
Masih adakah laki-laki seperti sosok gilang..??
Perhatian,romantis dan juga cool😍😘
****
hari yang melelahkan membuat Exsel hari itu tidak melakukan pemotretan. Ia hanya menikmati kesehariannya diatas kasur.
Gilang menyusul ke kamar Excel. Mencoba membangunkan aktor itu.
"Woi sel bangun, sel, Exsell,,!! Ini sudah siang. Bentar lagi pemotretan, luh masih aja di tempat tidur jam segini. Exsell,,,!!!!!" teriak Gilang kesal."
"Apaan sih luh ganggu gua aja. Gua masih ngantuk nih, sana luh jangan ganggu gua." Menepis tangan gilang yang menepuk pantatnya.
"Hari ini pemotretan woy, lo lupa ya..??"
"Besok aja dah, gua masih ngantuk." Exsel menarik selimutnya keseluruh tubuhnya sehingga tidak terlihat apa-apa."
Meja yang berantakan dipenuhi dengan foto-foto cewek termasuk foto echa dan dirinya.
"Kok ada foto echa disini..??" sembari menatap foto tersebut. Gilang menghiraukan hal itu dan ia keluar meninggalkan kamar Exsel."
Tepat jam pulang sekolah echa sedang menuju keluar pagar sekolah, tiba-tiba ia diberikan setangkai bunga dan secarik kertas oleh salah satu siswi.
Kemampuan ku hanya bisa mencintaimu.
Aku tak punya nyali untuk menyakiti hati seseorang cuma demi ego.
Surat tanpa identitas namanya, Echa pun sudah mengerti jika surat itu dari sosok laki-laki yang sekarang sudah menjadi kekasihnya itu.
Tak lama Gilang muncul dari belakang dan membawakan setangkai bunga yang akan ia berikan kepada Echa.
Gilang melontarkan rayuannya kepada Echa.
Bunga yang indah untuk orang yang manis.

Gilang memberikan bunga kepada Echa.
Echa tersipu malu mendapatkan rayuan dari kekasihnya. Serta mengambil bunga yang dari tangan Gilang.
Gilang memboncengi Echa menggunakan motornya. Diperjalanan Echa menawarkan Gilang untuk jalan-jalan, namun sayang Gilang menolaknya.
"Lang, kita jalan dulu yuk. Aku lagi bosen dirumah.
"Jalan kemana..??" kamu kan baru pulang." Gilang melirik ke echa.
"Ya gak papa kok, kita jalan-jalan dulu. Aku bawa kok baju ganti."
"Iya ada baju ganti, tapi aku bukan laki-laki egois."
"Maksud kamu..??"
"Kamu harus istirahat, kalau kamu sakit ntar siapa yang bawelin aku..??"
"Apaan sih." Echa mencubit perut Gilang. Kemudian ia memeluk erat Gilang dan menopang kepalanya dibahu Gilang.
Gilang melaju motornya dengan kencang.
Sesampainya Echa turun dari motor.
Gilang menunjang motornya dengan satu kaki.
"Istirahat ya. Jangan lupa makan." Gilang tersenyum.
"Kalo aku gak mau makan gimana..??"
"Ya kalo kamu gak makan nanti kamu sakit. Kalo kamu sakit ntar aku kangennya sama siapa..??" terkekeh.
"Apaan sih, gombal..!! Echa pun tersipu.
"Udah gih masuk, harus istirahat." Gilang mengusap-usap kepala kekasih nya itu.
◀kekasih haluan▶

◼My Prince◼ 😘❤
*********
Gilang mengutak atik kemarenya. Lalu ia pergi ke beberapa studio untuk melakukan pemotretan beberapa artis dan aktor lain.
Echa yang duduk menggantikan beberapa channel di ruang keluarga. Pencariannya terhenti berhenti di channel yang menayangkan Gosip tentang Exsel.
"Ya Ampun Exsel, loh ganteng banget sih..!!! Gue jadi tambah suka sama lo. udah ganteng fashionable lagi jadi keliatan keren." Echa senyam-senyum sendiri dan sifat halu nya muncul. Ia membayangkan hidup bersama Exsel, saat itu terbuai dengan bayangannya terhadap Exsel.
"Hai sayang, kamu lagi nonton apa sih..?? Kayaknya seru banget." datang dari sudut luar menghampiri Echa dan mengambil posisi duduk disamping Echa.
"Papa..!!!! Iya nih aku lagi nonton Exsel."
"Papa perhatiin kamu suka banget nonton yang ada sangkut pautnya sama Exsel sebastian. Kayaknya seneng banget deh." Papa Echa meminum kopinya yang ia bawa sebelumnya.
"Ya pa. Aku itu fans berat Exsel dari dulu."
"Ya Ampun. Pantesan papa liat dikamar kamu dipenuhi poster Exsel."
"Hehe. Papa bisa aja.
Suara berasal dari kantongnya. Gilang lalu membuka hp nya.
"Hallo bro. Luh dimana..??" Ucap Exsel dari ujung telepon.
"Gue lagi di studio, kenapa..??" Gilang sembari mengarahkan salah satu anak buahnya.
"Gue lagi bete nih, temenin gue yuk..!!!
"Emang lo mau kemana..??" Tanya Gilang.
"Terserah yang penting bisa ngilangin bete gua. "
"Oke deh, kalo gitu kita tempat ke tempat tongkrongan biasa aja gimana..?? Kan udah lama kita gak nongkrong sama anak-anak."
"Ya udah kita ketemuan disana aja ya." Exsel menutup teleponnya.
Gilang melajukan motornya dengan kencang.
Tempat tongkrongan anak-anak muda.
"Wah Exsel, luh kemana aja sih..???"
Mereka melakukan handshake.
"Udah lama loh gak kesini nongkrong sama kita- kita. Sendiri aja luh..?? Itu bocah yang satu mana..??"
"Sorry bro..!! Gua akhir-akhir ini sibuk banget makanya gak sempet kesini. Ada, masih dijalan kayaknya."
Mereka masuk ke markas tempat nongkrong mereka.
Jelang beberapa lama Gilang pun sampai dan langsung masuk ke dalam.
"Sorry, sorry,,, gue telat."
Tidak lupa handshake.
Ya Gilang dan Exsel tergabung dalam club motor dan sudah beberapa kali melakukan touring.
Keseruan yang berada di dalam markas membuat Exsel dan Gilang lupa waktu. Hingga larut malam mereka pun masih melakukan touring keliling puncak.
Echa tampak khawatir tanpa mendengar kabar dari Gilang. Hari itu adalah hari menyebalkan karena Gilang belum mengabarinya. Ia begitu khawatir dengan keadaan Gilang.
Berusaha menelpon Gilang namun tidak aktif, membuat Echa tambah panik dan gelisah. Tidak seperti biasanya Gilang tidak memberi kabar padanya.
******