
Disisi lain kelompok zoya tengah bersantai untuk menyaksikan penampilan selanjutnya. Zoya melihat salah satu teman laki-lakinya sedang duduk di atas batu, lalu ia menghampiri pria tersebut. " Lo kenapa menyendiri?" tanya zoya sedikit peduli. "Gapapa lagi pengen aja" Jawab laki-laki itu bernama Rian.
" Ayo gabung sama yang lain, jangan menyendiri kek gini" Ajak dira. Karena ia merasakan hawa sedikit berbeda.
Iya...lo duluan aja nanti gw nyusul.
"Lo yakin??" tanya Zoya memastikan kembali.
"Iya dikit lagi gw kesana, gw pengen ngabisin rokok ini dulu" Jawab rian.
Dirapun berlali pergi dan ikit bergabung kembali dengan kelompok mereka. Selanjutnya kelompok yang akan tampil adalah kelompok 3, dimana mereka akan menampilkan puisi berantai.
Penampilan puisi sedang berlangsung, namun tiba tiba Rian lari ketetepi laut untuk memuntahkan isi di dalam perutnya. Semua orang panik dan langsung membawa rian menuju dekat tenda. Acara pensipun sudah tidak dilanjutkan lagi karena situasi dan kondisi sudah tidak kondusif.
"Dingin...ini sangatlah dingin..." tutur rian yang sedang menggil karena kedinginana. Kebtulan Anto yang sedang mengenakan sarung, langsung mamakaikannnya pada Rian.
Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, dimana situasi dan kondisi semakin tidak kondusif. Semua orang sudah berkumpul dalam satu tenda yang atapnya menggunakan terpal.
Semua orang sudah semakin panik karena tiba-tiba Rian kerasukan. "Tolong jangan kosongkan pikiran kalian" Ujar senior memberikan arahan pada yang lain.
Langit yang tadinya penuh dengan bintang, tiba-tiba berubah menjadi gelap. Angin kencang pun menerpa tenda mereka yang di susul dengan hujan deras. Semua semakin tambah panik. Namun Anehnya angin dan hujan deras itu hanya sekitaran lokasi kegiatan mereka.
Zoya mengatakan pada teman-temannya untuk tidak mengosongkan pikiran mereka. Namuntiba-tiba saja Siska kesurupan dia tertawa lalu kemudian menangis. Zoya segera menahan siska tangan siska dan yang lainnya menahan kaki siska. Sedangkan Anton mulai melakukn ruqiah agar yang masuk kedalam tubuh siska cepat keluar.
Zoya sedari tadi sudah merasa tidak kuat, ia merasa pusing dan kepalanya mulai berat. ia mulai menangis,namun ia berusaha untuk tetap kuat dan tidak lengah. ia terus berdoa dalam hati.
Dito yang melihat zoya yang sudah menangis, ia pun memdekati zoya dan mengenggam tangannya dan mengatakan " tetaplah kuat dan jangan lengah, tetaplah berdoa dalam hati".ia menerikan semangat kepada zoya agair ia tetap menguatkan hatinya. Zoya pun menganggukan kepalanya.
Disisi lain dira,zea dan luna duduk saling berdekatan, mereka duduk di tengah-tengah kerumunan orang. Zea sebenarnya pikirannya sudah tidak karuan, ia gemetar karena ketakutan, pikirannya sudah mulai terpancing, disisi lain juga ia sudah tidak tahan ingin buang air kecil.
Dira si manusia dingin itu sedang menahan sakit perut yang sebenarnya iapun sudah tidak bisa menahannya.
Sedangkan Luna ia tetap calm, dan berusaha untuk tidak mengosongkan pikirannya sambil berdoa dalam hati.
"Gaes...tolong jangan longgarkan tempat duduk kalian ya..tetaplah begini" Pinta zea kepada orang-orang yang duduk berdempetan dekat dengannya. Kerana Zea sendri mudah terkoneksi kalau soal beginian. Tapi dia berusaha agar pikirannya tidak kosong, ia menguatkan hatinya dan tetap berdoa dalam hati.