
" Apapun itu yang kamu tanam maka itu juga yang akan kamu dapatkan" ~Anna
Dalam hati Anna menyesali semua kesepakatan yang telah Ia buat dengan Axcell. Namun Ia tidak bisa melawan Bryan yang kekuatannya 3x lipat dari kekuatannya.
" Ah siall!! Axcell sialan!! mahkota gua udah direnggut"
Anna tak berdaya, semua energinya telah terkuras habis oleh perbuatan bryan terhadapnya. Bryan terus saja menyerang Anna tanpa henti hingga mencapai puncak berkali - kali.
" Waah bybe you're so perfect, I like you so much. Thankyou bybe" Bisik Bryan ke telinga Anna dan melepaskannya.
Anna yang sudah menahan segala rasa sakit dan trus mengeluarkan air matanya akhirnya terlelap dipelukan Bryan. Anna sungguh tak bertenaga untuk kabur ataupun melawan Bryan.
Namun ketika Anna terlelap Bryan langsung menyuruh pengawalnya untuk membawa Anna kembali ke Apartmentnya dan memberi Anna ramuan agar Ia melupakan perbuatan bejad Bryan terhadapnya.
...****************...
5 jam kemudian
Anna membuka matanya perlahan dan melihat ke sekeliling ruangan itu, kemudian Ia merasakan hal yang aneh pada bagian bawah tubuhnya. Ia melihat tubuhnya menggunakan gaun tidur lalu disamping kasurnya terdapat botol minuman.
" Ahh shiit, sepertinya gua terlalu banyak minum. Tapi gua sama sekali ga ingat apa yang terjadi, dan wait!! kenapa badan gua rasanya sakit banget?! " Anna berinteraksi dengan dirinya sendiri
" Mungkin anda hanya lelah nona, anda menghabiskan begitu banyak minuman nona" sahut Cleaning service yang sudah diberi tips oleh pengawal Bryan
Anna berusaha mencerna apa yang sudah Ia lakukan tapi Ia tetap tak ingat apa yang sudah terjadi padanya. Dan Ia juga sedikit heran mengapa Cleaning servicenya berbeda hari ini.
" Loh? Bik Eni kemana? kok malah anda yg bersih - bersig disini? " Anna
"Hmm gituu, okey. saya mau mandi duluu. Nanti kalau udah siap beres-beres ambil aja uangnya diatas meja tamu yaa. Oiyaa tolong botol - botol ini diberesin sekalian yaa " Jawab Anna kepada Lastri yang terlihat sebaya dengannya.
( Di kamar mandi)
Anna menghadapkan wajahnya ke cermin besar dikamar mandinya itu dan terus mencoba mengingat apa yang sudah terjadi, namun malah membuatnya semakin pusing.
" Aahh shitt!! Ada apa dengan gua? kenapa gua ga bisa ingat apa yang udah terjadi semalam? dan semakin gua ingat kepala gua semakin sakit" Anna meringis kesakitan
Anna membuka gaunnya dan melihat ke sekujur tubuhnya tapi Ia tak melihat ada yang aneh, tak ada jejak apapun ditubuhnya, itu karena memang kebiasaan Bryan jika sedang berhubungan dengan orang yang tak ada hubungan apapun dengannya Ia tidak akan pernah menaruh jejak apapun. Agar nanti jika dimintai pertanggung jawaban tak ada bukti itu adalah ulahnya, terlebih lagi ia selalu memberikan ramuan kepada korbannya.
Anna mengguyur tubuhnya dan mendinginkan kepalanya dengan air yang terjun dari showernya.
...----------------...
Setelah selesai membersihkan apartmen Anna, Lastri mengambil upahnya dan keluar dari apartmen itu kemudian Ia segera mengambil ponselnya untuk melaporkan keadaan Anna.
" Hallo Tuan, Nona Anna sudah sadarkan diri. Dan sesuai seperti apa yang telah tuan katakan, dia sama sekali tidak mengingat kejadian yang terjadi tuan" Lastri
" Oke " Bryan langsung menutup panggilannya
" Dasar orang kaya gada sopan santunnya, langsung dimatiin. bilang makasi kek, thankyou kek apa kek" celoteh Lastri
" Emang apa sih yang udah terjadi sama Non Anna? ah udah lah bodo amat yang penting duit mengalirrr... " Dalam fikiran Lastri