Timeline

Timeline
nyaman



******


Kiriman bunga dan secarik kertas berada di depan pintu rumah saat semua orang mulai membukakan mata. Echa lalu membuka isi suratnya:


Kamu adalah alasan kenapa aku bisa bahagia saat ini bahkan esok. Tuhan tahu jika kebahagiaanku adalah kamu..


Tetap menjadi matahariku yang


Selalu bersinar.


Gilang


"Aaagghhh gilang..!!!" Pagi-pagi gini udah bikin gue melayang." Echa tersenyum, tiba-tiba sosok gilang pun datang menghampiri echa.


"Selamat pagi..!!!" sapaan gilang dengan semangat sembari memberikan bunga kepada echa."


"Makasih"..!!! Echa mengambil bunga yang ada di tangan gilang sembari senyum manis di wajahnya."


"Kamu belum mandi ya..??" tanya gilang.


"Iya aku belum mandi." Jawab echa.


"Belum mandi aja kamu kelihatan cantik, apalagi kalo udah mandi,dandan pasti bidadari aja kalah sama kamu." Goda gilang membuat echa salah tingkah dan malu-malu.


"Apaan sih lang. Masih pagi udah gombal aja..!! Echa mencubit pipi gilang. Membuat gilang kesakitan manja.


Gilang hanya memandang echa sangat tajam.


"Kamu kenapa pagi-pagi udah nyamperin aku..??"


"Kangen"..!!! Jawab gilang singkat.


"Oh jadi ada ada yang kangen nih, makanya pagi-pagi buta udah kesini.


"Ya dong. Jangankan sehari, satu jam saja gak ketemu aku udah kangen sama kamu. Gilang Terkekeh.


" Apaan sih lang. Masuk yuk..!! Echa meraih tangan gilang.


"Ada siapa dirumah..??"


"Ada mama sama papa. Udah ayok..!! gak papa kok, aku mau ngenalin sama mama dan papa aku.


"Oke deh." mereka pun masuk kerumah.


Gilang menunggu diruang tamu. Tiba-tiba papa echa keluar menghampiri gilang.


"Hai..!!! Gilang Membangkitkan badannya dan menyalami papa echa.


"Kamu siapanya echa..??" Tanya papa echa.


"Saya temannya echa om."


"Oh temennya echa. Echa nya belum keluar..??"


"Udah om. Echa nya lagi kedalam"


"Oh ya udah. Om keluar dulu ya."



Beberapa menit echa keluar dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya. Ia berdandan dan berpakaian rapi.


Mereka hari ini menghabiskan waktu berdua. Jalan-jalan dan tidak lupa gilang memotret kebersamaan mereka.


Ya hari itu adalah hari paling bersejarah buat gilang, karena sebelumnya ia belum nya ia tidak menghabiskan waktu seharian hanya untuk memanjakan mata sejenak.


Echa dan gilang tampak begitu bahagia. Ditengah kebersamaan mereka hujan pun turun begitu derasnya.


Gilang begitu perhatian memberikan jaketnya untuk melindungi echa dari rintikan hujan yang menetes. Tidak sampai disitu saja setelah mereka mendapatkan tempat neduh, gilang lalu menutupi tubuh echa menggunakan jaketnya meskipun jaket tersebut basah karena terkena rintikan hujan saat itu menutupi kepala echa ia tetap berusaha membuat echa tetap hangat. Gilang tanpa memperdulikan dirinya sendiri, badannya yang basah, dan juga dingin namun ia menghiraukan itu semua. Gilang menggosokan kedua tangan lalu ditiup kemudian ia memegang kedua tangan echa agar echa tidak merasa kedinginan. Meskipun ia tau saat itu ia merasakan kedinginan, dan bibirnya sudah biru namun ia tidak memperdulikan kondisi badannya.


Perhatian lebih gilang kepada echa membuat echa terharu.


"Makasih ya, Jujur aku itu nyaman setiap ada didekat kamu. Aku ngerasa kalo aku gak kan mungkin kenapa-napa karena ada kamu yang begitu luar biasa memperlakukan aku. Makasih ya sayang..!!"


"Sama-sama. Aku ngelakuin ini karena aku sayang sama kamu dan aku gak mau kamu kenapa-napa."


"Tapi kamu gimana lang,pasti kamu kedinginan kan. Liat tuh bibir kamu udah biru kayak gitu."


"Aku gak papa kok. Kamu tunggu disini bentar ya. Aku mau kesana." Gilang pergi meninggalkan echa.


"Mau kemana..?? Jangan lama-lama.


Gilang membawa kan dua cangkir teh anget yang tidak tahu berasal darimana. Lalu ia berikan kepada Echa.


"kamu minum ini dulu ya biar anget." Gilang memberikan minuman itu kepada Echa sekaligus membantunya untuk menuangkan didalam mulut."


"Makasih sayang. Menuangkan minuman kedalam mulutnya. Gilang pun juga meminumkan teh yang ia dapatkan gak tau darimana."


Hujan reda. Gilang memutuskan mengantarkan Echa pulang.


Sesampai dirumah Gilang memutuskan untuk langsung pamit.


*****


"Lun. Tadi dijalan gue ketemu sama Exsel."


Luna sibuk dengan handphone. "Ketemu dimana ra..??"


"Gue ketemu dia kemarin. Masa tiba-tiba dia nanya-nanya soal Echa sih. Aneh kan tuh anak."


"Ah masa sih. Buat apa dia nanya soal Eha..??"


"Gue aja gak tau. Habis ditanya soal echa udah gitu langsung pergi. Gue aja gak sempet minta foto sama dia, dia udah pergi gitu aja. Gue jadi sebel."


"Echa udah tau belum soal ini..??"


"Belum sih beb, gue belum sempet ngasih tau. Besok aja deh disekolah.


Exsel duduk diatas tempat tidur sembari membayangkan percakapan dia dengan Tara.


" jadi cewek itu masih sekolah, gua kira udah kerja. Echa, Echa,, loh itu udah bikin gue gak tenang. Dari kemarin loh itu selalu ada dipikiran gua." menepuk jidat. Lalu ia pun membaringkan badannya.


******