THE SEVEN GEMS OF THE SKY

THE SEVEN GEMS OF THE SKY
DUNIA BARU. 07



🌹🌹🌹🌹🌹


“Mari tuan putri.” Lee menghampiri Xixian dengan pakaian yang aneh namunterlohat mewah, karismanya bertambah 3x lipat memakai pakaian kerajaan. Ia tengah mengenakan juba berwana abu hitam sepanjang lutut dan juga terdapat jahitan bergambar naga emas di kedua pergelangan tangannya.


Xixian tecengang, Bahkan Nian juga memakai pakaian kerajaannya.


“Apa aku akan terlihat aneh di sana?” Tanya Xixian, ia hanya mengenakan dress se lutut dan rambut di kuncir.


“Putri sangat cantik.” Jawab Nian.


“Di mana barangku?” Tanya Xixian pada Nian.


Nian menunjukan ransel yang biasa Xixian pakai.


“Hanya segitu? Apa aku tidak perlu membawa pakaian lebih banyak? Bagaimana dengan shampoo, dan skincare ku?”


Lee menarik nafas, Nian tersenyum mendengar penuturan putri kecil itu.


“Semua yang putri butuhkan sudah tersedia di sana, saya hanya membawa beberapa camilan karena kawatir lidah putri belum terbiasa dengan makanan di sana.”


“Hah?”


“Baiklah, mari kita berangkat.”


Mereka bertiga menaiki mobil dan berkendara ke area hutan yang sangat lebat. Di sana Lee meminta Nian dan Xixian turun dari mobil untuk mengikuti langkahnya.


“Apa memang hanya ini pintu menju ke sana?” Bisik Xixian pada Nian.


“Kita bisa lewat mana saja, tapi ini tempat paling aman untuk kita.” Jawab Nian.


“Kenapa kita harus jauh-jauh ke sini? Kenapa tidak di rumah saja?” Xixian cemberut.


“Tutup mata kalian.” Ucap Lee dengan tegas seketika membuat Xixian langsung terdiam.


Mereka berdua menutup mata dalam beberapa saat, setelah Lee memerintahkan barulah mereka membuka mata kembali.


Perlahan Xixian membuka kembali penglihatannya, sejujurnya ia tidak siap. Ia sangat takut tempat yang akan ia huni adalah tempat yang menyeramkan atau malah membuatnya tidak nyaman.


Tapi setelah membuka matanya, ia begitu tercengan dan terpesona melihat keidahan alam itu. Ia mengedarkan pandangannya sejauh ia bisa menggapainya, ini terasa seperti negeri dongeng.


Terdapat banyak kupu-kupu dan burng beterbangan. Tak hanya itu, ia bahkan melihat pohon dengan berbagai macam warna.


“Ini adalah dunia kita yang sebenarnya putri.” Ujar Nian.


Mereka melangkaha menjauh dari tempat mereka tadi berdiri, terlihat banya sekai hewan di sana.


“Nian, bukankah itu seperti kucing? Tapi kenapa memiliki sayap?” Tanya Xixian antara kaget dan takut.


“Tutup mata kalian, kita akan segera sampai ke istana.” Perintah Lee lagi.


Dengan patuh mereka langsung memejamkan mata, seperti ada angin kencang yang menembus kulit pipi Xixian saat itu.


“Putri.” Panggil Lee menyentuh bahu Xixian.


Xixian membuka matanya dan menadapati dirinya sudah berada di dalam istana.


“Nian.” Xixian mundur selangkah melihat begitu banyak pengawal dan pelayang yang tersenyum menyambutnya.


“Selamat datang tuan putri.” Ucap mereka kompak.


Sementara mata Xixian tertuju pada lelaki yang tengah duduk di singgasana dan tersenyum menatapnya.


Lelaki itu bagkit dan berjalan mendekati Xixian, ada perempuan yang juga mengeori lelaki itu.


“Selamat datang putriku.” Perempuan itu langung memeluk Xixian dengan erat.


Air matanya tumpah, begitu lama ia menahan kerinduannya dan mengabaikan semua perasaannya demi gadis itu. Akhirnya hari ini ia bisa menatap gadis kecilnya dan memeluknya secara langsung.


Xixian menatap mereka satu-persatu dengan rasa kebingungan, siapa perempuan cantik tang tengah memeluknya saat ini?


.


.


.


.


Silahkan like komen dan di favoritkam