
Rifki yang tidak mengetahui mobil didepannya adalah milik Anjel, Ia pun melajukan motornya dengan santai dan berhenti tepat disebelah jendela Lisa. Saat menunggu pergantian lampu lalu lintas, Lisa termenung dan mengarahkan pandangannya keluar jendela dan tanpa disengaja Lisa menyandarkan sikunya tepat ditombol pembuka jendela dan pada akhirnya terbuka, Jleebb...
Mereka akhirnya bertemu dan saling menatap. Anjel yang melihatnya terkejut dan panik langsung refleks menutup jendela Lisa.
Lampu Hijaupun menyala, tapi mereka masih tidak menyadarinya, terlebih Rifki dan Lisa yang masih membeku disana.
"Tiiiiiittt.... Tiiiiiitt.... Tiiiitttt.... "
Klakson dari kendaraan yang mengantri disana sudah mulai ribut, mereka sadar dan langsung menancapkan gasnya.
Didalam mobil Lisa masih membeku tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, begitu juga Anjel. Namun Anjel yang tak tahan dengan kondisi ke akward an itu membuka suara
" Hmm... Caa.. ? Are you Okay ? " Anjel
Lisa masih saja sibuk berkecimpung dalam fikiran dan hatinya tanpa menghiraukan sautan Anjel hingga 3x Ia memanggil tetap saja Lisa tak mendengarnya. Anjelpun meminggirkan mobilnya dan berhenti mendadak. Lisa yang sedang termenungpun sontak kaget dan kepalanya hampir saja beradu dengan dashbor mobil Anjel
" Haissshh Jinjaaa!! " sorak Lisa
" Lo kenapa sih Njel ? Kepala loh ini hampir kebenturr. Masa depan gua ada disini semua! " Ketus Lisa
"Lo yang kenapa Odol ?! dari tadi gua sautin, gua panggil, kaga nyaut - nyaut Lo ! Lo masih belom bisa moveOn ?" tegas Anjel
" Huft... gatau deh gua Njel. Gua kesell, Betee, Arggghhhhh... kenapa juga sih dia balik ?! " Lisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya yang terlihat sedih
Anjel menghela panjang nafasnya
"Huuuh... gua tau ini ga mudah buat dilupain. Tapi lo harus ingat dia yang udah ninggalin Lo Caa! dia udah mengkhianati kepercayaan Lo! "
" Arrrgghhh.... Gatau lah Njel gua pusing. Gausah kita bahas sekarang yaa. Yuk lah jalan lagii, ntar bokap gua nelfon lagi " Jawab Lisa
"Hmm... yaudah deh kalau gituu"
Anjel melajukan mobilnya dengan cepat
...****************...
(Di PentHouse Bryan)
" Dok, Gimna keadaan teman saya ? " Fandi
" Temen kamu baik - baik aja, cuman cedera biasa aja. paling 2 atau 3 hari lagi bakalan normal kembali " Dokter Alex
Tak lama kemudian geng motor Bryan (Acxel) datang bersama dua orang wanita cantik yang satu adalah pacarnya dan yang satu lagi sengaja Ia bawa untuk menggoda Bryan dan memoroti harta Bryan.
2 wanita itu menggunakan pakaian yang sangat minim dan membentuk setiap lekuk tubuh mereka.
Fandi dan Andre yang melihat itupun langsung menundukkan pandangannya dan pamit pulang, karena mereka sangat benci melihat Axcel dan wanita murahan yang dia bawa.
" Weeh, Whats up broo ? Are you okay Man ? " Sapa Axcel dan menyalami Bryan
" Yeah, I'm Okay man " jawab Bryan
" Bro look it that " Axcel sembari menunjukkan Wine yang ia bawa
" Wwwhooah, Good Man " Jawab Bryan dengan nada yang terlihat senang
" Girl's commont, siapin gih gelasnya" Axcel
" Siap bybe " jawab Lexsa pacar Axcel
Setelah gelas nya dipersiapkan, Axcel membantu Bryan untuk duduk di sofa. sementara para wanita itu menuangkan wine ke gelas Axcel dan Bryan.
Anna mulai beraksi untuk menggoda Bryan sesuai arahan Axcel. Ia duduk disebelah Bryan dan memberikan gelas yang sudah terisi wine itu
" Ini beib winenya " Anna sambil memberikan gelas wine itu ke bryan
Namun Anna sengaja menumpahkannya ke baju Bryan untuk melancarkan aksinya. Bryan yang Oon pun tak sadar akan hal itu. Anna berpura - pura panik dan mengambil tisu kemudian membersihkan tumpahan wine dibaju Bryan dan mendekatkan wajahnya ke Bryan.
" Ternyata kamu lebih ganteng ketika dilihat dari dekat ya" Anna
Bryan hanya tersenyum. karena Bryan tak merespon lebih Annapun berdiri dan pura-pura tergelincir dan dengan refleks Bryan menarik tangannya dan Pluugg!!! tepat ditubuh Bryan. Kini Anna berada diatas tubuh Bryan. Yeah yang namanya pria normal sekuat apapun pasti akan tergoda juga apa lagi langsung bersentuhan seperti itu terlebih yang sifatnya kayak Bryan.
Entah itu kebetulan atau memang sudah skenario yang dibuat oleh Axcel, saat kejadian itu hanya mereka berdua yang berada dikamar Bryan. Bryanpun roboh dan terbawa suasana, dengan perlahan Ia dekup pundak Anna hingga bibir nya menyatu. Anna mulai beraksi lagi dan lebih agresif, Bryan membalas perlakuan Anna dan semakin memanas.
Bryan membalikkan tubuhnya dan membaringkan Anna dibawahnya. Axcel diam - diam memotret momen itu sebagai senjatanya nantii.
Bryan mulai terkalahkan oleh nafs*nya. Ia mulai memainkan jemarinya ditubuh Anna, Ia tak menyangka Bryan akan berani seperti itu. Tanpa Anna sadari Bryan sudah masuk kedalam tubuhnya. Ia merasa kesakitan karena ini baru pertama kali baginyaa. Seakan - akan tubuhnya tak bisa menolak, jangankan untuk menolak bergerakpun sulit baginya.
saat momen itu Axcel sudah pergi duluan bersama Lexsa setelah memotret kemesraan Bryan dan Anna , Ia meninggalkan Anna disana. Axcel hanya berjanji kepada Anna jika Bryan tidak akan melakukan hal yang lebih namun itu diluar perencanaan. Axcel tak memperdulikan Anna karena Ia sudah mendapatkan yang Ia inginkan.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya terhadap Anna ? akankah Bryan berhenti melakukannya atau malah lebih memanas ???