Twins Girl

Twins Girl
garden jaya



Saat sampai semua orang melongo karna dipagi hari melihat segerombolan anak anak SMA 2 MEREDEKA yg berdatangan menggunakan sepeda dan juga motor .


Yg tambah heboh nya karna melihat penampilan sicupu yg kini berubah menjadi cool walau tak setampan Sean tapi , melebihi sultan dan xino .


" BUBAR WEY BUBAR .... " teriak xino menyuruh semua pergi kekelas masing masing karna bell sebentar lagi berbunyi .


Tatapan intimidasi dan kesal tertuju pada cyese juga selatan , yg ditatap malah natap balik layak nya gak ada apa apa ..


" Kenapa Lo sering buat keributan sih " desis xino tak paham lagi dengan kelakuan cyese yg semakin hari semakin banyak tingkah .


Lalu dia memandang cupu yg kini menjadi saingan ketampanan nya .


" Dan Lo ngapain ngikut ngikut ?! Lo kira bagus kayak gini " tunjuk xino kearah cyese yg biasa biasa saja mendengar ceramah nya . " Enggak ! Gak ada bagus bagus nya tau gak !!! " Desis xino menatap cyese tajam , begitu juga sultan yg sama jengah nya .


Mereka gak tau aja kalo sebenernya yg mempercepat perjalanan itu cyese , buktinya tadi cyese rela membantu teman sekolahan nya dengan aksi tadi juga melawan petugas pemerintah.


Tapi apa ?! Sekarang dia juga yg kena , huh .


" Gue binggung mau ngurusin lo kayak gimana lagi " tegas ketos dan waketos kompak .


" kalo mau ngurusin hidup orang tu jangan tanggung tanggung sekalian urusin baju kotor , makan , minum , sekalian token listrik . Biar mantul ! " canda cyese lalu pergi dari sana menarik selatan yg Hanya diam menyimak .


Sedang kan xino dan sultan mematung , savage ini pertama kalinya cyese berbicara tak sopan dengan nya , dulu dia memang nakal namun jarang membantah .


***


Bel istirahat berbunyi dengan cepat cyese keluar dari kelas tak lupa dengan tangan yg menarik pergelangan selatan . Menelusuri koridor sekolah , dari kantin sampe ruang kepsek .


Selatan sendiri dibuat bingung dengan kebegoan cyese yg sedari tadi kesana sini tanpa tujuan.


" Kamu ngapain sih ?! "


" Suutt Lo ikut gue aja " perintah cyese tak terbantah kini tinggal mencari dikelas IPS 10 D , kelas clora .


Saat sampai pas sekali gurunya baru keluar , jadi semua murid nya masih berada didalam .


"Asmekom " salam cyese sopan dibalas dengan yg lebih sopan lagi .


Diedarkan nya kesekitar hingga berhenti di tempat Sinta yg bersebelahan dengan clora . Dia amati dengan baik dan cermat , muka clora membuat sang empu risih .


" Hehe makasih ... Cuma mau liat wajah penghuni kelas ini aja ... Pamit ya selamet beristirahat " ujar cyese macam orang tolol , lalu pergi dari kelas itu dengan pikiran yang mengarah ke clora .


Tapi apa iya dia dan clora bersaudara ?! Bahkan kembar ! Tapi kenapa sifat mereka berbeda .


" Nih minum Lo "


Se cap pop es taro yg harganya 2000 an tersodor didepan wajah cyese , diterima girang oleh nya . Masih dengan pikiran nya yg sama , tentang ayah dan saudara kembar nya .


' kalo clora saudara gue berarti , tuan jovanka Alexander itu ayah gue ?! Tapi kok bisa , bukan nya clora memiliki mama ana kandung pula , jadi mana bisa dia barsaudara dengan keluarga Alexander keluarga sang miliader , lalu marga A nya apa ?! ' bingung cyese masih beradu dengan pikiran nya sendiri dengan bibir menyedot pop es .


" Ngelamun apaan sih kamu , sampe dipanggil gak denger " cyese menoleh sekilas , lalu menatap pohon didepan nya .


Tak dapat jawaban dari cyese , selatan memilih diam menunggu gadis itu sendiri yg berbicara toh kalo dia nanya gak dijawab .


" Ntar anter gue ...ke rumah lama gue ya ! " Pinta cyese , sekarang tangan nya bertumpu dengan tangan selatan agar teman nya menerima .


Dilirik tangan nya yg dipegang cyese , lagi lagi jantung nya tak bisa dikondisikan . Tau lagu yang lirik nya kaya gini ...


' aduh jantung aku dag Dig dug serrrr massss "


Tidak tidak , itu lebih lebay oke selatan harus bersikap biasa saja agar cyese gak kebapera. .


" Iya , btw rumah kamu dimana ?! "


" Komplek garden jaya , nomor 153 Deket kan "


" Garden jaya ?! Perumahan yg jauh itu ?! " Tanya selatan tak percaya , gimana gak percaya orang tu perumahan jauh nya minta duit { ampun } , rumah nya aja udah cukup jauh apa lagi itu .


Dan sekarang dia hanya bawa sepeda , udah kaki yg cape ngegoes , belum tangan yg pegel megangin stang nya , dan pantat yg udah tipis tambah tipis.


" Gimana mau yah ...... " Rengek cyese , dengan jurusan nya kalo orang bilang itu ' pepes uyeus ' puppy eyes .


Huft


" Iya ...iya " pasrah selatan , ikhlas gak ikhlas ini mah .


Sesudah itu cyese mengajak selatan untuk masuk kekelas takutnya bel masuk berbunyi .


" Eh mau kemana kok pada bawa tas semua ?! " Tanya cyese penasaran , pasalnya semua anak anak kelas sibuk dengan membereskan alat tulis mereka , padahal jam pulang masih lama .


" Pulang lah , gurunya ada rapat " jawab Zaki yg duduk di bangku paling depan , diringi raut yg biasa saja .


Cyese manggut-manggut kesempatan emas dia dan selatan akan lebih cepat kalo begitu , ini keberuntungan nya .


' sepertinya takdir memang menginginkan gue untuk nyari tau siapa ayah dan sodara gue ' batin cyese sembari memasukan buku dan pulpen nya .


Semua telah dimasukan , lagi lagi dan lagi tangan nya menarik tangan selatan agar cepat keluar kelas . Saat diparkiran dia bertemu dengan sahabat lamanya juga musuh nya siapa lagi ?! Kalo bukan , clora , Sinta , Fadhil , Dira , Sean , Rizky , tak lupa dengan si ketos sultan juga waketos xino diikuti sekertaris lexa disana .


Saat berlewatan cyese berhenti sebentar tapi tidak menoleh , dia menghembuskan nafas kasar lalu melanjutkan langkah nya lagi .


Saat sepeda akan digoes cyese dengan cepat berteriak " TEMEN GUE SIH BANYAK TAPI YG NEMENIN GUE PAS LAGI TERPURUK NYA CUMA SATU " lalu tertawa keras , merasa itu lucu .


" Maksud Lo apaan nyindir nyindir kita kayak gitu ! " Tanya Dira tak suka , dia menunjuk cyese lalu selatan " mentang mentang Lo punya temen baru jadi Lo lupa sama sahabat Lo ! " Lanjut nya lagi , dengan Fadhil yg sudah berada disampingnya .


Cyese turun lalu maju 3 langkah berdekatan dengan Dira , ditatap nya Dira yg berbicara tak tau dirinya .


" lagi dak nyindir tapi Ado yg kesindir , aduh buset srepet " lawak cyese di ikuti gaya gaya nya yg asal asalan, dengan bahasa khas Palembang.


" Heh sadar diri mbak nya ...! Yg mentang mentang itu Lo " tunjuk nya pada kening dira tapi ditepis oleh Fadhil , membuat cyese tersenyum ." Kemana aja pas gue sakit ?! Ada gak Lo jengukin gue atau ngasih kabar ke gue pas gue lagi sakit ?! E-N-G-G-A-K , " jeda nya penuh penekanan di akhir kalimat .


" Gue tanya lagi ada gak ! Lo nyamperin gue pas hari gue masuk lagi sekolah ?! A-D-A- -E-N-G-G-A-K " lanjut cyese semua terdiam bahkan Sinta , karna menurut nya ini bukan urusan nya lagi yg penting Rizky sudah jadi miliknya . Jadi masalahnya dengan cyese kelarrrr .


" gue minta maaf " lirih Dira , menangis ya Dira menangis , dia mengaku salah disini . Dia juga merutuki ke begoan nya atas kelupaan nya .


Jika saja dia tidak terlalu sibuk dengan pacar atau teman baru nya mungkin persahabatan nya tak akan rusak .


Sean maju beserta Rizky , tak lama mereka memeluk cyese erat pelukan yg lama cyese tak merasakan .Dia tak membalas tapi saat dia tau punggung nya basah akibat air mata Sean dan Rizky , segera tangan nya mengusap punggung mereka berdua menenangkan. Selatan kesal sendiri , milik nya di pegang dia tak suka berbagi .


" Maaf " satu kata 4 hurup dan penuh makna itu keluar dari mulut Sean dan Rizky , cyese tak menangis dia malah senang mendengar nya.


" gue belom pasti tapi gue maafin kalian kok " ujar cyese lalu menaiki sepeda menyuruh selatan untuk cepat menggoes.


***


" Aku kira tadi pake sepeda kesana nya " dengus selatan , ternyata cyese menyuruh nya untuk mengganti kendaraan dengan mobil takut nya mereka pulang malem .


" Yakali , emang Lo mau ngegoes dari sini sampe garden Sono " sarkas cyese , bodo amat .


Selatan diam , payah dia tak bisa adu mulut dengan cyese yg notabene mulut pedas .


Tadi cyese menyuruh nya untuk langsung pulang kerumah selatan , dan selatan mengiyakan . Serta menyuruh selatan untuk ganti pakean, tadinya juga cyese masih akan memakai seragam sekolah tapi dengan baik nya bunda citra memberi setelan baju .


Celana jeans pendek , dan kaos polos kecil pas sekali ditubuh cyese , katanya itu baju untuk sepupu selatan kalo misalnya lagi liburan .


" Ini kemana lagi arah nya ?! " Tanya selatan masih fokus dengan stir .


" Belok kanan " jawab cyese singkat , tangan nya sibuk mengetik ngetik ponsel mencari tentang informasi atau data seorang jovanka Alexander .


Tertulis disana , seorang jovanka Alexander pernah menikah dengan anak dari pengusaha yg sama terkenalnya tetapi hubungan mereka tak lama hanya 4 tahun berjalan , sesudah nya kabar perceraian mereka tersebar .


" Ini bukan ?! " Tanya selatan menoleh ke arah cyese , dengan telunjuk menunjuk rumah besar berwarna hijau putih .


Cyese mengangguk lalu keluar dari mobil , membuka pagar serta menarik tangan selatan seperti biasa .


Ting Ting Ting Ting


Bel ditekan oleh cyese dengan tak sabar .


Ceklek


Pintu dibuka oleh pembantu nya bik yaim " eh ada non silakan non masuk " ucap bik yaim menunduk .


Cyese masuk tangan nya masih menarik tangan selatan seakan tak mau lepas , mata nya terus memperhatikan bagian dalam rumah nya yg sama seperti dulu . Tak ada yg berubah , seperti dulu dirumah nya tak ada foto keluarga satupun hanya ada guci atau pas bunga antik .


Tanpa duduk cyese langsung naik tangga , memasuki kamar ibunya . Kamar bernuansa coklat susu , tempat nya rapih walau jarang di tempati .


Tangan nya melepas cekalan selatan , beralih ke lemari kecil di bawah samping dekat kasur .Ternyata dikunci , dengan cepat dia mencari kunci nya dan ketemu di laci nakas .


Dibuka nya lah lemari kecil itu , dan. Ternyata banyak lembaran lembaran yg dibungkus dengan map .


Satu persatu dilihat nya , seketika matanya melotot lebar tak percaya .Difoto tersebut terdapat satu wanita berpakaian kebaya nikahan orang dulu yg dia yakini adalah mimom nya .dan disamping nya pria yg gagah sama sama memakai seragam pernikahan jaman dulu , dia yakin itu adalah ayah nya , Dia belum bisa mengetahui siapa ayah itu. Karna muka yg sedikit tak jelas .


Lagi lagi dia melotot tak percaya , melihat lembaran yg satu nya , terlihat seperti foto keluarga dengan dua bayi perempuan yg kembar . Itu ... Itu..berati dirinya dan kembaran nya ?!


Sedangkan selatan memandangi foto sebelum nya yg diletakan cyese , dia mengernyit heran tak tau apa maksud nya , hanya sebuah foto pernikahan ?! .


Saat satu lembaran lagi bukan lah foto , melainkan kartu keluarga yg tertulis banyak nama keluarga Disana , pertama dia terkejut ternyata perkiraan nya benar , ada nama ayah nya dan dia adalah JOVANKA ALEXANDER dia ayah cyese ?! .


Cyese tak percaya seorang pengusaha yg sering dipanggil dengan seorang miliarder itu adalah ayah nya , lalu kenapa ?! Kenapa ayah nya tak mau menemui nya ?! .


Dia baca urutan selanjutnya tertera nama mimom nya RENIA GABRIELA , Reaksi nya biasa saja , karena dia tau itu memang nama mama nya .


Tak lama urutan ketiga , lagi lagi cyese di syokan dengan nama itu , saudara kembar nya . Kakak perempuan nya , CLORA GABRIELA ALEXANDER .


dia ?! Saudara kembar , tapi .....


Urutan terakhir tertera nama dirinya yg sama dengan clora CLARA CYESE GABRIELA ALEXANDER , tenyata nama nya ini selama dia hidup dia juga belum mengetahui apa singkatan dari nama nya Dia juga heran kenapa Abang Rizal sering memanggilnya dengan sebutan ara.


Selatan juga membaca nama itu , dia jadi tau apa masalah nya . Dibawa nya cyese kedalam dekapannya menenangkan gadis yg mengaku pacar nya , fakta yg baru dia ketahui yaitu tak semua orang yg ceria dan nakal memiliki hidup bahagia .


Dia harus banyak bersyukur masih diberikan keluarga yg sempurna walau papah nya sibuk bekerja tapi papah nya menyayangi nya .


5 menit cyese menangis dalam diam , ternyata ayah yg dia cari berada disekitar nya dan waktu itu dia pernah melihat jovanka dipantai sedang tertawa bahagia bersama keluarganya , tanpa mempedulikan dia yg kehilangan sosok ayah .


Tak ingin berlama-lama menangis , dia segera bangkit tersenyum kepada selatan .


" Kamu gak papa ?! " Tanya selatan cemas , melihat muka cyese yg pucat pasi . Segera dicek nya suhu badan cyese tapi tidak demam sama sekali , tapi kenapa bisa sepucat ini .


" Gue biasa aja , yok balik " ajak cyese , dia menarik selatan turun . Berpamitan dengan bik yaim , tadinya bik yaim menawarkan makan dulu tapi karna selatan menolak jadinya mereka pulang .


🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊