
CRIIING... Kapak Zui pun beradu dengan kaki monster itu yang ternyata sekuat baja dan setajam pedang.
"Kau.. berani-beraninya kau menginjakkan kaki kotormu itu di wilayahku!" ancam Zui
"Berani kau bilang kakiku kotor?! Rasakan ini!!! Eagle style : 1000 Meteor Claw!!!"
[1000 Meteor Claw adalah jurus yang dimana penggunanya menjatuhkan cakaran berapi yang sangat banyak layaknya hujan meteor]
"Hahaha.. segitu saja kemampuanmu?! Sekarang giliranku, monster jelek! Axe Style : Breathe of Dragon..!!" teriak Zui sambil mengayunkan kapaknya ke arah monster itu.
[Breathe of Dragon membuat lawan yang terkena serangannya merasakan panasnya nafas dari seekor naga yang besar yang menghembuskan api]
"Untuk anak kecil sepertimu, boleh juga"
"Asal kau tahu, monster jelek.. Aku in.."
"Aku punya nama, anak kecil! Namaku adalah Jendral Taru, Jendral dari pasukan Negara Tarinzerg. Siapa namamu?"
"Jadi kau ingin tau namaku? Terima ini! Axe Style : Fire Typhoon..!!"
[Fire Typhoon adalah angin topan yang diselimuti oleh api dan menyebabkan damage beruntun, sehingga mengurangi Hit Points lawan cukup banyak]
"Aaargh.. [dalam hati : HP ku telah berkurang cukup banyak. Aku harus membalasnya] Lion Style : Calling Roar! ROAAAAAAR!!"
[Calling Roar memungkinkan penggunanya memanggil bayangan dirinya sebanyak yang ia mau]
"Wah kalau terus seperti ini, aku dan Lisa akan mati" ujar Zui dengan nada rendah sambil mengambil panah dari inventory nya.
"Lisa, tangkap ini!" kemudian Zui melemparkan panahnya ke arah Lisa yang berada tidak jauh darinya
"Hah?! Kenapa kamu ngga bilang kalo punya panah di inventory mu?!"
"Hehe maaf aku lupa. Sudah sekarang pakai saja panahnya"
"Tapi bagaimana cara pakainya!?"
"Kukira kamu memilih panah karena kamu tau cara pakainya. -_- . Kamu lihat lambang seperti tanda tanya di pojok kanan bawah di bawah bar HP mu?"
[bar HP menyatakan "darah" yang kita miliki]
"Iya lihat. Lalu?"
"Kamu klik itu dan cari cara menggunakan senjata!"
"Ah.. ketemu. Oke akan kubaca"
Setelah membaca panduan cara menggunakan senjata, tiba-tiba muncul menu pop-up yang bertuliskan "New Skill Unlocked! Bow style : Lighting Ball"
[Lighting Ball adalah skill yang membuat lawannya mendapat efek 'blind' untuk sementara waktu]
"Zui, serang mereka sekarang!" perintah Lisa
"Baiklah. Axe Style : Fire Typhoon!"
Dengan sekejap, HP Taru pun tersisa 20% dari HP maximalnya
"Lisa, ambil buku ini"
"Buku apa ini?" tanya Lisa kebingungan
"Sudah ambil saja dan baca buku itu!"
"B..B..Baiklah kalau begitu. E..En..Enhance Weapon : Lighting Style"
Kemudian busur panah Lisa mengeluarkan cahaya yang sangat terang yang dilanjutkan dengan perubahan warna yang awalnya berwarna kuning dengan garis putih menjadi putih mengkilap dengan sedikit garis kuning keemasan
"Wow, statusnya meningkat, dan ada skill baru. Baiklah akan kuhabisi monster itu dengan sekali serang. Bow Style : Solar Explosion!"
[Solar Explosion akan meledak jika menancap di tubuh target dan mengakibatkan damage yang cukup untuk membunuh monster-monster tingkat rendah dengan sekali serang]
Dengan cepat anak panah Lisa mengarah ke tubuh Taru dan meledakkan tubuhnya hingga berkeping-keping
Zui yang saat itu sedang meminum potion tampak tidak mempercayai apa yang baru saja ia saksikan bertanya kepada Lisa
"Kamu yang membunuh monster itu?"
"Sepertinya iya. Aku juga tidak menyangka monster itu akan mati dengan skill yang baru saja aku dapatkan"
Mereka berdua saling menatap keheranan
"Sudahlah yang penting kita sudah mengalahkan monster itu, mari kita rayakan kemenangan kita" ujar Zui yang mengulurkan tangan untuk membantu Lisa untuk berdiri dan mereka pun berjalan untuk pergi ke bar untuk merayakan kemenangan mereka. Di sepanjang jalan, mereka dihormati layaknya pahlawan yang baru mengalahkan bos monster
"Lihat, banyak yang menghormatimu, padahal kau baru disini" ujar Zui sambil meledek Lisa
"Hahaha kamu bisa aja. Oh iya, ko tiba-tiba aku punya uang? darimana aku mendapatkannya?"
"Itu pasti hasil dari kamu mengalahkan monster itu"
"Wow seperti di dalam game saja"
"Game? Apa itu? Apa bisa dimakan?"
"Kamu ini pikirannya makan terus. Ya sudah kali ini aku yang bayarin, sekalian membalas hutang budi ku padamu"
"Yeay. Okelah kalau itu maumu, langsung kita berangkat!"
Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ke bar yang dibarengi oleh sorakan kemenangan dari para warga.