
*****
Exsel menggunakan topi dan juga kacamata hitam berdiri di eskalator untuk turun menuju keluar mall sembari membawa belanjaannya. Keberadaanya pun diketahui oleh salah satu fans beratnya itu yang juga berada di eskalator berlawanan arah. Mereka pun mengejar exsel yang lagi sibuk dengan handphone, saat fansnya berusaha meraih tangan Exsel ia pun sadar bahwa ada fans yang sudah mengetahui keberadaannya. Ia pun memasukan handphonenya kesaku lalu ia turun dengan terburu-buru dan topinya pun lepas. Semua orang di sekeliling pun ikut mengejar Exsel saat mereka tahu itu adalah aktor yang sekarang lagi populer dan naik daun.
Bersembunyi di balik mobil yang lagi parkir, tanpa sengaja Echa melihat Exsel yang lagi berlari seperti dikejar anjing.
Langkahnya terhenti saat ia melihat Exsel yang lagi duduk disamping mobil disebelah mobilnya, lalu ia pun mendekat dan memanggil nama Exsel.
Exsel membungkam mulut Echa dengan tangannya dan menarik badan agar menunduk.
Echa sedikit kesusahan bernafas lalu Exsel melepaskan bungkamannya dari mulut echa. Ya echa dikenal bawel setiap ia bertemu dengan Exsel pasti selalu teriak histeris.
"Loh bawel banget sih. Apaan coba manggil nama gue segala..??? Untung gak ketauan."
" Ya sorry." Lagian lo ngapain sih ngumpet disini kayak lagi dikejar masa aja.
"Diemmm..!!" Dengan nada keras.
"Mana ya Exsel perasaan dia larinya ke arah sini deh. Kok gak ada yah..??"
"Udah pulang kali yah. Padahal gue mau minta foto sama dia."
"Ya udah yuk kita pulang aja. Mungkin exsel nya udah pulang."
Celoteh para fans yang berdiri tidak jauh dari tempat persembunyian Exsel dan Echa. Lalu mereka memutuskan untuk masuk kembali dalam mall tersebut.
Exsel berdiri. "Sorry ya tadi gue sempet marah-marah sama loh."
"Gak papa kok. Lagian loh kenapa sih tadi lari-larian segala kayak maling aja."
"Gue tadi habis belanja terus dikejar-kejar sama fans makanya kabur."
"Kok kabur sih, harusnya loh itu ladenin mereka. Karena berkat fans loh pasti gak bisa jadi seperti sekarang ini, loh terkenal juga dan dapat penghargaan karena dukungan fans jadi loh gak boleh sombong."
"Ya juga sih." menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Terus kenapa lo tadi narik gue, padahal lo tau kan gue juga fans sama lo."
" Ya gue reflex aja narik loh tadi.
"Oh." Echa mengangguk.
"Ya udah sebagai permintaan maaf gue. Gimana kalo lo gue traktir makan.? Kebetulan di dekat sini ada cafe langganan gue."
"Serius loh mau traktir gue makan..??" Echa begitu senang dan sumringah."
"Iya lah. Yuk..!!!" Exsel menarik tangan echa dan mengajak dia ke dalam
Omg..!!! Waaw..!! Ini gue lagi mimpi gak sih, Exsel pujaan hati gue ngajakin gue makan. Tangan gue sampe digandeng gini." Ucap echa dalam hatinya. Ia menampar pipinya sendiri untuk meyakinkan bahwa itu tidak mimpi.
"Loh mau pesen apa..???" tanya Exsel sembari memegang menu makanan.
Echa hanya memandang Exsel. "Gila nih cowok ganteng banget sih, gue gak nyangka bisa sedekat ini sama dia. Selain ganteng dia cool banget, senyum nya itu loh bikin gue berhenti bernafas seketika." Ucapnya dalam hati sambil senyam-senyum sendiri.
"Hello..!!!" Melambaikan tangannya didepan muka Echa, namun Echa tidak memperdulikan itu ia hanya terbuai dengan lamunannya sambil memandang wajah Exsel.
Echa hanya terdiam dan pandangannya tidak lepas dari wajah exsel tangannya menahan tunjakan dagunya. Exsel mencolek dagunya Echa membuat lamunan Echa terpecahkan
"Loh kenapa sih,,? Sejak duduk disini loh ngelamun aja, emang ngelamunin apa sih. Sampe-sampe gue ajak ngomong gak ngerespon.
" Oh gue gak papa kok. Sorry..!!!" Merubah tangannya diatas meja.
*****
Tidak lama suara lemparan keras dari jendela kamarnya. Ia segera menuju balkon dan keluar lalu ia melihat ke arah bawah. Ada sosok laki-laki yang sudah menunggunya dari bawah lalu ia bergegas turun kebawah.
Echa membukakan pintu. Dan laki-laki itu membalikan badannya ke arah Echa sembari memberikan bunga.
Mereka memutuskan untuk pergi.
Ya hari itu pertama kali kita jalan berdua setelah jadian kami.
Gilang mengajak Echa ke suatu tempat indah. Ya dimana lagi kalau bukan dipantai.
"Lang..!!!"Kok kamu tau sih aku suka pantai..??"
" Aku memang sebelumnya tidak pernah tau tentang kamu. Tapi saat aku menatap mata kamu, saat itu juga aku tau semua tentang kamu." Gilang mengarahkan badannya kehadapan Echa dan menatap mata dan memegang kedua pipi Echa.
Echa hanya menatap gilang dengan tajam.
"Kalo kamu tau semua tentang aku. Pasti kamu tau apa yang ada dihati aku sekarang..??" Tanya echa dengan nada rendah.
"Aku gak perlu jelasin ke kamu apa yang ada dihati kamu, jika kamu bahagia saat ini maka itulah isi hati kamu." Mereka pun berpelukan mesra.
Pantai hanya mereka berdua. Mereka asyik bermain di tepi pantai menikmati ombak-ombak.
Mereka begitu menikmati momen berdua ditepi pantai.
"Kamu tunggu disini sebentar ya." Gilang berlari meninggalkan Echa.
"Mau kemana sih Gilang, gak tau apa pacarnya udah haus gini malah ditinggalin."
Beberapa menit Gilang muncul dari belakang sambil membawa dua buah kelapa muda di tangannya untuk diberikan kepada echa.
"Nih buat kamu." memberikan kelapa muda kepada echa.
"Aku kira kamu kemana pergi gitu aja."
"Ya maaf aku tadi habis beliin ini buat kamu. Ya udah yuk kita duduk disana." Gilang meraih tangan Echa menuju pohon tumbang yang berada dibawah pohon.
" Kamu dapat ini dari mana..? Perasaan disini gak ada yang jualan deh, cuma kita berdua." Echa mengambil posisi duduk disebelah Gilang berdiri.
"Ada deh, kamu gak perlu tau aku dapat dari mana. Yang penting kamu bisa minum sekarang.
" Btw kok kamu tau sih kalo aku lagi haus..?" Tanya echa heran.
"Kan aku udah bilang, dari mata kamu aku udah semua tentang kamu. Apalagi cuma hal kayak gini, gampang lah
.
"Kamu duduk dong, masa dari tadi berdiri mulu. Gak pegel apa..???"
"Pegel nya gak berasa kalo lagi sama kamu." Gilang tersenyum lebar.
" Apaan sih, gombal..!!!" Echa mencubit perut gilang. Dan berlari kecil meninggalkan gilang
"Oh berani ya sekarang. Gilang pun mengejar Echa.
Mereka berdua berlari-larian kecil diatas pasir putih dan ombak yang begitu dan deras. Percikan ombak yang begitu deras hampir membasahi baju echa, namun gilang dengan sigap ia memeluk echa agar tidak terkena percikan ombak. Jarak mereka yang begitu dekat dan saling menatap satu sama lain. Beberapa kali percikan ombak echa sama sekali tidak basah karena gilang menutupi badannya.
*****
Memandang langit kamarnya dan membayangkan semua momennya bersama gilang membuat ia tersenyum. Ia terbuai dengan lamunannya sehingga ia pun terlelap tidur.