
Mencintai seseorang itu tidak
Harus memilikinya, namun
Cukup melihat ia bahagia saja
Adalah salah satu bukti Kita
Mencintainya...
~Ayu wandira
******
Echa yang berada di studio lukis miliknya, ia berusaha menyimpan kegelisahannya menunggu kabar Gilang dengan melukis. Ya saat itu dia hanya sendiri tanpa ditemani kedua sahabatnya bahkan Gilang sang kekasih.
Tiba-tiba ia kaget ada yang mengetuk pintu studio nya, lalu ia bergegas keluar namun tidak ada orang. Ia merasa bahwa itu hanya halusinasi saat ia sedang gelisah. Saat itu pikirannya kacau dan selalu memikirkan Gilang yang belum juga mengabarinya.
Namun saat ia berusaha masuk kembali ke studio, Gilang berdiri di belakangnya. Echa membalikkan badannya dan perasaan tak terduga orang yang diharapkan sudah berada di depannya.
Gilang melangkahkan kakinya menghampiri Echa. Ia berusaha untuk mengajak Echa mengobrol namun sikap diam ia dapatkan dari Echa.
Lalu Echa pun membalikan badannya kembali, tiba-tiba ia terkejut ada tangan berada di depannya dengan memegang seikat bunga.
Gilang berusaha untuk mengembalikan senyuman Echa kembali dengan memberikan bunga yang sebelumnya ia sebelumnya ia sembunyikan.
"Kemana aja kamu..?? Terus kenapa gak ngabarin aku..??" Tanya Echa ketus serta memalingkan mukanya.
"Aku minta kemarin aku banyak kerjaan makanya gak sempet ngabarin kamu." ucap dengan suara rendah.
"Aku tau kamu sibuk, tapi bukan berarti kamu ngilang ya. Kamu sama sekali gak ngabarin aku, aku nungguin kabar kamu dari kemarin, aku khawatir." Echa nyercos tanpa henti, kemudian Gilang pun langsung memeluk Echa.
"Maafin aku udah bikin kamu khawatir."
Mereka melepaskan pelukannya.
"Aku khawatir banget sama kamu, aku takut kamu kenapa-napa."
"Maaf ya aku udah bikin kamu khawatir, aku kemarin lagi banyak kerjaan jadi gak sempet ngabarin kamu."
"Ya udah aku maafin, tapi awas ya kamu ulangi lagi."
"Gak bakal kok, aku janji."
Echa menunjukan finger heart kepada Gilang. Gilang pun membalasnya

▶Saranghae◀
Gilang duduk disofa seperti biasanya, ia mengutak atik kamera.
Echa juga duduk disamping Gilang.
"Lang, aku mau nunjukin sesuatu sama kamu."
"Tunggu sebentar aku ambil dulu ya." Echa mengambil lukisan ia buat sebelumnya kemudian ia duduk disebelah Gilang.
"Apa itu..??" tanya Gilang singkat.
Echa membalikan lukisannya dan memberikan kepada gilang.
"Waahh..! Bagus banget, ini lukisan aku sama kamu ya..?? Kapan kamu bikinnya..??."
"Tadi sebelum kamu datang kesini aku bikin ini. Aku sengaja bikin ini biar kamu gak lupa sama aku." Echa menyandarkan kepalanya di bahu Gilang.
"Aku gak mungkin lupa kok sama kamu." Gilang mengusap-usap kepala Echa.
"Jangan tinggalin aku ya." Nada suara manja.
Gilang membangkitkan kepala Echa kehadapannya. Ia menatap Echa sangat tajam sembari kedua tangan dibawah dipipi sang kekasih.
"Makasih ya. Aku bahagia banget sama kamu." Mereka saling menatap satu sama lain kemudian berpelukan.
"Aku gak mungkin ngelupain kamu, kamu aku sayang banget sama kamu.
*****
Malam yang cerah,langit dipenuhi dengan bintang-bintang indah membuat Gilang berpikir untuk memberikan kejutan kepada sang kekasih.
Ia membawa Echa ke suatu taman. Mereka berbaring diatas rumput tanpa dilapisi apapun sambil menatapi bintang-bintang yang terang dilangit membuat suasana begitu romantis dan indah.
"Lang.!! Melirik kepalanya ke arah Gilang.
"Kenapa..??."
"Kalo seandainya ada bintang jatuh, apa yang kamu minta..??."
"Aku gak akan minta apa-apa. Aku cuma ingin orang yang aku cintai bahagia. Meskipun bahagia nya bukan sama aku, tapi melihat dia tersenyum itu sudah lebih dari cukup bikin aku bahagia. Kalo kamu..??." Jelas Gilang.
"Aku cuma minta satu hal, aku bisa selalu bersama orang-orang yang aku cintai. Cuma itu." Ungkap Echa singkat.
Gilang tersenyum lebar, dan memegang wajah kekasihnya. Tatapan yang penuh cinta dan penuh dengan kebahagiaan.
"Makasih..! Karena kamu udah hadir dalam hidup aku, memberikan begitu banyak warna di hidupku. Aku bahagia sama kamu." Ucap Echa yang begitu lembut.
"Aku juga bahagia kok. Makasih karena kamu udah izinin aku buat jadi bagian dari hidup kamu. Sekarang sudah malam, aku anter pulang ya." Gilang memakaikan jaketnya ke tubuh Echa serta helm.
**
Exsel gelisah, ia hanya mondar mandir gak karuan. Entah apa yang ada di pikirannya seperti sangat kacau. Sepertinya pertemuannya dengan Echa membuat ia lupa akan diri nya sendiri.
"Ini Gua kenapa sih. Ada apa coba sama gua..?? Kenapa pikiran gua jadi kacau kayak gini, mau ngapain aja gak enak banget." Exsel memegang kepala serta memijat dahinya.
Sejak pertemuan Exsel dan Echa di mall membuat hidupnya kacau dan gak karuan. Pikirannya seperti melayang dan dihantui oleh bayangan Echa.
Apakah Exsel menyukai sosok Echa..?? Sepertinya pembicaraan ia dan Echa membuat ia sadar bahwa apa yang ia lakukan selama ini salah, ia sedikit bersikap sombong dan cuek..?? Ia berusaha menanyakan tentang dirinya sendiri dihadapan cermin.
*****