengendarai motor nya namun apa daya ?! Tak mungkin dia terus menerus menyusahkan sahabat nya Sean ! .


Brum brum


Motornya melesat meninggalkan sekolah yg telah sepi , mata sedikit mengantuk akibat kelelahan .


Karna tidak mau menimbulkan kecelakaan , cyese memutuskan untuk mencari kopi di sekitaran jalan. Dan ketemu , warung pinggir jalan yg berdekatan dengan pantai ! Pas sekali jika cyese minum kopi disana sekalian menikmati indah nya pantai.


Tak peduli bajunya terkena kotoran pasir pantai , yg penting dia ingin ketenangan sejenak untuk menghilangkan lelah dan rasa kantuk nya .


Terpaan angin meniup kencang rasanya sejuk sekali , rambut cyese pun berterbangan indah .


Wajah yg tadinya terlihat lelah sekarang sedikit ceria namun itu tak lama , setelah melihat pemandangan yg membuat hatinya sedih .


Terlihat dari jarak sedikit jauh dari cyese berada , clora yg tengah tertawa bahagia bersama dengan keluarganya , ibunya ?! Ouh cyese kenal ibuk itu wanita yg ditolongnya waktu itu Dann Abang clora yg juga sempat berkenalan dengan cyese dibandara . Satu orang lagi yg cyese tak kenal namun dia langsung tau bahwa dia adalah ayah clora .


Keluarga Alexander memang harmonis , tak seperti keluarga cyese sampai sekarang juga cyese belum mengetahui siapa ayah nya dan dimana ayah nya .


Pandangan nya dialihkan kearah ombak pantai , dan matahari sore .


Bayangan dimana dia menanyakan keberadaan sang ayah namun mimom nya menentang keras untuk menjawab . Ia tak tahu apa yg salah atas pertanyaan nya dan dia heran mengapa mimom nya akan marah jika mendengar kata ayah .


Angin menerpa wajah cantik cyese , mata cyese menutup kala angin itu meniup wajah nya .


' dasar anak jalang '


' kalo bukan anak jalang terus anak apaan , dimana mana anak jalang itu gak ada bapak nya dan Lo juga gitu kan ?! "


" Gatau diri emang '.


' mungkin bapak nya ninggalin karena malu punya anak kayak dia bar bar gak ada etika '


Semua hinaan cacian dan makian seakan menjadi melody rusak di telinga cyese , dada nya sesak mengingat waktu dia SMP sering di-bully dan disebut anak haram / jalang .


' cyese bukan anak haram , cyese anak ayah tapi cyese gak tau dimana ayah ' tangis cyese waktu dia berumur 11 tahun .


Mengingat itu dia tertawa hambar , dunia ini kejam untuk nya , jarang memberikan kesenangan untuk nya .


Cobaan demi cobaan dia lewati tanpa bantuan siapapun , saat dia bahagia tak pernah dilupakan bahwa sahabatnya juga harus ikut dalam kesenangannya tapi saat dia terpuruk , kata menjauh yg pantas untuk nya . Dia tak mau menjadi beban Sahabat nya , dia tau bahwa sahabatnya punya hidup masing masing bukan hanya mengurus dirinya yg tak berguna.


Dia berdiri merasa cukup menikmati pantai ini , lalu melangkah menuju motor yg diparkirkan dekat warung kopi tadi .


Setelah membayar cyese berlalu untuk pulang kerumah Tante nya berniat rebahan mager .


*


*


*


" Makasih ya ma , yah , sama Abang yg udah luangin waktu kalian buat clora " ucap clora terharu , matanya berkaca kaca dengan kasih sayang yg diberikan keluarganya untuk nya .


" Sama sama sayang toh ini juga karna mamah sama papah sayang sama kamu " balas ana mengelus rambut clora pelan , dengan senyum yg manis , sama hal nya dengan clora ' ana juga bahagia bisa berliburan dengan keluarga nya walau pun sebentar .


" Abang juga sayang adek kok mah :) malahan kalo adek mau Abang bakal cuti terus supaya adek liburan bareng Abang " timpal Gilang ikut ikutan , dia juga bahagia bisa berkumpul bersama keluarga nya , siapa sih yg gak bahagia bila berkumpul bersama dengan keluarga?!


"Huuu itu Abang yg kemauan , supaya gak kerja ! " Sorak clora tertawa , gilang cengir cengir karena itu juga alasan nya .


Sedangkan Jovan hanya tersenyum hangat , jujur ini yg dia ingin kan sedari dulu , tapi entah mengapa ada rasa sesak dan bersalah di lubuk hati terdalam nya jika mengingat kejadian ' ITU '.


Semuanya tertawa melihat Gilang yg kikuk , tapi tawa ana terhenti kala melihat gadis yg sama dengan putri nya juga menatap kearah nya.


Degg


Tatapan nya menjadi sendu , kala matanya bertatapan dengan gadis itu . Banyak kesedihan terdalam di mata biru itu . Dia sebagai ibu merasakan.


" Mah mamah kenapa ?! " Panggil clora , mengguncang bahu ana pelan . Ana menoleh lalu tersenyum menyembunyikan kesedihan nya ,


" Iya sayang ?! " Jawab ana ramah , ana memandang wajah clora telaten raut bahagia terlihat jelas di muka putri tiri nya ini , seketika air matanya jatuh tanpa bisa dicegah dia kembali mengingat tatapan dan raut wajah gadis itu yg terlihat amat menyedihkan .


" Mamah kenapa nangis ?! " Tanya clora membuyarkan lamunan ana , Jovan dan Gilang menoleh lalu mengernyit dahi heran .


" Kamu kenapa sayang ?! " Tanya Jovan pada istrinya .


" Mamah kenapa ?! " Tanya Gilang juga , ketiganya khawatir.


" Enggak mamah cuma nangis bahagia aja " sanggah ana lalu menyeka air matanya dan tersenyum semanis mungkin .


" Ya udah mamah cape kali ya ?! Kita pulang aja yuk udah mau malem " ajak Gilang disetujui semuanya .


' semoga kebahagiaan ini tidak menjadi alasan kesedihan gadis itu ya Allah ' batin ana memohon . Lalu mengikuti keluarganya masuk kedalam mobil .


🌱. 🌱. 🌱