Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 51



...HappyReading🌻...


Hari ini Mikayla berada di taman rumah sakit, ia keluar dari ruangan karena merasa bosan hanya berbaring di atas ranjang tanpa melakukan sesuatu.


Ia duduk di kursi rodanya sambil mengamati taman yang cukup ramai, ya kebanyakaan anak-anak kecil yang menderita penyakit mematikan dan lansia.


Mikayla tersenyum pada salah satu anak kecil yang berada di depannya. Anak perempuan itu menatap kursi roda Mikayla minat lalu beralih menatap Mikayla dengan senyum yang mengembang.


"Hai kakak cantik," sapa anak itu dengan senyum yang masih ia pertahankan.


"Hai manis," balas Mikayla lembut ia ikut membalas senyum anak perempuan yang kini duduk di kursi taman dekat ia duduk.


"Kakak sendilian aja?" tanya anak itu lucu, Mikayla sedikit terkikik saat mengetahui bahwa anak ini cadel.


Mikayla hanya menganggung. "Kamu sendiri?" tanyanya balik.


"tadi aku sama mama tapi mama pelgi lagi." jawab anak itu sedih raut wajahnya kini berubah. Mikayla sedikit tersenyum.


"Nama kamu siapa?" Mikayla bertanya sambil mengelus rambut anak itu lembut.


"Tala kak."


"Tala? Nama yang bagus." ujar Mikayla tersenyum.


"Bukan Tala kak tapi Tala."


Mikayla mengkerutkan dahinya sedikit bingung.


"Tara?" tanyanya lagi.


"Iya kak." jawab anak itu tersenyum.


Mikayla juga ikut tersenyum tapi tiba-tiba kepalanya terasa pusing.


"*Ini kucingnya mau lo namain siapa? Jamila? Aisha? Maimuna?" cerocos Mikayla.


"Kalau yang putih gue namain Pushi, kalau yang orange gue namain Pusha," jelas Septian yang tak mengalihkan pandangannya dari padatnya jalan saat ini.


"Kenapa harus Pusha sama Pushi?" tanya Mikayla merasa heran*.


Pengen aja, tapi bagus kan namanya.


Sekilas ingat Mikayla muncul seketika membuat kepalanya berdenyut hebat.


"Arrgh." erang Mikayla tertahan. Tara menatap Mikayla aneh. "Kakak kenapa?" tanyanya bingung.


Tanpa kata Septian langsung menghampiri kekasihnya itu, ya sedari tadi ia memperhatikan Mikayla dari jauh.


"Kamu ngak apa-apa?"


Bodoh. Ia sudah lihat bahwa Mikayla sudah merasa kesakitan tapi Septian tetap bertanya seolah-olah dia benar-benar tidak tau.


Dengan cepat Septian membuka pintu lalu membawa Mikayla masuk dan menidurkan wanita itu.


"Kak."


Septian sedikit terpekik kaget, ia tak menyadari bahwa anak yang tadi menemani kekasihnya ini mengikutinya ternyata.


Septian berjongkok menyamakan tingginya dengan anak perempuan yang tak ia ketahui namanya.


"Kamu ngapain ikut ke sini?"


"Aku mau liat kakak cantik." jawab Tara polos.


Septian terkekeh mengacak acak rambut Tara gemas, "Nama kamu siapa?"


"Tala kak." jawabnya imut.


"Tala?" tanya Septian memastikan membuat Tara berdelik kesal.


"Ih bukan Tala kak tapi Tala."


"Ha?" Septian masih tak mengerti, ia terus menyimak perkataan anak itu hingga ia terkikik geli saat menyadari sesuatu.


"Namamu Tara?"


Tara tersenyum lalu menganggung singkat, sangat menggemaskan. Sudah Septian duga pasti anak ini cadel.


Septian lalu menggendong Tara membuat Tara sedikit terpekik lalu tersenyum.


Septian beralih menatap Mikayla yang sedari tadi menutup matanya. Ia tersenyum lalu mendekatkan wajahnya mencium kening Mikayla beberapa detik, Tara yang masih berada di gendongan Septian otomatis wajahnya juga sangat dekat dengan wajah Mikayla tanpa berpikir ia mengambil kesempatan untuk mencium pipi kiri Mikayla.


Septian melirik sekilas lalu menegakkan badannya, ia tersenyum simpul.


"berasa punya anak deh." Septian membatin.


Septian berjalan keluar meninggalkan Mikayla yang masih tertidur di ruangannya.


"Mau ke kamar kamu, pasti mama kamu nyariin. Kamar kamu di mana?" jawab Septian lembut.


Septian terus berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan Tara yang ada di gendongannya hingga suara perempuan menghentikan langkahnya.


"*Tara".


*******


Gimana? Dapat feelnya ngak?


Jangan lupa tinggalin jejak dong biar makin semangat ngetiknya wkwk*.