The Story Four Girls In College

The Story Four Girls In College
Malam mencekam



Di depan Zea ada muni yang tengah gelisah, tangannya mulai terasa dingin. Muni mencoba berdiri dan mondar mandir mencoba mengilangkan kegelisahan yang ia rasakan.


Sedangkan zea yang merasa tempat duduknya sudah begitu longgar, ia mulai tambah gelisa tidak karuan. Pikirannya mulai kacau. Ia mencoba menetralkan suasana hati dan pikirannya itu.


Mommy....zea takut disini... Yaallah lindungi zea. Batin zea.


Setelah siska sudah sadar, para senior memutuskan untuk kembali. Karena situasi dan kondisi semakin tidak kondusif. " Semuanya segeralah bersiap karna kita akan kembali malam ini" ujaelr senior kifli.


Semuapun membereskan barang-barang mereka dengan cepat, lalu bergegas pergi dari tempat itu.


Mereka meninggalkan tempat itu pada pukul 2 pagi.


Mereka berjalan kaki dengan jarak 50 meter kearah jalan raya, dengan berjalan dalam keadaan gelap gulita hanya dengan bantuan senter Hp.


Akhirnya merekapun sampai di jalan raya dan menunggi mobil yang akan mereka gunakan untuk kembali.


Senior kifli sudah meminta bantuan kepada teman-temannya untuk menjemput mereka di lokasi kegiata. Untung saja teman-temannya itu mau membantu.


5 Mobil sudah sampai tujuan pada pukul 3 pagi, mereka segera naik dan meninggalkan tempat tersebut. Zoya dan ketiga temannya duduk dalam 1 mobil.


" Tadi tuh rasanya bener kaya nano-nano tau ga" ujar Zea yang masih terbayang dengan kejadian tadi.


"udah kaya naik loler coster tau ga" ujar luna menimpali.


"Gw ga akan mau ikut kegiatan kek gini lagi" Dira trauma akan kejadian barusa.


" SAMA...." Kata zoya,zea dan luna dengan kompak.


1 jam pun berlalu mereka sampai dirumah masing-masing. Senior kifli meminta tolong kepada teman-temannya itu untuk mengantarkan mereka kerumah masing-masing. Karena khawatir jam segini untuk mengizinkan mereka naik ojek online. Walau bagaimanapun mereka tetap tanggung jawabnya. Karena dia merupakan ketua panitia di kegiatan tersebut.


Yang diantar terkahir yaitu luna " makasih ya kak..udah nganter sampai rumah" ucap luna dengan ramah sambil tersenyum.


Sedangkan kifly hanya fokus dengan rumahnya luna. Ini rumah dia ya?? Udah kaya istana aja...pasti orang tuanya sultan. Kifli bermonolog dalam hatinya.


Luna yang tak kunjung mendapatkan jawaban memanggil kifly kembali " Kak...."


"Eh iya?? Ada apa?" Tanya kifli


Terimakasih ya atas tumpangannya " ujar luna sekali lagi sambil tersenyum ramah.


Kebetulan kifli semobil sama luna jadi dia ikut mengantarkan luna kemahnya itu. " Iya sama-sama" ujar Kifli terpana dengan senyuman Luna.


Gila...cantik banget nih cewek, senyumannya bikin meleleh. Batin Kifli


Kifli yang melihat luna sudah masuk kedalam rumahmya itu ia pun berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Lunapun berlalu pergi masuk kedalam rumah tepat pukul 5 pagi, karena masih mengantrkan teman-temannya lebih dulu. Luna melihat situasi rumah masi tampak sepi, namun ada beberapa pelayan sudah melakukan aktivitasnya di dapur, karena ia mendengar suara dari dapur. " Emm baru tau kalau para pelayan sudah bangun jam segini untuk memasak" guman luna. Luna masuk kedalam kamar, sebelum tidur ia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Tak butuh waktu lama ia selesai dengan aktivitas mandinya, dan langsung mengganti pakaiannnya lalu menujutempat tidur untuk merebahkan tubuhnya yang terasa sangat. Tak butuh waktu lama ia sudah tertidur dengan pulas.


Jangan lupa like dan komennya ya...


Maaf jika masih ada kesalah dalam pemilihan kata dan penempatan tanda titik koma.