The Story Of My Friends Chasing Love

The Story Of My Friends Chasing Love
Episode 2 K & A



Episode 2


Erlang : Andri kenapa kamu ada disini?


Andrian : Seharusnya itu pertanyaanku kenapa kak,papa,dan mama datang kesini?


Riana : Mama dan papa beserta erlang ke sini ingin bertemu pak ferdi sedangkan kamu ada urusan apa ke sini?


Ferdi : Sebelumnya apa tujuan kedatangan pak andre datang ke rumah saya?


Andre : Sebenarnya saya dan keluarga berencana meminang putri bungsu ada untuk putra sulung saya erlang menjadi menantu.


Tiba tiba salma dan sahabat karina beserta pasangan masing masing datang kerumah karina membawa kakek Renal serta nenek Jenet dari bandara yang ingin menjemput karina menuju eropa.


Salma : Assalamualaikum om karin boleh masuk?


Cahyo : Biaanya langsung masuk!


Mereka masuk dan duduk diruang tamu ibu karina juga sudah ada diruang tamu saat tahu mertuanya datang.


Renal : Apa yang aku dengar itu tidak akan kamu terima kan ferdi?


Ferdi : Aku belum menjawabnya dan bagaimana ayah bisa di indonesia?


Jenet : Ayah maupun ibu tidak pernah memberimu hak untuk menerima siapapun untuk menjadi cucu menantu kami karena semua milik kami hanya akan di wariskan ke karina jadi hanya laki-laki yang bisa memiliki kedudukan setara dengan cantika dalam bidang apapun.


Karina : Maksudnya apa kek?


Karina : Itu juga ciri ciri calon suamiku dan jika orang ada orang seperti yang kakek katakan jika dia hanya menang wajahnya saja buat apa,wajah jelek tak masalah asal setia dan tidak menomer duakan keluarga.


Erlang : Bukannya laki laki seperti itu adalah aku!


Salma : Orang sepertimu mengaca perusahan selama 2 tahun ini belum ada kenaikan kau bilang kamu tipe laki laki yang karin suka.


Cahyo : Perusahan yang anda jalankan saja belum berkembang dan bisa menyaigi perusahaan milik karina saja mau melamar karin hanya akan menjadi beban untuk karin dimasa depan.


Erlang : Apa maksud dari perkataan kalian bahwa aku hanya akan menjadi benalu?


Salma : Itu tahu kenapa masih bertanya!


Riana : Kalian hanya anak kecil ikut campur urusn orang dewasa.


Cahyo : Maaf tan kalau ucapan kami lancang tapi kami sebagai sahabat dari jaman dalam kandungan sampai saat ini tidak mungkin mau melihat sahabat yang sudah dianggap serperti saudara kami ini memiliki pendamping hidup yang hanya menunjukan rasa suka diawal setelah bosan lalu dibuang seperti sampah.


Andre : Putra kami tidak mungkin melakukan hal yang kau katakan terhadap nak karina.


Renal : Aku sebagai kakek dari karina menyetujui perkataan nak cahyo cucuku masih terlalu muda untuk menjadi pendamping dari putra angkat anda yang sombong dan merasa harus dinomer satukan dari pada anak kandung sendiri, bukankah itu aneh?


Riana : Apa maksud anda kami tidak membeda bedakan putra kami?


Andrian : Kalau begitu apa papa dan mama pernah sekali saja memenuhi permintaanku saat aku meminta kalian untuk melamar karina dan kak erlang juga meminta hal itu kalian mendahulukan kak erlang begitu juga perusahan milik papa aku yang merupakan putra kandung kalian saja tidak pernah kalian berikan hak yang menjadi milikku jadi lebih baik jika suatu hari nanti perusahan papa membunyai masalah jangan mencari aku serta para om maupun tante karena mereka tidak mempunyai saudara yang tidak pernah mempercayai perkataan orang lain yang ternyata sebuah kebenaran dan lebih mempercayai anak angkat yang selalu berbohong serta memutar balikan fakta.


Setelah mengatakan hal tersebut andrian berpamitan dengan keluarga karina serta teman temannya untuk pergi mengerjakan pekerjaan kantor karena sudah 3 hari tidak mengunjungi perusahan.Saat mengatakan hal tersebut orang tua andrian terkejut mengetahui bahwa putra bungsunya memilki perusahan sendiri yang dibangun selama ini tanpa mereka ketahui.