The Story Of My Friends Chasing Love

The Story Of My Friends Chasing Love
Episode 24



Putri : Aku pikir lebih cepat lebih baik untuk lepas dari pemerintahan karena mereka merugikan diriku buka memberi ke untungan untukku dan merusak namaku serta mengakui apa yang aku miliki.


Salma : Maaf jika karena ucapanku kita semua tidak bisa berlibur lebih lama!


Cahyo : Bukan salahmu sal ini memang harus disegerakan agar tidak ada masalah dikemudian hari yang akan menimpa kita semua dalam masalah pendidikan dan putri akan merubah cara memdidik dari kampus ini sesuai dengan materi ujian yang baru yang kita kerjakan untuk ujicoba bagi kampus putri untuk menjadi langkah pertama kita memperbaharui dunia pendidikan di negara ini.


Mima : Itu benar dan kita tidak bisa membuang waktu lagi untuk hal itu


Revano : Apa maksud kalian?


Salma : Kami bersepuluh ingin mengambil kembali kampus yang dibangun putri yang telah di salah gunakan haknya oleh pemerintah yang dipercayakan putri untuk di urus oleh orang-orang pemeritahan.


Revino : Lalu apa yang akan kalian lakukan tidak ada bukti bahwa kampus ini milik putri?


Putri : Aku punya sertifikat bangunan serta tanah dari bangunan ini serta bukti pengeluaran yang mengalir atas nama siswa beasiswa yang mendapatkan uang saku lalu dikeluarkan tanpa alasan dan tanpa persetujuanku dahulu sebagai pemilik langsung kampus ini.


Setelah mengatakan hal yang perlu diketahui oleh para anggota organisasi kampu mima dan yang lainnya pergi ke atap kampus untuk makan siang sambil membicarakan rencana untuk segera mendepak dosen yang tidak diperlukan di kampus milik putri dan mahasiswa yang tidak pantas belajar di kampus K.


Salma : Put disini kamu bangun ruang pribadi atau tempat ruang CCTV gitu?


Putri : Ada dilantai 9 kenapa?


Mima : Kita kesana aja aku males sama dosen yang mengajar sok pintar tapi dibawah setandar.


Putri : Oh ya aku baru ingat dilantai itu ruang rapat guru dan juga ada kelas murid jenius tapi seingatku aku belum pernah pilih mahasiswa yang akan aku tempatkan disana tapi dari yang aku dengar sudah di isi dan aku belum tahu soalnya daftarnya belum aku baca selama 4 tahun ini.


Setelah merasa cukup untuk istirahat mereka bersepuluh turun ke lantai 9 untuk menuju ruangan yang dimaksud putri dan disaat bersamaan lif naik terbuka juga di lantai 9 bersamaan dengan lif yang dipakai oleh putri dan kawan kawan.


Putri : Ada urusan apa ini pak rektor membawa para mahasiswa lain ke lantai ini?


Pak Rion : Ada apa gerangan nona putri bersama mahasiswa pindahn lain masuk ke lantai khusus ini?


Putri : Ada siapa yang mencoba melarang saya datang kemari dan jangan lupa bahwa saya yang mengeluarksn biaya pembaguna tempat ini ada bukan orang yang berhak mengeritik saya mau apa di yempat milik saya dan saya pastikan apa yang anda lakukan dibelakang saya akan anda tanggung sendiri akibatnya.


Setelah mengatakan itu putri dan yang lain menuju sebuah ruangan dengan pintu menggunakan sidik jari dan scan wajah yang sudah di atur oleh putri sejak di bangun,sebelum putri dan kaean kawannya masuk putri mengatakan dengan lantang.


Putri : Bangunan ini milikku bukan milik pemerintah dan jangan kalian para dosen dan mahasiswa lainnya pikir memiliki hak atas perkembangan kampus ini karena aku tak pernah meminta orang lain untuk membayar kalian sekalipun kalian orang yang di utus penerintah untuk mengajar di kampus k ini,jangan terlalu berharap dan memimpikan hal yang tak akan pernah terjadi sampai kapan pun ingat itu.


Putri pun menghilang dari pintu yang sekarang telah tertutup rapat


Pak rion : Dasar bocah *apa yang bisa kalian la*kukan dan apa dia berani mengancamku didalam hati.


Valdo : Apa maksud perkataannya tadi pak rion dan siapa mereka yang seenakan masuk keruangan itu(sambil menunjuk ruangan yang dimasuki oleh putri dan yang lainnya.


Pak rion : Sudah biarkan saja itu bukan urusan yang harus kalian pikirkan.