
🌹🌹🌹🌹🌹
Air mata Xixian jatuh, ia masih tidak percaya dengan apa yang lelaki itu katakan. Dia melangkahkan kakinya beralari keluar dari rumah itu.
"Tuan putri." Panggil lelaki itu hendak menyusuk Xixian.
"Tidak tuan." PErempuan itu menghalangi jalannya." Biarkan putri sendiri saat ini, sudah cukup kita mengurrungnya selama ini. Setidaknya dia bisa sedikit lebih tenang nanti, saya mohon."
"Tapi dia bisa celaka."
"Tuan bisa mengawasinya secara diam-diam, jangan semakin merusak suasan hatinya."
Lelaki itu menarik nafasnya lalu menghembuskan perlahan. "Kau benar Nian, dia butuh waktu sendiri." Ujarnya sembari melangkah.
"Tuan Lu, jaket anda." Nian memberikan jaket untuk Lu yang hendak pergi.
"Terimakasih."
"Gak ini gak mungkin." Xixian terus berlari sembari menangis, beberap orang menatapnya heran.
Sadar dirinya menjadi pusat perhatian, ia menghapus air matanya dan meencari tempat tenang dan sepi.
Setelah sampai di gang kecil yang sepi, ia menghentikan langkahnya dan duduk memeluk lututnya sendiri. Ia masih terus menangis sembari meracau.
"Aku bukan manusia? Lalu aku apa? Kenapa aku merasa bahwa aku manusia." Ucapnya sembari memandang tangannya, ia menatap seluruh bagian tubuhnya tanpa ada satupun yang terlewat.
"Semua yang aku miliki sama dengan manusia? Lalu apa bedanya? Dan aku juga tidak memiliki kekuatan apapun seperti yang dia katakan, jadi sebenarnya siapa yang gila?" Xixian terus mengingat penjelan Lu yang tidak bisa ia cerna.
"Kau tidak ingin menjelaskannya?" Tanya Xixian dengan raut wajah kesalnya.
"Anda adalah putri dari Raja Kai dan permaisuri Helen, dan anda adalah penguasa tertinggi kerajaan Sariang."
"Jadi itu sebabnya kau selalu menyebutku tuan putri? Apa aku di buang ke sini? Kenapa aku sama sekali tidak mengingat mereka?"
"Tuan putri di asingkan demi keselamatan tuan putri sendiri, tuan putri di ciptakan untuk mengembalikan keutuhan kerajaan. Dan sebelum tuan putri benar-benar siap, tidak ada yang boleh mengetahui keberadaan kita. Di sini adalah tempat teraman yang kami temukan." Jelas Lu sembari menatap mata Xixian.
"Aku semakin tidak mengerti, apa yang sedang kamu biacarakan?"
"Intinya, tuan putri akan sempurna saat genap 17 tahun. Tuan putri di ciptakaan dari 7 elemen terkuat yang pernah ada, dan kekuatan itu akan muncul sebentar lagi. 3 hari lagi kita akan menghadap raja."
"Apakah ini adil? Kau membuatku merasa seperti manusia dan tiba-tiba menjelaskan semua ini? Apa aku hidup di negri dongeng? Aku tidak ingin menjadi tuan putri, aku ingin menjadi menausia biasa Lu, apa kau degar?" Teriak Xixian.
"Pernikahan tuan putri dengan seorang pangeran sudah di rencanakan sejak awal penciptaan, itu sebabnya tuan putri tidak boleh terlalu bergantung dengan manusia di sini." Lu tetap menjelaskan meski Xixian sudah menangis.
"Putri, tenanglah. Raja mengirim putri ke sini untuk keselamatan putri, jika memang putri di buang, raja tidak mungkin mengirim kami ke sini untuk menjaga putri." Jelas Nian sembari mengelus bahu Xixian.
"Tapi aku tidak mengerti Nian, bahkan merasa bahwa aku manusia."
"Perlahan tuan putri akan merasakan perbedaannya, jadi sebaiknya tuan putri bersiap."
Xixian mengepalkan tangannya dengan kuat dan meninju aspal karena kesal meengingat penjelasan mereka.
"Brengshaakeee, bahkan gue gak bisa inget masa kecil gue." Umpatnya kesal.
"Pangeran? Pangeran apa? Pangeran di ponegoro? Pangeran demak? pangeran macam apa yang mereka siapkan. Dasar pangeeran sialannnnnn." Teriak Xixian dengan nafas yang ngos-ngosan.
Sebuah tangan membelairambutnnya dari belakang, hal itu membuatnya terlonjak kaget dan menatap pemilik tangan itu.
"Kamu siapa?" Tanya Xixian dengan menatap ketakuan.
"Kamu tadi memanggilku." Jawabnya dengan santai.
"Kapan? Aku tidak mengenalmu." Xixian menatap heran.
"Oh begitu? Ya sudah, ambil ini." Lelaki itu memberikan setangkai bunga angrek berwarna ungu.
Xixian menatap bunga itu sesaat. "Siapa yang meminta iiii,," Perkataan Xixian terpotong saat ia menoleh dan lelaki itu sudah lenyap.
"Dia kemana?" Xixian mengedarkan pandangannya namun tetap tidak menemukan lelaki itu.
"Apa dia hantu?"
.
.
.
.
Silahkan tinggalkan jejak dan jangan lupa di favoritkan..