The Story Four Girls In College

The Story Four Girls In College
Capt.9



~ Mansion Dira


Pukul 8 pagi lpara maid sudah melakukan aktivitas mereka seperti biasa.


"Nori...apakah dira sudah pulang?" Tanya mama Luvi kepada kepala pelayannya itu.


"Iya nyonya...non dira sudah pulang sejak pukul 4:30 tadi pagi. " Ujar kepala pelayan.


Mama luvi hanya menanggukan kepala, lalu menuju kelantak atas dimana putrinya itu berada.


Tok tok tok


Namun tak ada jawaban dari dalam kamar. Sedangkam pemilik kamar sedang tertidur pulas karena terlalu lelah. Mama luvi pun kembali mengetok pintu kamar dira dengan sedikit keras.


Tok tok tok


"Yasudah lah....mungkin dia sangat mengantuk" ujar mama livi bermonolog sediri kemudin berlalu pergi kebawah untuk melakukan sarapan pagi.


Dira mana mah? Tanya papa Dira yang tengah menunggu istri dan anaknya di meja makan.


Dira lagi tidur pah... Dia capek karna baru pulang pukul 4:30 tadi lagi. Mama Livi menjelaskan


Papa dira pun hanya menganggukan kepalanya.


"Bi...nanti tolong antarkan makanan di kamar dila ya..." Ujar mama livi


"Baik nyonya" ujar pelayan dan berlali pergi menuju kedapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Dira


~Disisi lain mansion zoya


Tok tok tok


Zoy...bunda masuk ya..." Ucap bunda rena di depan pintu kamar. Namun tak kunjung ada jawaban ia pun masuk dan melihat zoya sedang tertidur dengan pulas.


"Yaampun anak gadis suda jam 10 belum bangun juga!! Bunda rena sedikit meninggilan suaranya sambil membuka gorden.


"Aduh bun....silau....." Gerutu zoya karena tidurnya terganggu.


"Bangun!!! Bunda Rena berdecak pinggang.


Sedangkan dira hanya mengangkat tangannya dan menampakan 5 jarinya yang artinya Lima menit lagi.


"Duh...iya...dah bangun ni" gerutu zeya menuju kamar mandi. Ia sekalian melakukan aktivitas mandinya, karena perutnya sudah terasa sangat lapar karena kemarin hanya makan makanan hambar itu.


Setelah melakukan aktivitas membersihkan diri, zoya menuju lantai bawah untuk segera mengisi perutnya, karena cacing-cacing di perunya sudah meronta-ronta untuk diberi makan.


"Yaampun pelan-pelan makannya nak..." Ujar bundanya karena melihat anaknya itu seperti orang kelaparan yang tak makan selama 2 hari.


Hehehe lapar banget bunda! Kemarin tuh zoya mmakannya makanan hambar doang, ga ada rasa sama skli" ujar zoya menjelaskan.


"makan apa emangnya??" Tanya bunda Rena


Nasi sama tahu dan kangkung rebus bunda! Ga ada rasa sama skli" Ujar zoya bergidik ngeri mbayangkan makanann itu.


"Harus bersyukur nak!! Banyak diluaran sana yang susah untuk mendapatkan makanan, jadi kamu harus bersykur dengan apa yang telah diberikan" Ujar bunda.


"Iya bun"


Bunda rena tidak mau anaknya menjadi anak yang tida pandai bersyukur atas apa uang telah diberikan.


"Em....bund minggu depan zoya dan teman-teman mau liburan kebelanda bisa?" tanya zoya


" Berapa lama liburannya?" tanya sang bunda


" 2 minggu bun, karena libur semester ga begita lama"


" 1 minggu aja, soalnya minggu ke 2 Anakya paman zico mau nikah" Ujar bunda


" siapa?? Nia??"


" Bukan...tapi kak Nico"


"Uhuk.uhuk.." Zoya tersedak mendengar perkataan sang bunda. "What?? si manusia kutub itu mau nikah bund?? sama siapa??" zoya kaget dengan apa yang dia dengar, pasalnya nico adalah cowo yang sangat kaku dan begitu dingin, jadi mana mungkin dia punya pacar. Pikirnya begitu.


"Hus... ga boleh gitu!!" tegur sang buda. " Nico tuh dijodohkan oleh orang tuanya" Jelas sang bunda. Sedangkan zoya hanya menganggukan kepalanya, ia berpikir dizaman yang sudah modern ini masih ada kata perjodohan, bagianya itu sangatlaj tidak keren.


Setelah selesai melakukan aktivitas makannya zoya kemabali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya, karena saat ini benar-benar mengantuk.


Tbc.