Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 49



...HappyReading🌻...


"Septian mana?" tanya Putra tiba-tiba.


Siska menunjuk kamar mandi yang berada di dalam ruangan, "Mungkin lagi mandi."


Siska beranjak, mengambil tasnya di atas meja. "Gue balik dulu, semoga Mikayla cepat sembuh." pamitnya lalu berjalan keluar ruangan. 


Sekilas Siska tersenyum sinis dan itu tak luput dari tatapan Putra.


pintu kamar mandi terbuka menampilkan Septian dengan rambut yang masih basah, semua pandangan teralihkan. Septian terdiam merasa de javu di tatap seperti ini.


"Ada apa?" tanya Septian tak mengerti.


Marchel tersadar lalu ia mendekati Septian menarik paksa handuk yang di pegang pria itu lalu memasuki kamar mandi, badannya terasa lengket.


"Siska mana? tanya Septian tak menemukan wanita itu


"Udah pamit tadi." jawab Putra lalu membuka bungkusan cemilan yang di bawa Septian tadi.


Septian mengangguk, lalu duduk di dekat Mikayla menggenggam tangan wanita itu lalu menciumnya sekilas.


"Betah bangat yah kamu tidurnya." 


Septian tersenyum lalu mengelus rambut Mikayla lembut tak lama mesin pendeteksi jantung Mikayla serasa terhenti membuat Septian kaget.


Septian berlari keluar dengan raut cemasnya.


"Dokter! Dokter!" teriak Septian membuat Putra dan Intan terkejut.


"Lo kenapa?" tanya Putra menatap Septian.


tak lama setelahnya seorang dokter datang dengan perawat di belakangnnya.


"Dok, tolongin Mikayla!"


Dokter memasuki ruangan dengan tergesa-gesa tak lama disusul Marchel yang keluar dari ruangan dengan raut cemasnya.


"Ada apa ini?" tanya Marchel khawatir.


"Jantung Mikayla lemah." jawab Septian dengan frustasinya.


tak lama datang seorang suster dengan membawa alat pendeteksi jantung membuat Marchel yang melihat itu semakin cemas.


"Tuhan semoga Mikayla tetap baik-baik saja" ucap Marchel dalam hati.


Septian menatap dokter yang berjuang mendeteksi jantung Mikayla, tak di sangka setetes air terjun dari mata pria itu merasa tak tega melihat kekasihnya yang harus menanggung semua ini.


Tak lama doketr pun keluar dengan peluh yang membasahi dahinya. Septian mendekat dengan raut cemas yang kentara.


"Gimana keadaan Mikayla dok?" 


Dokter tersenyum simpul, "Pasien sudah melewati masa kritisnya, mungkin ia akan sadar dua hari lagi." jelas Dokter tersebut membuat semua yang mendengarnya bernapas lega.


...🌻...


Hari ini, hari yang di nanti-nanti oleh Septian. Dengan semangat dan senyum yang tak pernah luntur sedari tadi Septian mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tak sabar melihat kekasihnya membuka kedua mata lentiknya. Ah, membayangkannya saja mampu membuat senyum Septian semakin melebar.


Septian memarkirkan mobilnya di depan penjual bunga yang sering ia singgahi.


"Pesanan saya mbak." pinta Septian dengan senyum hangatnya.


"Tunggu ya mas." balas wanita penjaga toko tersebut.


Wanita itu mengambil pesanan Septian, lalu memberikannya sambil memerhatikan gerak-geriknya.


"Kayaknya mas lagi seneng bangat yah." tanya penjaga toko itu sedikit kepo.


"Iya mbak, pacar saya sudah siuman dari komanya. mohon doanya yah mbak." jelas Septian dengan senyum hangatnya.


Setelah menerima pesanannya Septian berlalu dari hadapan penjaga toko lalu menghirup aroma Bunga Matahari itu dalam-dalam meresapi baunya yang semakin membuat ia merindukan kekasihnya itu.


Ternyata penantiannya membuah hasil, Septian tersenyum mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Rasa tak sabar melihat gadisnya membuka kedua matanya, ah membayangkan itu saja membuat Septian semakin melebarkan senyumnya.


Septian memarkirkan mobilnya lalu berjalan ke arah ruangan Mikayla sedari tadi senyumnya tak pernah luntur, membuat ia menjadi perhatian pengunjung yang ada di rumah sakit.


Langkah Septian terhenti saat ia berada di depan pintu ruangan Mikayla, entah kenapa degub jantungnya berdebar dengan cepat. Namun saat Septian ingin membuka pintu, pintu sudah terbuka lebih dulu dan menampilkan sosok Marchel dengan raut wajah gusarnya.


Septian mengernyit, ada apa ini? "Mikayla udah siuman?" tanya Septian.


"Hm." balas Marchel singkat tanpa menghentikan langkahnya. Pria itu tampak sangat lelah terlihat dari kelopak matanya yang sedikit menghitam akibat kurang tidur.


Tanpa berpikir panjang, Septian masuk dan hal yang pertama kali ia lihat. Mikayla yang sedang menatap bingung ke arah dokter, sedangkan Putra dan Intan mengusap wajahnya gusar.


"Ada apa ini?" tanya Septian.


********


Ayo ada apa ini?


Jangan lupa votmen, satu komen dari kalian sangat berarti buat aku😚 sorry sorry jadi lebay:D