Timeline

Timeline
pengagum rahasia



******


Echa membaringkan kepalanya dikasur dan sambil membayangkan momen manis bersama Gilang, tanpa sadar Echa terbuai dengan bayangan bersama gilang. Echa heran apakah ia mulai menyukai sosok gilang, cowok cool, yang sedikit pendiam yang ia temui di pameran.


Keesokan harinya Gilang pun tampak gelisah memikirkan Echa, dari pagi Gilang hanya mondar-mandir gak karuan memikirkan Echa. Gilang bingung apakah ia mulai menyukai cewek yang begitu menyukai seni lukis bernama Echa.


Echa menunggu taxi untuk pergi ke sekolah, namun sebuah motor berhenti di sampingnya dan memberikan seikat bunga, secarik surat dan memberikan kepada echa. Echa heran kenapa ada yang memberikan bunga dan secarik kertas di dalamnya. Tanpa pikir panjang Echa langsung membukkan surat yang terdapat didalam bunga tersebut, surat itu berisikan tentang kata-kata indah dan romantis.


"Selamat pagi..!! Bunga yang indah untuk orang yang spesial"


mendapatkan ucapan yang begitu manis membuat Echa tersenyum dan penasaran siapa yang telah memberikan ia bunga dan surat itu.


Sesampai disekolah Echa pun bercerita kepada luna dan tara yang lagi duduk di kelas sambil mengobrol.


"Hay guys,,!! Selamat pagi"'. Ucap echa yang begitu ceria dan senyum manis terpancar di wajahnya sambil memegang bunga.


" Loh kenapa cha, kayanya cerah banget muka loh,???" Tanya tara.


Memegang bunga yang dipegang Echa "'Eh btw ini bunga punya siapa..??" Tanya Tara


" Iya nih pagi-pagi udah dikasih bunga aja."


"Iya ini yang mau gue ceritain tentang bunga ini gue dapat darimana." jelas Echa sambil meraih tangan kedua temannya.


Mereka pun pergi ketaman untuk mengobrol, setelah beberapa lama mengobrol mereka pun masuk kelas karena bel masuk kelas.


Beberapa jam kemudian bell pulang semua anak-anak keluar dari kelasnya begitu juga dengan Echa,Luna dan Tara.


Mereka sempat mengobrol di parkiran sekolah tiba-tiba ada laki-laki yang menghampiri dan memberikan bunga serta surat kepada Echa. Echa lagi-lagi kaget ada yang memberikan bunga lagi padanya tanpa identitas.


Luna dan tara pun juga terkejut, tapi mereka juga penasaran. Dibalik penasaran mereka Luna dan Tara ngegodain Echa sehingga membuat echa sedikit malu-malu dan salah tingkah.


***


Hari menuju pukul 3 sore Echa yang lagi menyiram bunga di depan rumahnya tiba-tiba ada seorang anak kecil datang menghampiri Echa dan memberikan bunga tidak lupa sama surat didalamnya.


"Saat kamu tersenyum, seketika membuat nafasku berhenti sejenak. Tetaplah hiasi dengan sejuta senyuman di bibirmu yang indah"


membuat Echa kembali tersenyum lebar saat mendapatkan bunga dan secarik kertas.


"Siapa sih yang ngasih ini, fans..?? Gak mungkin gue kan bukan artis. Echa berjalan perlahan menuju gerbang pagar rumahnya, Hello siapa pun yang ada disana makasih ya bunga nya sama suratnya, jujur gue suka banget bunganya. Sekali lagi makasih ya,,!!!"


Echa pun masuk kerumah sambil memegang pemberian anak kecil tersebut sambil senyum-senyum. Mama Echa yang keluar dari kamarnya sambil membawa tas melihat ekspresi anaknya sedikit aneh senyum-senyum melihat seikat bunga di tangannya, lalu mama menanyakan penyebab kenapa Echa tersebut tersenyum lebar, Echa pun langsung menceritakan semuanya.


Hari sudah menuju pukul 9 malam Echa kepikiran untuk menelpon salah satunya temannya yaitu Luna, tapi ternyata ponsel nya berbunyi saat dilihat itu adalah video call dari Tara. Echa mengangkat vc tersebut, ternyata disana juga ada luna lalu mereka mereka mengobrol.


"Hy cha,!!! Lo lagi dimana sekarang,????" Tanya Tara melambaikan tangannya di kamera.


"Gue lagi dikamar nih, lo sendiri dimana,??" Tanya Echa balik.


"Gue lagi sama Luna nih, Tara mengarahkan kamera ke arah Luna yang lagi duduk membaca novel.


"Ih kalian jahat, kok ngumpul gak ngajak-ngajak gue sih." jawab Echa dengan wajah yang sedikit bete.


"Sorry cha,,!!! gue kira lo udah tidur, lagian gue sama Luna ada urusan penting." jelas Tara.


"Ya udah deh kalo gitu gak jadi aja deh ceritanya." Echa memanyunkan mulutnya


"Gak usah bete gitu cha,,!!! kita janji deh lain kali bakal ngajak loh deh


Kali ini kita emang lagi ada urusan penting banget, udah dulu ya cha kita masih ada kerjaan besok kita sambung lagi,bye bye,!!!!" Tara menutup teleponnya.


Malam itu Echa sedikit bete karena semua sahabatnya sedikit cuek, tapi dari sisi lain Echa pun juga senang mendapatkan kiriman bunga dan surat.


**


Keesokan harinya Exsel sangat terburu-buru karena dia harus MnG di salah satu mall di Jakarta. Exsel tidak hanya pandai berakting tapi juga pandai bernyanyi itu alasan mengapa Echa,Luna dan Tara begitu mengidolakannya. Saat itu Echa mengetahui bahwa idolanya tersebut MnG di salah satu mall dekat ia sekolahnya, Echa pun gelisah ia ingin sekali melihat performa dari Exsel tapi karena ia harus bersekolah. Luna dan Tara bersikap yang sangat berbeda dari biasanya membuat Echa tidak bersemangat untuk ke sekolah, tanpa pikir panjang Echa pun saat itu bolos dan pergi ke mall untuk melihat performa Exsel.


*******


"Eh beb itu gue gak salah liat ya,,!!!! " Ucap Tara.


"Salah liat apa sih beb,??" Tara yang lagi asyik menikmati penampilan Exsel diatas panggung.


"Itu beb Echa, gue liat Echa noh dibelakang,!!!" Memutar kepala Luna kearah belakang.


"Hah seriusan Echa,,?? Ngapain dia kesini? Emang dia gak sekolah,?? Ah tuh anak bolos ya,,!!!" seru Luna.


"Yeay,,!!! Lo ngatain Echa, emang yang kita lakuin sekarang gak bolos apa,,???" Mendorong bahunya Tara.


"Kita samperin yuk beb, kasihan Echa nya sendirian, jelas Tara.


"Gak ah beb,!! Gak enak sama Echa kita kan gak ngajak dia nonton yang ada anaknya ngambek lagi." jelas Luna.


"Justru itu beb kesempatan kita bikin dia kesal, dengan begitu dia gak curiga kalo kita udah menjauh sama dia." jelas tara balik


"Bener juga sih beb, ya udah yuk,!!" Luna menarik tangan tara dan menghampiri Echa yang lagi nonton sendirian.


"Echa, lo ngapain disini,?? Loh gak masuk sekolah..??" Tanya Luna.


" Hay guys, kok kalian ada disini juga sih,?? Nonton kok gak bilang-bilang sama gue, tega banget jadi gue nonton sendirian kan." muka echa dengan yang begitu cemberut..


"Sorry ya cha, soalnya kita nonton juga gak sengaja." jelas Tara


"Iya cha bener tuh yang dibilang luna." ungkap Luna.


"Jadi ceritanya kalian bolos juga ya ceritanya, ya ampun ,,!!!! Kita kompak banget ya guys." jelas Echa yang hampir mau memeluk luna dan Tara namun ditolak.


"Kok ditolak sih guys,??" Echa pun mengerutkan dahinya.


"Jujur ya cha kita sengaja gak ngajak loh nonton bareng, karena kita tau setiap ada loh pasti perhatian semua cowok berpaling ke lo semua termasuk Exsel." jelas Luna jutek


"Iya cha gue setuju apa yang diomongin Luna, semua cowok perhatiannya sama lo semua. Kemaren lo lihat sendiri kan Gilang bahkan Exsel juga lebih berpihak ke loh daripada sama kita." ujar Tara ketus.


"Kok kalian gitu sih, gue minta maaf sebelumnya. Gue gak bermaksud mau ngambil perhatian Gilang apalagi Exsel." suara Echa sedikit merendah dan menangis.


"Ya udah kita pergi aja yuk, Tara pun menarik tangannya Luna meninggalkan Echa.


"Kayaknya kita udah keterlaluan deh sama Echa,gue gak tega liat dia nangis kayak tadi, jelas Luna sedih."


"Udah biarin aja, lagian sekali-kali juga ini." Tara memeluk Luna. Tiba-tiba Gilang pun datang menghampiri Luna dan Tara


"Tadi gue gak salah denger percakapan kalian sama Echa. Kalian kok keterlaluan banget sih sama Echa, Echa kan sahabat kalian tapi tega buat dia nangis kayak gitu." jelas Gilang dengan wajahnya yang sedikit kesal.


" Udah lah loh jangan ikut campur, ini urusan kita sama Echa,!!! " Jawab Tara ketus.


"Ya udah yuk kita lanjut nonton." Luna pun menarik tangannya Tara dan meninggalkan Gilang.


Acara pun selesai Echa yang lagi nungguin taxi di pinggir jalan, tiba-tiba ada laki-laki yang mengantar bunga dan surat. Echa pun terkejut untuk sekian kali nya ada yang ngasih bunga tanpa identitas.


" Hay matahari, Semoga kamu hari ini tetap bersinar seperti sinarmu di siang hari. Tetap tersenyum agar hidupmu jauh lebih indah"


ungkapan yang begitu indah membuat echa pun tersenyum kembali.


"Disaat gue lagi dijauhkan sama temen-temen gue, ada bunga ini yang selalu menghibur gue dan membuat gue tersenyum. Bunga ini selalu datang yang tepat, siapa pun yang memberikan bunga ini pasti dia tau perasaan gue sekarang" Echa pun menangis sambil memeluk bunga itu.


Exsel mengusap-usap mukanya menggunakan tisu dan sudah menyelesaikan performa nya di mall tadi dan dia bergegas untuk pulang, seketika ia menghentikan langkah nya saat melihat Echa yang lagi berdiri dipinggir jalan sambil menangis dan memeluk bunga.


"Itu bukannya cewek yang kemarin ya, yang nyamperin gue sama teman-temannya, terus ngapain dia berdiri disitu,??? Kok kayak nangis sih, Exsel pun menghampiri Echa.


Exsel menepuk pundaknya echa sehingga Echa pun kaget.


"Hey,,!!!!" Seru Exsel.


"Exsel,,!!" Echa pun langsung menghapus air matanya, "Kok loh ada disini sih,? Tanya Echa.


"Harusnya gue yang nanya lo ngapain disini sendirian, udah gitu sambil nangis segala lagi," ujar Exsel.


"Gue gak papa," Echa pun menyetop taxi lalu ia naik dan pergi meninggalkan Exsel.


"Aneh tuh cewek, nangis kayak gitu bilang gak papa,!!!" Exsel pun pergi meninggalkan tempat itu.


***


Sesampainya dirumah Echa pun murung dan sedih karena perlakuan ketus Luna dan Tara, Echa juga merasa sedih kenapa teman-temannya tega melakukan hal kayak gitu terhadapnya. Hari semakin sore jam menuju pukul 4 sore tiba-tiba mama Echa pun pulang dan mendengar suara tangisan dari kamar anaknya lalu mama Echa mengetuk pintu kamar Echa.


"Sayang, kamu gak papa kan,?? Tanya mama Echa seketika memberhentikan ketukannya.


"Echa gak papa ma," jawab Echa sedikit nangis.


"Kalo kamu gak papa, kenapa kamu nangis sayang,,?? Kalo kamu ada masalah Cerita sama mama ,,?? Mama denger kamu nangis di dalem.


"Bener ma Echa gak papa,udah ya ma Echa mau tidur


Hari sudah larut malam Echa pun berusaha menelpon Tara dan Lun tapi tak ada satupun yang diangkat malah di reject sama salah satu dari mereka, Echa makin down dan aneh kenapa semua teman-temannya pada nya kesakitan.


"Mereka pada kenapa sih, kok pada nyuekin gue,??? Apa karena kejadian kemarin makanya mereka kecewa sama gue." Echa tampak begitu gelisah.


Beberapa saat ada yang mengetuk pintu rumah Echa dan mamanya membukanya, ternyata itu adalah gilang.


"Selamat malam tante,,!! Echa nya ada,,??? Tanya Gilang kepada mamanya Echa.


"Ada dikamarnya, kalo boleh tau ada perlu apa ya sama Echa,,???" Tanya mama Echa balik.


"Saya Gilang tante temannya Echa, saya kesini mau ketemu Echa." ujar Gilang.


" Oh temennya Echa,,!!! ya udah silahkan masuk."


Mama echa pun mempersilahkan duduk gulang, kemudian mama echa memanggil echa dikamar tidak lama echa pun keluar. Echa pun mengobrol dengan gilang. Gilang berusaha buat menghibur Echa dengan candaanya jelang beberapa saat Echa pun tersenyum dan menghilang semua kesedihannya.


Beberapa jam mengobrol Gilang pun berpamitan untuk pulang.


Keesokan Harinya Echa sudah menunggu ditempat biasa untuk menunggu angkot namun angkot yang dia tumpangi pun mogok sehingga membuat semua penumpang sekaligus Echa pun turun dari angkot tersebut, sedikit ada masalah preman pun datang mengganggu penumpang dan juga Echa yang lagi duduk di pinggir jalan. Preman pun menarik paksa tangan Echa dan meminta uang namu echa sedikit melakukan perlawan tapi perlawanan Echa pun kalah sehingga Echa pun didorong tiba-tiba gilang pun datang menangkap Echa yang hampir jatuh dengan posisi Gilang memeluk echa dari belakang. Mereka pun saling menatap satu sama lain membuat preman itu geram lalu mau memukul Echa tapi ditangkis oleh tangan Gilang, disitu Gilang pun berantem kepada beberapa preman pada akhirnya perkelahian pun selesai. Keadaan Gilang sedikit lemah karena kena pukulan dari beberapa preman itu, lalu Echa langsung mendekati gilang yang lagi kesakitan.


Echa pun mengobati lebam yang ada di pipinya


Gilang membuat penumpang angkot pun teriak melihat kemesraan mereka berdua.


"Cie-cie,,!!!! Ya Ampun romantis banget sih, kalo di obatin sama cewek cantik sih sakitnya gak berasa ya,!!!" Ujar salah satu penumpang.


"Ibu-ibu semuanya gak papa kan, gak ada yang mereka ambil kan,,??" Tanya gilang sambil berdiri.


"Kita gak papa kok, makasih ya udah nyelametin kita." jawab penumpang


"Loh gak papa kan cha, gak ada yang luka kan,?? Gilang sambil membantu echa buat berdiri.


"Gue gak papa kok, makasih ya,!!! Echa pun memeluk gilang.


**


Sesampai disekolah Echa pun sudah terlambat 10 menit dari bell masuk, lalu Echa dihukum sama guru piket keliling lapangan 3 putaran. Luna dan tara hanya melihat dari kejauhan kearah sahabatnya itu.


"Beb, tuh Echa kenapa kok keliling lapangan sih,?? Tanya Luna.


"Iya ya beb, gak biasanya deh Echa dihukum gitu," ujar Tara.


"Kita lihat yuk beb, kasihan Echa pasti kecapean banget," jelas Luna yang begitu khawatir dengan Echa.


"Udah biarin aja ah, kita beli minum aja kita taruh ke dalam tas nya." jelas Tara.


Tara dan Luna pun meninggalkan lapangan dan pergi ke kantin membeli minuman dingin untuk dimasukan kedalam tas Echa.


"Luna,tara kalian kemana sih,,?? Kenapa kalian gak ada yang nolongin gue..??" echa pun menangis.


Beberapa jam kemudian bell pulng sudah berbunyi, semua anak- anak pun sudah sepi.


**


Echa pun pulang kerumah, sesampai dirumah mama nya sudah menunggu di meja makan untuk makan siang.


" Sayang, ntar sore temenin mama ya,,!!!" Ujar mamanya yang lagi menyendok nasi ke piring.


"Temenin kemana ma,,???" Tanya echa.


"Temenin mama kondangan ditempat temennya mama, gak enak kalo mama gak dateng.


"Kok harus Echa sih ma, papa kemana,?? Biasanya kan mama ditemenin sama papa terus kondangan," ucap Echa sedikit bete.


"Papa kamu lagi diluar kota sayang jadi gak bisa nemenin mama," mama Echa duduk dan memakan makanannya


"Gak ah ma,,!! Ngapain Echa ikut, itukan acaranya teman-teman mama,!! Ya kali Echa ikut di acara ibu-ibu.


"Pokoknya mama gak peduli, kamu harus mau nemenin mama ntar mama tungguin kamu"


Beberapa jam kemudian waktu menunjukan jam 5 sore, mama nya sudah siap-siap menunggu echa yang keluar dari kamarnya.


"Sayang kamu ngapain sih di dalem lama banget, ntar kita telat loh sayang,,!!! Gak enak sama temen-temen mama," jelas mama nya yang lagi merapikan rambutnya.


"Bentar ma dikit lagi," berapa menit echa pun keluar dengan penampilan yang begitu cantik dan anggun memakai dress cantik warna putih dan diikat setengah membuat penampilan echa pun tampak begitu sempurna.


**


Suasana di salah satu cafe mewah yang tampak begitu gelap membuat echa mundur dan tidak mau masuk


"Ih mama,,!!! Kok gelap banget sih cafenya, ini cafe atau kuburan sih sepi banget. Katanya mau ke acara ulang tahun temennya mama tapi kok sepi banget gak ada orang sama sekali."


"Acaranya itu didalam sayang, ya udah yuk kita masuk ntar kita telat loh mama gak enak sama teman mama," menarik tangan Echa.


Echa dan mamanya pun masuk ke cafe tersebut tampaknya begitu sepi dan gelap, tiba-tiba mamanya pun juga menghilang sehingga Echa sendirian di cafe itu lalu echa membalikan badannya dan keluar. Tidak lama kemudian lampu menyala dan sesuatu kejutan yang begitu mewah berasal dari belakangnya, Echa pun langsung membalikan badannya kembali ternyata semua orang termasuk mama,papa dan teman-teman Echa pun sudah mempersiapkan sebelumnya untuk acara kejutan ulang tahun Echa.


Echa hanya terdiam tanpa mengeluarkan satu kata pun sambil menangis mendapatkan kejutan yang begitu luar biasa dan sebelumnya ia tidak pernah menyangka bisa mendapatkan kejutan ini diacara ulang tahunnya. Satu persatu ia melihat ada papa, mama dan juga kedua sahabatnya itu yang sebelumnya bersikap cuek dan ketus padanya dan malam ini dia gak menyangka bisa mendapatkan kejutan yang istimewa dari orang-orang yang dia sayang. Luna dan tara sebelumnya bersikap yang membuat echa menangis sekarang berbalik menjadi tangisan bahagia dan haru.


"Beb,!!! Kalian kok ada disini, bukannya kalian nyuekin ,,?? Tanya echa yang sedikit menangis.


" Maaf ya beb, mungkin sikap kita beberapa hari ini nyakitin lo tapi itu semua kita lakuin buat semua ini, jelas luna sambil menggenggam kedua tangannya echa.


"Iya beb,kita sengaja nyuekin lo biar loh gak curiga kalo kita nyiapin kejutan buat loh. Malam itu waktu loh nelpon kita ya saat itu kita lagi nyiapin ini semua buat lo, kita minta maaf ya,,!!" Jelas tara yang juga menggenggam kedua tangan echa.


"Gue sayang banget sama kalian berdua, kalian itu sahabat terbaik gue dan selamanya menjadi bagian dari hidup gue" Echa pun juga memeluk dan mengelus kepala kedua sahabatnya itu.


"Kita juga beb, kita sayang banget sama lo," jelas luna dan tara dengan wajah yang penuh dengan airmata.


"Papa seneng banget ngeliat persahabatan kalian yang begitu erat seperti saudara ini, papa berharap kamu sama temen-temen kamu bisa bersahabat selama-lamanya," papa echa yang sambil memegang kepala echa.


Mama echa pun ikut tersenyum. Pelukan mereka pun selesai,


"Ma,,,!!!! makasih ya udah nyiapin semua ini buat echa, papa juga makasih udah jadi papa yang baik buat echa. Echa sayang banget sama papa dan papa," echa,papa dan mamanya pun berpelukan.


Suasana acara pun begitu meriah dan megah, semua tamu undangan pun ikut memeriahkan acara tersebut dan echa,luna, tara begitu asyik mengobrol begitu bahagia kebersamaan mereka.


Lalu echa pun izin untuk pergi ke toilet, tiba-tiba ada yang menghentikan langkahnya seorang laki-laki yang juga tamu undangan memberikan bunga dan juga surat didalamnya.


" Seketika duniaku begitu cerah saat aku melihat senyum yang begitu manis terpancar di bibirmu. Aku bahagia saat matahariku bisa tersenyum kembali"


ungkapan yang begitu manis yang terdapat di dalam surat tersebut membuat echa begitu bahagia dan melompat kegirangan. Tiba-tib luna dan tara pun datang menghampiri echa.


"Tadi katanya mau ke toilet, kok malah senyum-senyum sendiri sih kayak orang gila," ungkap luna.


"Loh kenapa sih beb, terus ini bunga dari siapa,,???" Tara mengambil bunga dan surat yang dipegang oleh echa.


"Ini beb, lagi-lagi gue dikirimi bunga sama surat tapi gue gak tau dari siapa soalnya gak ada namanya. Ini sudah berapa kali beb gue dapat kiriman bunga.


"Kira-kira siapa ya beb, loh beneran gak tau,,??" Tanya luna balik.


"Mungkin gebetan loh kali, loh mungkin lupa kali,,,!!!! seru Tara.


"Ihh isi suratnya romantis banget, bikin gue envy tau beb," luna pun jadi senyum-senyum sendiri.


"Gak tau beb gue juga bingung, perasaan gak ada gue gebetan," jelas echa heran.


" Mungkin Eexsel beb, atau gilang ,,,!!! Antara mereka berdua ada yang suka sama lo tapi sok misterius gitu.


"Ih udah ah pusing gue, kita kedalam aja yuk happy-happy," echa pun merentangkan kedua tangannya ke arah kedua sahabatnya itu.


Beberapa jam acara pun selesai, semua teman dan tamu undangan pulang. Waktu menunjukan pukul 10 malam, tiba-tiba echa mendapatkan seikat bunga dan secarik kertas.


"Wahai matahari,,!!! jika kamu ingin mengetahui salah satu bintang yang paling indah, maka datang dan carilah bintang yang paling terang. Kamu akan menemukan jalan untuk menemukan bintang yang paling terang diantara bintang yang lain".


Echa bingung semua kata-kata yang ada di surat tersebut, ia mengira bahwa itu adalah petunjuk untuk ia bisa mendapatkan identitas yang selalu mengirimkan ia bunga dan secarik kertas tersebut.


Echa menuju keluar. Kemudian seorang anak kecil menghampiri echa dan memberikan seikat bunga dan surat.



Telusuri bunga mawar"


Echa pun menundukan kepalanya ia menyala bunga mawar menuju ke arah taman yang yang tidak jauh dari cafe tersebut. Sesampainya taman pun tampak sepi dan gelap, echa sedikit takut dan merasa bahwa ini adalah jebakan. Echa berdiri tempat dimana ada surat untuk petunjuk selanjutnya, echa mengambil surat yang sempat keinjek lalu dibuka.


"Tutup mata,hitung sampai tiga" , echa pun menutup matanya lalu menghitung. Tiba-tiba apa yang terjadi saat echa membuka mata, ia begitu kaget taman yang begitu sepi dan gelap dan sekarang sudah dihiasi banyak lampu-lampu putih cantik, kursi berwarna putih hanya untuk dua orang dan meja yang terdapat beberapa makanan serta lilin kecil yang belum menyala. Saat taman yang begitu indah dan romantis membuat echa sedikit kebingungan, untuk apa semua ini kenapa dia berada ditempat yang begitu indah dan romantis.


Echa hanya terdiam dan kebingungan, tiba-tiba dia mendengar suara laki-laki yang mengucapkan selamat tahun, Echa berusaha mencari suara tersebut ternyata berasal dari tempat yang gelap, Echa membalikan badannya melihat ke arah taman yang tadinya lampu belum menyala dan sekarang menyala dia melihat ada sosok laki-laki yang berdiri memakai Jas hitam dan berdasi kupu-kupu celana jeans membuat laki-laki itu tampak gagah dan tampan. Laki-laki itu pun mendekati echa, echa tampak kaget saat ia melihat laki-laki itu adalah gilang marino.


"Gilang, ini loh,,??" Echa pun memegang pipinya gilang dengan lembut.


"Iya ini gue, selamat ulang tahun ya,!!" Jawab gilang dengan kedua tangannya memegang kedua pundak Echa.


" Jadi Selama ini yang selalu mengirimkan bunga sama surat ke aku itu kamu, sama semua ini,??" Tanya Echa yang begitu lembut dan meyakinkan Gilang. Namun seketika pembicaraan Echa pun terpotong saat gilang menutupi mulutnya dengan jari telunjuknya


"Sssst",,!!!!!! Gue ngelakuin itu semua buat loh. Sejak gue ketemu sama lo, gue udah ngerasa hal yang beda. Gue ngerasa hidup gue lebih berwarna saat gue nemuin loh. Echa,,!!!!!! Gue cinta sama lo, dan gue gak mau kehilangan loh.


" Jadi ini semua lo ngelakuin buat gue, seketika air mata pun berlinang membasahi pipinya.


"Loh gak boleh nangis, gue gak mau lihat loh nangis. Mulai hari ini gue gak kan biarin airmata loh jatuh kecuali air mata itu adalah air mata bahagia, suara gilang yang begitu lembut sambil menggenggam dan mengangkat kedua tangan Echa.


" Lang,,!! Echa menggenggam pipinya gilang. Makasih ya selama ini lo udah hibur gue dengan bunga dan surat yang lo kasih buat gue, lo selalu datang disaat waktu yang tepat. Jujur gue bahagia banget, gue gak nyangka bisa dapet surprise romantis kayak gini dari loh.


Gilang berlutut di depan Echa dan menggenggam tangan kanan Echa.


"Maukah loh jadi kekasih gue, menjadi bagian dari hidup gue dan menemani hari-hari setiap hembusan nafas gue,,?? Tanya gilang kepada Echa.


Tanpa pikir panjang, Echa pun mengiyakan pertanyaan dari Gilang.


Gilang lalu mencium tangannya Echa dan berdiri,lalu dia kembali menggenggam kedua tangan Echa.


"Malam ini adalah malam yang paling indah buat aku, aku bisa menemukan orang yang tepat buat aku. Makasih atas semua malam ini, aku bahagia, Echa pun menangis bahagia dan terharu,,!!!


Gilang pun memeluk Echa dengan begitu erat.


Gilang pun menepukkan tangannya tiba-tiba lilin diatas meja pun menyala, lalu ia menarik kursi yang ada di sampingnya untuk echa duduk. Perlakuan Gilang yang begitu manis, membuat Echa tampak bahagia dan terharu. Mereka pun menyantap makanan diatas meja, tiba-tiba Echa kaget saat gilang ingin menyuapinya.


" Ih gilang, Apaan sih,!!! Aku kan jadi malu, Acha pun tersipu malu.


"Malu kenapa,,,??? disini kan gak ada orang cuma kita berdua doang, ucap gilang sedikit menggoda Echa.


" Kamu itu ya lagi makan aja cantik, apalagi kalo senyum." ucap girang lagi yang menggoda echa.


"Apaan sih lang,,!! gombal deh." echa senyum-senyum sambil mencubit pipinya gilang


"Siapa yang gombal sih, gak kok,,!!! Aku itu serius."


" Ah masa,,???? Seru Echa balik yang sedikit menggoda gilang.


"Iya dong. Cie yang sekarang jadi aku kamu,,!!!" Goda gilang balik.


"Ih gilang udah ah." dengan suara manja dan lembutnya Echa menjadi salah tingkah.


" Ya ya deh gak,,!!! lanjutin aja makannya, gilang pun menaruh wajah di atas tangannya menghadap ke Echa.


Echa pun terus menyantap makanannya, sampai ia sadar bahwa Gilang hanya melihatnya dari tadi.


"Gilang, kamu kenapa sih liatin aku dari tadi,,?? Emang ada yang salah ya dimuka aku,??? Tanya Echa dengan suara manjanya


"Gak papa sih,,!!! aku cuma pengen liat kamu aja, uhar Gilang sambil merubah posisi kepalanya.


" udah ah gilang, aku jadi malu,!!! Seru echa.


"Ya ya gak papa kali, liat pacar sendiri, seru gilang balik.


Setelah lama mengobrol gilang pun menepuk kedua tangannya, tiba-tiba terdengar alunan musik romantis. Gilang berdiri dan menarik tangan kiri Echa ke bahunya, dan menaruh tangan kanan Echa ke punggungnya untuk mengajak Echa berdansa. Echa dan gilang malam itu tampak begitu bahagia menikmati momen yang indah dan romantis. Setelah beberapa jam kemudian acara dinner mereka selesai, gilang lalu mengantarkan echa pulang kerumah menggunakan mobil.


Suasana masih dirumah Echa. Echa begitu tampaknya masih bahagia lantas apa yang terjadi, mendapat kejutan dari keluarga dan sahabat-sahabatnya setelah itu mendapat kejutan romantis dari Gilang.


Malam itu adalah malam yang paling bahagia dan tidak terlupakan buat Echa, kado ulang tahunnya adalah dia bisa menemukan sosok seorang yang begitu ia cinta.


*******