Trapped In Other World

Trapped In Other World
Chapter 8 : Masa Lalu (2)



"KAU.. KAU TELAH MEMBUNUH ISTRIKUUUU! MONSTER LAKNAT!! Extract Weapon : Boomerang Type!"


[Extract Weapon mengubah senjata yang ada menjadi barang kecil yang bisa digabungkan dengan senjata lain, biasanya berbentuk seperti batu]


Klik! (batu menempel di tempat yang sesuai)


Zrrrr (kekuatan mengalir)


Shriiiing (sesuatu yang mengeluarkan cahaya)


"Syukurlah berhasil"


Tidak lama kemudian, muncul sebuah menu pop-up di penglihatan Zerich


[ Skill Unlocked!]


[ Boomeraxe ]


[ Axe Type ]


"Waah skill baru. Baiklah akan kubunuh kau Monster Laknaaaaaaaaaat!!! Axe Type : Boomeraxe!"


Zwoooosh.. (sesuatu yang melesat)


Cring Cring Cring (besi beradu dengan besi)


Berkali-kali Zerich mengeluarkan skill Boomeraxe karena ia tidak bisa mendekati monster itu.


Setelah beribu-ribu serangan telah ia lontarkan, namun hasilnya tidak terlalu berdampak pada monster itu, alhasil tenaga Zerich pun semakin menipis


"Hosh.. Hosh.. Kalau terus seperti ini, kota ini akan hancur. Baiklah kalau itu maumu, monster jelek! Fire Axe Style : Hell Tornado!"


[Hell Tornado merupakan tingkat tertinggi dari skill Fire Typhoon, dan jika penggunanya tidak cukup kuat, maka akan mengakibatkan kematian]


Voooom (kobaran api yang sangat dahsyat besarnya)


Swoooosh (pusaran api yang sangat besar)


"Aaaaaaaargh..." teriak monster itu kesakitan.


Tidak lama kemudian monster itu pun mati, tiba-tiba


Bruk! Zerich terjatuh setelah mengeluarkan skill terkuat yang ia miliki. Kemudian, Zuki yang melihat ayahnya terjatuh, iapun berlari menghampiri ayahnya


"Ayaaaaaah..!!" teriak Zuki sambil berlari dari kejauhan


"Zu.. Zuki? Apa itu kau?" tanya ayahnya dengan nada rendah


"Iya ayah, ini aku, Zuki"


"Kenapa kau lama sekali?"


[Evakuasi adalah memindahkan warga ke tempat yang aman]


"Kau memang anak yang baik, Zuki. Uhuk.. Uhuk.. Aku bangga memiliki anak sepertimu. I..Ini, tolong berikan ini kepada adikmu, Zui!" ujar Zerich kepada Zuki


"Tidak, ayah. Ayah harus tetap hidup. Bagaimana dengan aku dan Zui nanti, Ayah?"


"Aku yakin kau pasti bisa. Tetaplah hidup, Zuki, Zui. Aku akan terus mengawasi kalian"


"Serem.."


"Yahh ngerusak suasana nih kamu.."


"Hehe iya maaf, yah"


"Ya sudah. Ayah pergi dulu. Bye"


"Yah, Ayah? Aaaaayyaaaaaah!!!"


"Oh iya, lupa, satu lagi.. Berikan ini kepada Zui ya.. Oke. Bye" perintah Zerich kepada Zuki sambil menyerahkan Kapak miliknya dan sebuah buku untuk upgrade senjata


"Oke, ayah. Eh? Ayah? Baiklah, Ayah. Akan aku berikan kepada Zui, Ayah istirahatlah dengan tenang"


Kemudian, setelah mengadakan upacara pemakaman, Zuki mendekati Zui dan berkata,


"Zui, ini ada kado ulang tahun mu yang terakhir dari Ayah dan Ibu" ujar Zuki dengan nada rendah


"Ha? Ini.. Untukku?" tanya Zui dengan terheran-heran


"Iya. Nanti akan aku beritahu cara menggunakannya"


"Baik, Kak. Aku akan menjadi kuat seperti Ayah. Dan menjadi pahlawan di kota ini!" teriak Zui yang saat itu belum mengerti bahwa Ayah dan Ibunya telah meninggal karena masih kecil.


"Jadi.. seperti itu ceritanya" Jelas Zui yang tengah memotong daging untuk dimasak


"Hiks.. Hiks.. Maafkan aku, Zui.." jawab Lisa sambil berusaha mengusap air matanya yang terus mengalir


"Tidak apa-apa, malah aku bangga dengan orang tuaku dan aku ingin menjadi seperti mereka yang menyelamatkan kota hingga titik darah penghabisan"


"Baiklah. Kalau begitu, aku akan membantumu" tegas Lisa


"Ok. Mari kita melindungi kota kita dengan segenap hati!"


"Baik!"


[Note : Add to Favorite ya.. supaya dapat notifikasi kalau novel ini update. Dan Follow IG Author ya.. @ini_musuru ^v^]


[Terima kasih sudah mengikuti novel T.O.W]