
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Aku merasa kalau aku sudah gila.” Gumam Xixian yang tengah berada di kamaranya.
Ya, sekarang ia tengah berada di kamarnya di dalam istana yang super megah ini. Otaknya masih tidak mampu mencerna semua kejadian yang terjadi hari ini, apa ini nyata? Pasalnya hari ini ia tiba-tiba pergi ke dunia lain melewati pintu ajaib, tiba-tiba bertemu orang tuanya dan ia adalah putri dari seorang raja. Tak lupa tuhan juga memberinya keelima kakak laki-laki yang sangat tampan itu.
“Perasaan gue gak punya doraemon apalagi kantong ajaib.” Ucapnya lagi seraya meraba seluruh pakaiannya memastikan.
“Tuan putri.” Panggil Nian dari luar kamar memandang gadis itu, ia tahu apa yang gadis itu rasakan.
“Masuklah, kenapa berdiri di situ.” Ucapnya menghentikan tingkah konyolnya.
“Sebaiknya putri segera membersihkan diri lalu istirahat.”
“Apa aku sedang bermimpi? Ayolah Nian, ini tidak lucu.” Xixian menjatuh tubuhnya ke ranjang.
“Saya tahu ini sulit, tapi penciptaan putri memiliki tujuan dan ini adalah takdir putri.” Jelas Nian.
“Terserahlah, aku pusing.”
Ia masih terbayang-bayang wajah perempuan yang katanya adalah ibunya, perempuan itu sangat cantik dan terlihat begitu senang saat menatapnya.
Xixian memilih masuk ke kamar mandi dan meninggalkan Nian sendiri di sana, ia pikir memikirkan hal ini akan semakin membuatnya kehilangan akal.
Setelah beberapa saat, Xixian sudah rapi dan terlihat sangat cantik menggunakan gaun kerajaan meski belum terbiasa. Ia bahkan di rias oleh para pelayannya yang juga menata rambut gadis itu.
“Pergilah.” Perintah seorang lelaki yang memasuki kamar Xixian membuat gadis itu menoleh mentapnya.
Xixian hanya menatap tanpa bergeming, ia tidak tahu apa yang harus bagaimana pada kakak tertuanya yang baru saja ia temui itu.
“Duduklah Xixian.” Perintah lelaki itu agar adik kecilnya kembali duduk dan tidak terlalu tegang.
Xixian hanya menuruti tanpa sepatah katapun, ia benar-benar merasa canggung.
“Kau takut padaku? Kenapa kau sangat gugup.”Ucapnya tersenyum lembut.
“Maaf, aku hanya tidak terbiasa.” Jawab Xixian jujur.
“Aku tahu kau sangat bingung Xixian, tapi inilah keluargamu. Kamu adalah bagian terpenting dari kami, kami bahkan menahan rindu bertahun-tahun untuk bisa bertemu denganmu.”
“Bagaimana kau bisa mengerti? Bagimu ini biasa, kau terlahir dan besar di dunia ini tentu kau terbiasa. Tapi aku? Aku hidup dengan manusia dan merasa aku bagian dari mereka, dan dalam sekejap aku ada di sini? Bagimana bisa kau mengerti semua hal yang ada di otakku.”
Lelaki itu tersenyum lembut. Benar kata Lee, adiknya selalu melontarkan apa yang ada di otaknya. Ia bahkan tidak takut mengatakan kebingungannya meski mereka baru bertemu.
“Kau benar, kami tidak mengerti kamu. Maka dari itu akan ku ajarkan kau terbiasa di sini agar kau tidak perlu bingung lagi.” Lelaki berambut keemasan itu masuk di ikuti ketiga saudara lainnya.
“Hey adik tugas pertamamu adalah harus menghafal nama kakakmu terlebih dahulu.”
“Dia kakak pertama pangeran Lanc, Dia kakak kedua pangeran Edric, Dia kakak ketiga pangeran Bart, dia kakak keempat pangeran Ryder. Dan aku kakak kelimamu pangeran Elvis yang paling tampan.” Ucapnya tersenyum membanggakan diri.
Ya sangat mudah mengenali mereka, karena mereka memiliki warna rambut yang berbeda.
“Tentu saja kami dalah pangeran paling populer banyak gadis mengincar kami, apalagi aku.” Sepertinya tingkat kePDan Elvis sangat tinggi.
“Kau lupa Elvis? Kau masin di bawah pangeran Amon.” Ucap Ryder mengejek adiknya.
“Iisssh jangan sangkut pautkan dia.” Elvis menatap tajam.
“Siapa Amon?” Tanya Xixian.
“Kau terlalu banyak bicara Elvis, mari kita antar adik kita jalan-jalan.” Ucap Bart menghentikan percakapan mereka.
Mereka berenam melngkah mengitari seluruh wilayah istana, Lanc banyak menjelaskan tentang semua hal di kerajaan itu beserta peraturannya.
Setidaknya Xixian tidak kesepian berada di sana, apalagi tingkah konyol Elvis selalu berhasil membuatnya tertawa.
“Apa kau bisa berkuda?” Tanya Bart.
“Tidak, aku selalu di larang kemanapun ole Lee.” Jawab Xixian cemberut.
“Baiklah putri cantik kau tidak perlu sedih, besok aku akan mengajarkanmu naik kuda. Kau mau?” Tanya Ryder.
“Benarkah?” Xixian sangat bahagia, ia akan mendpat kesempatan menaiki kuda seperti keinginannya.
“Tentu.” Jawab Ryder.
“Xixian, kami akan bergantian menemanimu setiap hari. Besok biarkan Ryder bersamamu, kami memiliki banyak pekerjaan yang merupakan tugas kami.” Jelas Lanc mengusap rambu Xixian penuh kasih.
“Benarkah? Memangnya apa tugas seorang pangeran? Bukankah mereka hanya bersantai menunggu tahta seperti yang sering aku baca, atau mereka hanya mencari gadis untuk di jadikan pendamping.”
“Hahahaha kau konyol sekali Xixian, kalau kami bersantai dan hanya mencari gadis, maka besok kami bisa di penggal oleh raja.” Elvis tertawa kemudian bergidik ngeri membayangkan sanga raja murka.
“Apa raja sangat galak?”
Mereka berlima tak habis pikir dengan pertanyaan Xixian, entah apa yang sering ia baca hingga mempengaruhi otak kecilnya.
“Dia galak, jadi kau harus berhati-hati.” Bart berbisik dan membuat Xixian sedikit takut.
Lanc menatap Bart tajam,Bart malah menakuti Xixian.
.
.
.
.
.
Yuk tinggalkan jejak kalian..