The Story Four Girls In College

The Story Four Girls In College
Makrab



Ah udahlah lupain aja lagian juga kan ga terlalu penting untuk dibahas "Tutur Dira yang tak mau lagi membahas soal apapun tentang pria asing tadi, lagi pula buat apa membahasnya itu akan jadi pertemuan pertama dan terakhir untuknya. Pikir dira bermonolog sendiri.


Sedangkan ketiga temannya itu dibuat kesal karena sudah membuat merek penasaran. Dira hanya duduk diam tanpa mau mebahasnya lagi.


Dilain sisi ada seorang Pria asing yang tengah menatap ketempat 4 gadis itu berada. Dia hanya mentapa tanpa ekspresi dan tidak bisa di tebak apa arti dari tatapan itu.


Acara intipun dimulai dengan diarahkan semua tamu undangan untuk berdiri karena sedikit lagi acara pemotongan kue pun akan di mulai, Semua tamu undangan berdiri sesuai dengan intrupsi dari pemilik acara terkecuali Dira. Ia hanya duduk dan enggan untuk berdiri karena kondisi kakinya masih sakit, sedangkan gerak gerik dira tak luput dari pandangan pria asing yang menabraknya tadi.


Skip....


2 Minggu telah berlalu, semua mahasiswa telah mengikuti ujian akhir semester dan rencana liburan mereka pun ditunda karena ada agenda jurusan yang harus mereka ikuti, mau tidak mau mereka terpaksa mengikuti kegiatan tersebut. Acara kegiatam akan dilaksanakan di sekitaran pantai selama 1 hari 1 malam. Mendengar kata pantai yang sesuai dengan pengumuman, mereka tersenyum dengan antusias " hmm not bad" ujar mereka bersamaan. Karena mereka bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan berkedok liburan.


Para senior telah mempersiapkan semua yang mereka butuhkan mulai dari tenda, makanan dll.. para junior hanya membawa pakaian yang dibutuhkan selama 1 hari 1 malam. Hari itupun tiba, mereka berkumpul sesuai arahan. mereka akan naik bus menuju lokasi tujuan, tidak ada yang diizinkan untuk membawa kenderaan pribadi.


Selama perjalan para mahasiswa/mahasiswi tengah bernyanyi dengan diiringi alunan gitar yang dimainkan oleh senior mereka. Namun tak terkecuali Dira, ia malas mendengarkan orang-orang tengah bernyanyi begitu keras. Dira lebih memilih mendengarkan musik melalui earphonenya sambil memejamkan mata.


1.jam berlalu, bus pun berhenti di tepi jalan dan semua mahasiswa turun berjalan kaki selama 50 meter untuk benar-benar sampai kelokasi tujuan, dikarenakan jalanan menuju pantai tidak bisa dilintasi bus. " Semuanya jangan ada yang terpisah karena sedikit lagi kita akan sampai" Arahan dari senior menggunakan megaphone.


Sesampainya di lokasi tujuan keempat gadis itu mentap sekeliling dengan tatapan yang tak bisa dibaca, hanya mereka berempat yang mengetahui apa arti dari tatapan itu. "Girls kayanya ga seperti yang kita bayangkan deh" ujar Zea pada ketiga temannya.


Yang lain pun menganggukan kepala pertanda setuju dengan perkataan Zea. Lokasi mereka bukan nuansa pasir putih yang sesui dengan ekspektasi mereka tetapi realitanya pantai tersebut banyak sekali pepohonan yang rindang, banyak bebatuan, dan terdapar rumah kosong di pinggir pantai.


"Semoga ga terjadi hal-hal aneh ya,karen perasaan gw ga enak " Timpal Luna menerangkan. "Huss...lo jangan aneh-aneh deh, udah tau gw penakut. "Ujar Dira dan zea bersamaan.


"cek cek perhatian....semuanya berkumpul!! ujar seorang senior meberikan pengumuman melalui megaphone. Semua mahasiwapun berkumpul sesuai arahan dari senior. Mereka kemudian dibagi menjadi 6 kelompok dengan masing masing kelompok terdiri dari 6 putra dan 6 putri. Dira sekelompok sama Zoya dan Zea Sekelompok dengan Luna.


Masing-masing kelompok mendapatkan 2 tenda, yaitu 1 tenda untuk putra dan 1 tenda untuk putri. Mereka sudah mulai membangun tenda sesuai arahan dari senior.


Tiba-tiba Dira ingin buang air kecil " Zoy...temenin gw dong!! gw penengen pipis" ujar Dira. Zoya yang mendengarnya pun menghentikan aktifitasnya "Ayo..." Ajak zoya dan dirapun menganggukan kepala.


Kak..kita izin mau buang air kecil ya!! zoya meminta izin kepada seniornya yang bernama Dito. Dito tidak langaung menjawab karena terpana dengan Zoya. Zoya yang menunggu jawaban dari seniornya ya tak kunjung menjawab pun langsung membuyarkan lamunannya.


Kak....


" eh..i-iya hati-hati tapi.." ujar Dito mengizinkan sambil gagap.


Dira dan zoya pun berlalu pergi mencari rumah warga yang akan mereka tumpangi untuk membaung air kecil.


"Zoy..kakak kacamata itu sampe gugup lo kagetin gitu"


"Habisnya dia ditanyain malah ngelamun gitu"


Tbc