Tomboy Girl

Tomboy Girl
BAB 50



...*HappyReadin**g*🌻...


"Ada apa ini?" tanya Septian.


Semua berbalik menatap Septian tak terkecuali, dahi Mikayla semakin berkerut. "Siapa lagi itu?" tanya Mikayla yang masih menatap Septian aneh.


Septian mengalihkan pandangannya, menatap Mikayla tak mengerti. Apa maksud dari pertanyaannya itu, atau jangan-jangan.


Septian mendekat, menatap bola mata Mikayla dalam.


"Kamu ingat aku?" tanya Septian harap-harap cemas.


Putra yang melihat itu hanya menghela napas kasar.


Mikayla amnesia." ucapnya, membuat Septian berbalik lalu menatap Mikayla kembali.


Apa maksudnya ini? Lima bulan ia menunggu Mikayla dan apa yang ia dapatkan? Oke Mikayla tidak bisa di salahkan di sini. Mungkin ini memang takdir yang harus Septian terima.


Septian tersenyum terlihat jelas senyum yang sangat di paksa lalu memberikan sebuket Bunga Matahari kepada Mikayla, "Buat kamu, semoga cepat sembuh." ujar Septian sendu, senyumnya tetap ia pertahankan.


"Makasih, lo siapa terus mereka ini siapa?" tanya Mikayla bingung.


"Nama aku Septian, pacar kamu." jawab Septian enteng membuat Mikayla mengerutkan keningnya.


"Jangan ngaku-ngaku lo." ucap Mikayla sinis merasa tak percaya apa yang di katakan pria yang tak ia kenal ini.


Dan dengan secara tiba-tiba Septian mencium keningnya dengan cepat membuat Mikayla menegang dan yang melihat itu hanya terkikik geli.


"Aku ngak bohong." ucapnya sembari mengusap surai Mikayla lembut.


"Lo apa-apaan sih." Mikayla berucap lalu mendorong Septian kasar.


"Auw.." pekik Mikayla tertahan.


Septian mendekat lalu mengusap lengan Mikayla lembut.


"Kamu ngak apa-apa?" tanya Septian khawatir. Putra yang melihat itu memberikan kode kepada yang lain agar segera keluar memberikan waktu kepada mereka untuk berbicara berdua.


Mikayla menepis tangan Septian kasar. "Jangan modus lo."


Septian hanya diam lalu beranjak ke arah kursi yang di sediakan di ruangan tersebut.


Sedangkan Mikayla mengambil ponselnya membuka aplikasi yang bertuliskan galery. Perhatian Mikayla terhenti, ada satu foto yang mengalihkannya perhatiannya.



Mikayla mengernyit, bukankah pria yang ada bersamanya ini Septian yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya?


Septian terkekeh kecil, saat ini Mikayla terlihat sangat menggemaskan dengan pipi yang merona. Lalu tangannya beralih mencubit pipi Mikayla hingga membuat sang empunya memukul tangannya.


"Sakit ih." pekiknya. "Ngak boleh di cubit," lanjutnya lagi sembari mengusap kedua pipinya yang memerah.


Mendengar itu Septian tersenyum menggoda, "Kalau di cubit ngak boleh, di cium boleh dong." tawar Septian mencoba menggoda Mikayla.


Mikayla membulatkan matanya, pipinya kini semakin memerah akibat perbuatan Septian. Sialan Mikayla membatin.


Mikayla memegang kepalanya yang berdenyut, apa itu tadi? Kepalanya semakin sakit jika ia mencoba mengingatnya. Septian yang melihat itu segera berdiri lalu menghampiri Mikayla dengan raut wajah khawatir.


"Kamu ngak apa-apa?" tanya Septian cemas, sekilas ia melirik ponsel Mikayla yang menampilkan foto dirinya dengan kekasihnya itu. Septian tersenyum sekilas, foto itu di ambil waktu ia dan Mikayla pergi ke danau.


"A-air.." ucap Mikayla lemah.


Septian tersadar ia lalu mengambil secangkir air di nakas lalu membantu Mikayla untuk meminumnya.


"Jangan di paksain buat ingat semuanya, tunggu kamu pulih dulu." nasehat Septian yang hanya di balas anggukan kecil wanita itu.


Septian membantu Mikayla untuk berbaring kembali lalu menyelimu wanita itu.


"Kamu istirahat aja, aku pulang dulu."


Septian ingin bernjak dari sana tapi langkahnya terhenti saat tangannya di cekal oleh tangan mungil milik Mikayla.


"Kenapa?" tanya Septian bingung.


"Lo pacar gue kan?" Mikayla bertanya dengan wajah imutnya membuat Septian mengalihkan pandangannya tak tahan melihat raut kekasihnya itu. Septian membalas perkataan Mikayla dengan anggukan kecil tanpa mengalihkan pandangannya.


"Lo jangan pergi, temenin gue." pinta Mikayla memohon ia sudah memasang puppy eyesnya membuat Septian mengerang tertahan.


Septian kembali duduk di kursi yang berada dekat dengan ranjang milik Mikayla, Mikayla masih belum melepas cekalan tangannya. Entalah ia merasa kalau ia melepaskannya Septian akan pergi.


Mikayla mulai menutup matanya, ia mengeratkan genggaman tangannya tak mau kalau tiba-tiba Septian pergi meninggalkannya. Septian tersenyum simpul lalu dengan lembut ia mencium telapak tangan Mikayla lembut.


Mikayla yang masih sadar akan hal itu sempat terpekik kaget tanpa ia sadari ia tersenyum lalu mencoba untuk tertidur.


********


Gimana? Dapat feelnya?


Akhirnya aku bisa update juga:"(


Tapi Mikayla nya amnesia gais:(


Jangan salahkan aku, salahkan siapa yang menabrak Mikayla itu *_*