
Anjel menyetir mobilnya dengan santai sambil terus melontarkan kekesalannya karena ulah senior mereka yang beja*, Lisa yang berada disampingnya juga jengkel terhadap mereka. Lisa hari ini sengaja tidak membawa kendaraannya ke sekolah karena dia tau pasti hari pertama akan terasa lelah.
Lisa adalah manusia berkepribadian Introvert jika dia berada disekitar kerumunan orang banyak maka Dia akan cepat merasa lelah, bertolak belakang dengan Anjel yang berkepribadian ekstrovert. Mereka berdua sudah lama akrab sejak pertemuan pertamanya di sekolah dasar hingga Menjadi sahabat seperti saat ini. Mereka saling mengisi kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Sempat terjadi kerenggangan dipersahabatannya karena Anjel tidak menyetujui Lisa berhubungan dengan Rifky, menurut Anjel Rifky itu Playboy yang dekat sana sini dengan wanita lain. Tapi kenyataan yang sebenarnya tidak lah seperti itu. Rifky sangat menyayangi dan mencintai Lisa karena Lisa lah yang sudah menyelamatkannya dari keterpurukannya. Lisa adalah cahaya baginya, namun suatu hari saat Ayah Rifky meninggal Ia harus segera terbang ke kampung halamannya yang bertepatan saat Hp milik Lisa ditahan oleh Papanya karena ketahuan berpacaran sehingga tidak ada yang tau kabar satu sama lain dan terjadi kesalah pahaman. Mereka putus komunikasi hingga kini menduduki bangku SMA. Dihati satu sama lain masih menyimpan rasa rindu namun tak tersampaikan.
"Oiya Ca, lo udah janji traktir gua beli buku yang gua mauu. jadi kan ? "
" Iyee iyee jadii zeyenk, yaudah yok gasskan" Lisa
" Yeeyyy, Oky doky yo, it's the true yess! " sorak Anjel kegirangan
Angel langsung melajukan mobilnya ke toko buku tempat biasa yang mereka kunjungi. 20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai ditoko buku itu.
" Yey surga duniaaa " Angel sambil merentangkan kedua tangannya saat melewati pintu toko buku tersebut
Lisapun langsung membungkam mulut Angel, karena saat itu pengunjungnya sangat ramai.
" ssst lo jangan buat malu gua Plisss, bobrok sih bobrok tapi liat sikon dong. ragi ramee begooo!!" Lisa
"Hehe iye iyee maap" Angel
"Yaudah sana carii gih buku yang lo mau, waktu kita ga banyak ntar gua dicariin Bokap" Lisa sambil melirik jam tangannya
" Okay boss, syiaaap" jawab Angel sambil bergegas mencari buku yang dia mau
"Hmm, gua beli apaa yaa ? " Lisa dalam hati sambil melihat - lihat buku-buku edisi terbaru
Saat Angel sedang mencari-cari buku yang dia inginkan tak sengaja Ia melihat Rifky
" Hah ? itu bukannya si Fake Boy ya ?
ngapain dia disini ? dan kapan dia balik ? gawat nih kalau sampai dia ketemu Icha. gua harus menghindari pertemuan mereka"
Angelpun langsung melirikkan matanya untuk menemukan keberadaan Lisa. Ia tak ingin Lisa shock dengan pertemuan dadakan ini setelah bertahun - tahun tak bertemu.
" Nah, I got it! " Angel langsung menarik tangan Icaa dan menjauhkannya dari Rifky agar mereka tak saling bertemu
" Haih, lo ngapain sih narik-narik gua ?" Lisa
" Anu, Sini deh sini deh gua mau ngeliatin ini ke Lo " Angel berdalih kemudian menunjukkan buku kedokteran
" Iyee gua tau lo mau jadi Dokter. Tapi jangan buku ini juga kali yang lo mau! Gilee apa ?! harganya jutaan begooo!" Sorak lisa
" haih bukan gitu maksud gua. Sekarang nih kita liat-liat aja duluu, cek harga nah trus angsur - angsur deh nabung" jawab Angel sambil tertawa kecil
" Hmmm, iyaa dah iyaa. trus udah dapet buku yang lo mau ? " Lisa
" Udah nih, ngga nampak apa gua udah nenteng nih buku ?" jawab Angel sembari meperlihatkan bukunya
" Wehh tumben cepat lo milihnya ? biasanya lama bangeett" Lisaa
" Ihhh lo nih ya gua lambat salah gua cepat juga salah. mau lo apa sih ?" Angel
" Hehe, maap - maap yaudah yuk ke kasir aja langsung" Lisa
" Alhamdulillah untung mereka ga jadi ketemu" gumam Angel dalam hati
Saat antrian dikasir yang masih lumayan lama untuk sampai pada giliran mereka, tiba - tiba ponsel Lisa bergetar
"drrrrrtt.... drrrrttt.... drrrttt...."
Lisa melihat layar ponselnya dan benar saja itu adalah Papanya. Lisa langsung panik, Ia tidak tau harus berdalih apa. Beberapa waktu ini Ia baru saja dimarahi papanya karena pulang bimbel tidak langsung kerumah tapi malah keluyuran yang padahal Ia hanya menemani temannya mengantar berkas namun papanya tidak pernah bisa menerima alasan apapun.
" Mampuss gua Ngell, bokap gua nelfon lagi" sambil menunjukkan layar ponselnya ke Angel
"WHAT ? SERIUSAN LO?" Angel ikutan panik
"Duh gimana nih ?" Lisa semakin panik
" Ah! Iya ! ke toilet... toilett... cepat buruan" Angel bergegas langsung menarik Lisa ke toilet
" Idupin speakernya" Bisik Angel
" Hallo ? Lisa kami dimana ? ini udah jam berapa ? kenapa belum pulang ?!" Papa Lisa
"I..iiya Paa bentar lagi pulang. Ini lagi..?? ( mengode Angel untuk berdalih apa ) " Lisa
" lagi nyiapin persyaratan buat minjem buku di perpus" ( bisik Angel dengan mengerak - gerikan bibirnya dengan jelas agar suaranya tidak terdengar)
" Lagi nyiapin surat Paa buat minjem buku diperpus, antriannya lama. mungkin se.. setengah jam lagi baru kelar" jawab Lisa
"Oke yaudah, habis itu langsung pulang ya. Jangan kemana-mana. Pulang sekolah itu ya langsung Pulang jangan melenceng kemana - kemana ! " tegas Papanya Lisa
"Iya Paa.. Iyaa " jawab Lisa antara penuh kesabaran dan kesal
Lisapun langsung menutup telfonnya
"Fiuh lega gua, serasa lagi ditilang gua ngadepin telfon bokap lu Caa" Angel sambil mengelus - ngelus dadanya
" Apa bedanya sama gua! keringet dingin gua!" jawab Lisa lega
"Yaudah yuk buruan " Angel menarik tangan Lisa untuk bergegas keluar
Saat hampir mereka berjalan menuju kasir, Angel melihat Rifki yang juga ikut mengantri
" Aduuh banyak benget deh beban hidup gua" sontak Angel ketika melihat Rifki
" Ha ? kenapa ? emang lu punya beban apa ? lemak dibadan Lo ? " jawab Lisa sambil tertawa
" Sabat Ngell.. Sabarrr... Untung temen gua satu yang modelnya kek Lo ni Caa " Angel
" Iya dong guakan limited edition " Lisa
" Yuk lah ngantri lagi " Lisa
Saat Lisa hendak mengantri dan melihat ke arah depan kasir, Angel langsung mengalihkan perhatian Lisa
" Eh itu Caa, aaa...aa ituu.. besok - besok aja deh kita beli bukunya, antriannya masih panjang, lagiankan Lo udah ditelfon tuh dan gua sebenernya sakit perut bat nih. pulang aja yuk ? " Angel
" Iyaa juga sih. Tapi seriusan nih ga jadi beli ? " tanya Lisa
" Iyaa seriusan beeb " Angel
" Yaudah gua kembaliin deh nih buku ketempatnya" jawab Lisa sambil berjalan
Namun Angel langsung menarik lengannya karena jika Lisa kebali ke rak buku itu, Ia akan melewati Rifki disebelahnya
" Eiits gaosa Caa, lo letakin disana aja yaak? sumpah deh perut gua sakit banget " Angel sambil akting sakit perut
" Huh... Lo nih yaa. Yaudah deh ayuk lah cau kita lagi" jawab Lisa
Merekapun keluar menuju parkiran, Saat diperjalanan pulang. Mereka terjebak macet karena lampu merah yang memang cukup lama disana. Saat Angel melihat kaca spionnya Ia melihat Rifki dengan mengendari Motor balapnya dibelakang tepat dibelakang mobilnya.
" Haduhh... kenapa gua terjebak diantara dua cinta manusia yang tak bisa disatukan ? disisi ini gua ingin dia bahagia bertemu cintanya lagi tapi disisi lainnya gua juga gamau dia bersatu lagi karena gua sangat tau orang yang dia cinta ini akan membuatnya sengsara nantinya" gumam Angel dalam hati sambil mengurut dahinya seperti sedang sakit kepala.
.
.
.
.
Apakah Lisa dan Rifki akan berjodoh ? atau malah dengan si ketua Osis? yuk baca teruss yaa kelanjutannnyaa
💕💕