
VOTE SEBELUM MEMBACA GUYS
^
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
^
RUANGAN BP
"Ibuu"
"Eci duduk"
Gua udah duga diluan nihh anak satu pasti udah ngadu diluan hemm dasar bocah
"Oke dari kalian berdua siapa yang mau menjelaskan nya terlebih dahulu"
"Oke sasa silahkan"
"Tadi sasa itu cuman mau memberikan selamat atas terpilih nya eci sebagai perwakilan sekolah untuk olimpiade tapi ga tau entah kenapa eci langsung nampar sasa bu"
"Eci ada yang mau di sampai kan?"
"Enggak bu"
Gua dari awal itu udah tau kalau nih bocah bakal ngadu yang tidak-tidak
"Jadi apa yang di katakan oleh sasa itu benar"
"Tidak bu"
"Lalu? Apa kamu ada alasan lain"
"Alasan bu hahahah saya tidak pernah menampar orang tanpa suatu alasan bu"
Mereka berdua diam, dan gua lanjut bicara lagi
"Orang bodoh mana bu yang melaku kan kesalahan yang bukan diperbuat oleh diri nya sendiri"
"Gini yahh bu, orangtua saya mendidik saya untuk bertanggung jawab dan tidak pernah lari dari kesalahan sefatal apa pun kesalahan itu, ini bukan alasan tapi pelurus masalah
Dia ini menyebut saya menjual keperawanan saya kepada bapak guru matematika agar ikut olimpiade matematika padahal itu semua tidak benar dan saya tidak tau argumen dari mana dia bisa menyampai kan hal bodoh seperti itu, lagian kalau saya memang ingin ikut dan ingin menang saya tidak menjual nya pada bapak itu tapi pada panitia tohh akan lebih mudah peluang saya menang"
Gua tarik nafas dan mulai meluruskan masalah agar cepat selesai
"Biar anda tau nyonya sasa yang terhormat saya menampar anda itu karena mulut cantik anda terlalu lantam mengucap kan hal yang tidak pernah terjadi paham anda"
"Ohhh dan yahh saya bisa aja bilang sama papa saya buat tutup sekolah ini atas kejanggalan dalam memberikan peringkat dan pemenang tapi saya berfikir pasti banyak orang yang tidak akan makan dan pengganguran akan semakin banyak, bukan tidak banyak teman papa saya di mentri pendidikan tapi saya tidak akan melakukan itu karena saya sudah terlalu sayang pada bapak ibu guru yang ada di sini"
"Dan satu hal lagi yang perlu di ketahui bertindak adil dan jujurlah jangan memandang status karena dia anak kepsek maka dia selalu diatas hahaha itu tidak ada arti nya kalau akhlak nol"
"Oke bu itu penjelasan saya, saya permisi dulu bu dan nyonya sasa terhormat"
Gua berdiri dan mulai pergi meninggal kan ruangan bp
Haii guys silahkan tinggal kan like komen dan vote kalian yahh
SELAMAT MEMBACA💙💙