
Merka berdua akhirnya menemukan rumah warga " Ibu permisi..
"Iya ndu..." jawab sang pemilik rumah
"Apakah bisa kita meminjam toilet ibu untuk diapakai sebentar? teman saya ingin buang air kecil" Zoya meminta izin kepada sang pemilik.
Oh boleh ndu...mari sini silahkan masuk. ibu tersebut mempersilahkan masuk kepada Zoya dan Dira. " Ini kamar mandinya" dira kemudian langsung masuk kekamar mandi untuk buang air kecil.
"Nduk mahasiswa ya? " Tanya sak pemilik rumah itu kepada zoya.
Iya bu... kita lagi bikin kegiatan di pantai deket rumah panggung itu bu.
" Kenpa ngambil lokasi itu nduk?"
Kami hanya ngikutin arahan dari senior aja bu, katanya tempat tersebut dulu pernah mereka pakai untuk acara kegiatan. kalau bisa tau emang ada apa dengan lokasi itu bu? tanya Zoya penasaran
" Berapa lama?"
Hanya satu hari satu malam...
Ha....
Ceklek.
Omongan ibu itu terputus karena Dira telah selesai membuang air kecil. " Ibu makasih atas tumpangannya " ujar dira sopan. "iya nduk sama-sama" .
"Kalo gitu kami permisi dulu ya bu" mereka berpamitan menuju lokasi kegiatan, karena tidak enak berlama-lama meninggalkan teman sekelompok mereka yang sedang membangun tenda.
Sesampainya di tenda Dira dan Zoya di sambut dengan tatapan sinis siska. " Mau gw colok pake garpu tu mata?" tanya Dira dengan nada dinginya. Sedangkan Siska langsung bergidik ngeri mendengarkan perkataan dira yang begitu mengerikan baginya.
"Nih naskah untuk kegiatan entar malam!! kebetelun kita Tim Teater" Siska menyerehkan naskah kepada Zoya dan Dira. merekapun mengambil naskah tersebut
What?? gw g bisa drama gila!!! Dira menggerutu. Lo dapat peran apa Zoy?
"Ibu tiri" jawab zoya.
"Sialan lo!! lo apa?" tanya zoya
" Bawang putih"
"What?? hahahahaha... ga cocok wma lo yang mukanya flat kek gitu" ujar Zoya yang terbahak-bahak dengan Dira yang memiliki peran Bawang putih.
"kita ke tenda Zea dan luna yu" Zoya mengajak dira dan berlalu menuju tendanya zea dan luna. " Hai...lagi apa lo pada?" tanya zoya .
Lagi nyangkul!! udah tau nyanyi masih nanya! ujar Zea sewot
" Santai atuh neng" goda zoya. kalian kelompok nyanyi ya?"
mereka berdua hanya menganggukan kepala pertanda membenarkan. " Lo berdua dari mana aja tadi? kok kita ke tenda kalian ga ada!" tanya Luna, kerena mereka berdua tadi ke tenda Zoya dan Dira mau mengajak mereka foto dirumah panggung.
"Oh tadi gw lagi nemenin Dira buang air kecil di rumah" warga. zoya tengah menjelaskan " yang lain pada kemana? tanya Dira
" Noh..dirumah panggung lagi pada nyantai " ujar Zea.
Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, merekapun duduk santai di depan tenda yang mengarah langsung kepantai untuk menikmati hembusan angin sepoy - sepoy yang begitu mennangkan. tiba-tiba ada kakek entah dari arah mana, mondar mandir di depan tenda mereka sambil membawa karung dan entah mencari apa di sekitaran pantai itu.
Setelah kakek itu pergi, zea melihat sesuatu yang terhanyut mengarah ke tepi pantai, ia pun penasaran memutuskan untuk melihat apa sebenarnya benda itu. Ternyata dilihat secara dekat bukanlah sebuah benda yang hanyut, melainkan seekor kambing berwarna putih yang hanyut.
Kruk..kruk..kruk...
Bunyi apa tuh? tanya Dira yang menyidir zoya. Sedangkan yang di sindir masih hanya nyengir kuda, dengan memperlihatkan dertan gigi putih dan rapihnya itu.
Makan malam masih lama, gimana kalo kita masak pop mie dulu untuk menghilangkan rasa lapar. Ajak luna
"Hmm ide yang bagus" Dira dan zoya serempak. "Zea ayo" ajak mereka bertiga lalu ia pun segera kembali ke tenda.
Tbc