
Setelah mereka memasuki rumah Zui, mereka langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Di tengah kesibukan mereka, Lisa tiba-tiba bertanya
"Zui, kamu hanya tinggal dengan kakakmu?"
Pertanyaan Lisa yang tiba-tiba pun mengagetkan Zui yang saat itu sedang fokus merebus sayuran
"Ha?! Oh.. Iya aku tinggal hanya berdua dengan kakakku"
"Memangnya orang tua kamu kemana?"
"Orang tuaku.."
[Setelah ini, semuanya adalah flashback dari Zui]
(7 Tahun yang lalu)
"LAARIIIIIIIIII... SELAMATKAN DIRI KALIAAAAN... KOTA KITA DISERAAAAANG!!!" Teriak salah seorang warga sambil berlari untuk memperingati kepada seluruh warga untuk pergi menyelamatkan diri mereka, karena saat itu kota sangat luluh-lantah akibat serangan monster yang sangat besar. Kemudian tidak lama setelah itu, Zui yang saat itu masih berumur 5 tahun diberitahu agar dia pergi bersama kakaknya
"Zui.. Kamu ikut kakak dulu ya.. Nanti Ibu dan Ayah akan menyusul.." ujar Ibu Zui sambil menyerahkan Zui kepada kakaknya, Zuki.
"Kakak, kita mau kemana?" tanya Zui kecil yang polos
"Kita akan pergi ke tempat yang aman, Zui" jawab Zuki sambil tersenyum hangat kepada Zui
"Lalu Ibu dan Ayah bagaimana?" tanya Zui kecil lagi
"Nanti mereka akan menyusul,kok. Tenang saja" lagi-lagi Zuki menjawab pertanyaan Zui sambil tersenyum agar Zui tidak khawatir
Sementara itu, Ibu Zui yang sudah merasa Zui dan Zuki aman, langsung berbisik kepada Ayah Zui
"Sebaiknya kita cepat melawannya" bisik Ibu Zui kepada Ayah Zui yang saat itu tengah sibuk mencari senjata
"Baiklah, tapi setelah aku menemukan senjataku, ya"
jelas Ayah Zui
"Kalau kau mencari senjatamu, lalu apa yang kau simpan di punggungmu itu?" tanya Ibu Zui
"Oooh iya.. pantas saja tidak ketemu dari tadi.. hehe.. Baiklah, ayo kita hajar monster itu!" perintah Ayah Zui
Dengan sekejap, mereka pun pergi meninggalkan rumah mereka dan menuju ke lokasi monster tersebut.
Sesampainya di lokasi monster, Ibu Zui terkejut dengan ukuran tubuh monster itu, dan berkata
"Zerich, Mo..Mo..Monster i..i..ini bes..besar sekali.. Aku tidak yakin kita bisa mengalahkannya dengan mudah" bisik Ibu Zui kepada Zerich(Ayah Zui dan Zuki)
"Tenanglah Zura, selama Flame Axe ini ada bersama kita, kita akan bisa menghadapi rintangan apa pun."
"Baiklah kalau begitu. Ayo segera kita habisi dia!"
"Oke. Aku mulai, ya. Axe Style : Meteor Crash!"
[Meteor Crash adalah serangan yang melesat seperti meteor dan damage yang dihasilkan pun cukup untuk membunuh seorang Pemimpin Pasukan Penjahat]
Shriiiing (ayunan kapak)
Zraaakk (serangan yang mengenai lawan)
Craaaaaash (cipratan darah)
ROAAAAAAAAAR...
Nampaknya, Zerich membuat monster itu marah karena telah mengganggunya
"Zura, Sekaraaang!!!" perintah Zerich
"Baik. Boomerang Style : Sandstorm!"
[Sandstorm membuat area sekeliling tubuh lawab mengalami badai pasir dan membuat lawan tidak bisa melihat dengan jelas]
"Hanya segitu saja kemampuanmu?! Terima ini! Claw Style : Water Needle!"
[Water Needle membuat jarum yang sangat kecil dan runcing dari air sungguhan. Syarat menggunakan jurus ini harus terdapat air di dekat pengguna]
Swoooosh.. (jarum melesat)
Craaakk (serangan mengenai tubuh lawan)
"Aaaakh.. serangannya.. sangat.. kuat.. Apa.. yang harus.. kita lakukan?" tanya Zura dengan nada kesakitan
"Belum cukup!" bantah Zerich sambil mengambil Boomerang milik Zura
"Pinjam sebentar, boleh?" tanya Zerich untuk meminjam Boomerang Zura
"Jika.. untuk.. anak-anak kita.. am.. bil.. sa.. ja.. Lindungi mereka.. suami.. ku.." jawab Zura dengan nada sangat kesakitan sambil memberikan Boomerang miliknya
Buk! tangan Zura tiba-tiba terjatuh dari genggaman Zerich.
"ZURAAAAA... BANGUN ZURAAA..!!!" teriak Zerich untuk membangunkan Zura
[Note : Add to Favorite ya.. supaya dapat notifikasi kalau novel ini update. Dan Follow IG Author ya.. @ini_musuru ^v^
Terima kasih sudah mengikuti novel T.O.W]