Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 23



Masih dengan wajah yang kesel jutek. gua bete sama roy bisa-bisa nya dia ngebohongin gua hemmm


"tadi kata nya mau di pakaikan helm kok kamu malah diam aja"


"bodoamat"


"sini helm nya biar aku pakaikan"


"nahh" gua ngasih helm dengan jarak yang jauh


"gimana mau dipasang kamu nya disitu dekat dong"


"modus"


"yaudah kalau kamu ga mau ga masalah"


"iyaiya" gua mulai mendekat kearah roy


sumpah baru kali ini jantung gua degdegan biasa nya juga ga pernah mau siapa pun itu yang dekati gua ga pernah separah ini


wajah gua dan wajah roy dekat banget buat hampir mati rasa, mata gua dan mata roy saling bertemu dan ga tau kenapa rasa nya gua pen pingsan


roy makin mendekatkan wajah nya ke wajah gua dan gua ga ada komplen sama sekali, gua kirain roy bakalan nyium gua dan ternyata


"kamu cantik ci"


dan gua baru tersadar dari lamunan gua


"ayokkk ci kok bengong aja dari tadi"


"hemmm iya" gua naik keatas motor roy dan dia mulai membawa motor nya dengan santai


LAMPU MERAH 🚥


Jalanan udah mulai macet dan tanpa gua sadari ternyata gua meluk pinggang roy dari tadi


"nyaman gak?"


"apanya?"


"meluk aku dari belakang"


"apaan sih roy"


"hehehe becanda kok"


"tadi pagi kenapa lu boongin gua"


"ohhh itu biar kamu cepat bangun nya"


"keteter gua gara-gara lu"


"ehhh jangan bilang lu ga mandi"


"enak aja lu" gua mau mukul pala roy tapi dia malah maju dan ** gua ga sengaja kesentuh sama punggung nya


"nyaman"


"mesum" gua teriak gua lupa kalau gua lagi ada di lampu merah malu bat dah gua


"siapa yang mesum ci ha siapa?"


gua heran kenapa nih orang tiba-tiba kayak ga tau apa-apa yah ****** atau gimana sih nih orang


"elu yang mesum"


"kok jadi aku?"


"dihh pura-pura ****"


"bodo liat tuh lampu udah wana ijo buruan jalan"


"iya tuan putri"


roy mulai melajukan motor nya


gua lihat jam 07:10 pagi gila baru kali ini gua ke sekolah sepagi ini biasanya juga ga pernah gua lihat guru bp udah ada di depan gerbang dan roy markirkan motor nya


selesai markir motor gua dan roy menyalam bu bp dan dia kaget ngelihat gua heheh


"astagaa eci"


"kenapa bu ada yang salah sama eci?"


"ini kamu kan ci?"


bu bp megang tangan gua dan wajah gua kayak beliau lagi mimpi


"iya bu ini eci"


"enggak enggak ibu pasti lagi mimpi ini karna ga mungkin eci serapi secantik dan sepagi ini datang ke sekolah"


"bu ini beneran eci" ucap roy


"yaampun ibu sampai pangling lihat kamu yang sekarang ini"


"apaan ibu ini"


"sering-sering begini eci biar ga cape ibu lihat kamu terus"


"siap ibu"


gua dan roy nyalim ibu bp dan segera berjalan menuju ruangan kelas


sampai dikelas belum terlalu banyak yang datang andre, mika dan saifa juga belum sampai. gua dan roy mulai duduk di kursi


"kaget banget ibu itu lihat kamu ci"


"hahaha iya kirain tadi ibu itu lagi lihat setan dan ternyata enggak"


"oke mulai dari sekarang kamu harus sering berangkat sama aku oke"


"siap bos"


lagi asik ngobrol dengan roy mika dan andre datang bersamaan


"beeeh ini lu ci" ucap mika


andre ga ada bilang apa-apa dia langsung ngeletak tas di kursi lalu pergi keluar lagi


"yahh iya ini gua maksud lo siapa"


"sepagi ini ihhh sumpah"


"yahh iya lah"


"gua kira tadi ini arwah lo ci"


"jidat lu btw andre kenapa?"


"ga tau gua tadi dia baik-baik aja"


"yaudah deh"


mika mulai kembali ke kursi nya meninggal kan gua dan roy